Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
66


__ADS_3

Sebulan berlalu sudah sejak kepergian Kinan. Ken melanjutkan kembali kehidupannya. Ken menyibukkan dirinya untuk mengurus pembangunan gedung milik ayahnya yang sebentar lagi rampung. Ken mulai di sibukkan dengan berbagai urusan. Kesibukannya seakan membuatnya melupakan kesedihannya setelah Kinan pergi untuk selamanya.


" Makan dulu Ken." Panggil Alfi ketika Zara sengaja menyusul Alfi ke lokasi pembangunan yang memang di pegang Alfi dengan membawa makanan hasil masakannya sendiri..


" Duluan aja." Ucap Ken menolak.


" Jangan terlalu sibuk sampai mengabaikan kesehatan." Alfi masih membujuk.


Ken hanya melirik sebentar pada Alfi dan kembali menolak.


" Nih anak masih aja bandel!" Omel Alfi dan menarik paksa tangan Ken menuju ruangan mandor.


" Gue masih kenyang." Ucap Ken.


" Makan!" Ucap Alfi dan menyodorkan sepiring makanan yang sudah disiapkan Zara pada Ken.


Ken berdecak sebal dan akhirnya mau menerima makanan yang diberikan Alfi.


" Gak baik menunda waktu makan, Ken." Ucap Zara lembut sambil mengambilkan makanan untuk Alfi.


Ken tak berkomentar. Dia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. " Thanks. Makanannya enak." Ucap Ken sambil mengunyah.


Entah kenapa pujian dari mulut Ken terasa bagaikan angin segar menerpa hati Zara. Zara hanya tersenyum simpul.


" Arkan gak diajak?" Tanya Ken pada Zara.


" Engga. Tadi dia lagi tidur." Jawab Zara.


" Lagian kan sekarang ada Nuri yang bantu jaga Arkan. Jadi yaa gue ama Zara bisa pacaran." Ujar Alfi seraya menggoda istrinya. Zara tersipu malu.


" Pacaran lima tahun lebih. Engga puas apa?!" Seloroh Ken menanggapi.


" Dalam pernikahan. Me time buat berdua aja itu perlu." Sergah Alfi cepat.


Ken hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ocehan Alfi.


" Cepetan lah cari pengganti. Biar bisa nyusul gue ama Desta." Ucap Alfi.


" Belom kepikiran lagi. Nanti lah. Cewek mah ada aja yang mau. Gue nya masih males." Ucap Alfi dan menyuapkan suapan terakhirnya ke dalam mulut.


" Bentar lagi gue cabut ya." Ucap Ken.


" Lha.. Nanti aja sih!"


" Ada yang mau gue kerjain di rumah." Ucap Ken.

__ADS_1


" Gak asik lo!" Ujar Alfi. " Yaudah. Kalo gitu tolong sekalian anterin Zara ya. Gak tega gue liat istri naik taksi." Rayu Alfi.


" Dih!" Protes Ken. " Lagian lo Zar . Mobil ada dua lagi nganggur kenapa gak di pake?!"


" Males nyetir. Enakan tinggal naik doang." Ucap Zara sambil nyengir.


" Gini nih!" Ken menggerutu. " Yaudah cepetan. Gue anterin!" Ucap Ken.


" Thanks bro!" Ujar Alfi dan menepuk bahu Ken senang dan membantu Zara merapikan kotak makan yang tadi dibawanya.


Zara meletakkan barangnya pada kursi belakang dan duduk di kursi penumpang di samping Ken. Berada di dalam mobil hanya berdua saja dengan Ken mampu membuat Zara deg- degan.


Cinta yang sekuat tenaga Zara kubur dalam- dalam bisa dengan mudah muncul kembali ke permukaan saat dia membantu memapah Ken sebulan yang lalu.


" Rencana lo apa setelah kepergian Kinan?" Tanya Zara membuka percakapan.


" Gak ada." Jawab Ken singkat.


" Gak ada lirik- lirik cewek lain gitu?" Tanya Zara lagi.


" Belum pengen. Lagian kan ada lo yang perhatiin gue." Goda Ken. Memang setelah kematian Kinan. Zara rajin berkirim pesan pada Ken walaupun hanya sekadar mengingatkan.


" Tetap aja lo harus punya pendamping." Seloroh Zara menutupi rasa malunya.


" Elo aja gimana?"


" HAHAHAA..!" Ken tergelak melihat ekspresi wajah Zara. " Serius banget! Gue bercanda." Ucap Ken menyadarkan Zara.


Zara ikutan tertawa dengan wajah canggung.


" Gila aja gue pacarin istri orang. Istri sahabat sendiri lagi!" Ucap Ken.


Zara hanya terdiam mendengar ucapan Ken.


" Tapi kalo istrinya orang suka sama kamu, Gimana?"


' CIIIIT'


Ken mengerem mendadak. Untungnya mereka sudah memasuki area komplek rumah Alfi. Jadi tak ada kendaraan lain di belakang mereka. Ucapan Zara sontak saja membuat Ken menoleh pada Zara dan menatapnya tajam.


" Maksud lo apa?" Tanya Ken berubah dingin.


" Gak papa. Lanjut jalan lagi. " Ujar Zara sedikit gugup.


" Jangan tempatkan gue di antara lo dan Alfi lagi!" Ken memperingatkan Zara. " Ada Arkan diantara kalian!" Sambung Ken lagi.

__ADS_1


" Aku gak akan menaruh kamu di antara aku dan Alfi, Ken. Tapi kamu yang memang selalu berada di sana." Ucap Zara.


Ken berdecak kesal mendengar ucapan Zara dan membuang pandangannya sesekali menatap jendela sampingnya.


Tak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Ken dan Zara sama- sama saling diam seribu bahasa. Sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Sampai Ken menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah Alfi.


" Apa yang aku ucapkan tadi. Itulah kenyataannya Ken. Aku udah nerima Alfi sebagai suami aku. Tapi aku gak bisa menyingkirkan kamu dari hati aku." Ucap Zara dengan tatapan sendu menatap Ken.


Ken tak menggubris ucapan Zara dan tak ingin menatap ke arah Zara. Baginya sekarang. Posisinya dan keadaannya seolah kembali lagi. Dirinya kembali menjadi duri dalam rumah tangga Alfi.


" Aku pulang dulu. Kamu hati- hati di jalan." Ucap Zara dan mengambil barangnya dari kursi belakang.


*****


Ken mengusap wajahnya kasar sesampainya di apartemen. Niat hati dia ingin bersantai sejenak pulang dari lokasi pembangunan. Ini malah jadi dibuat pusing sama ucapan Zara. Kalimat yang Zara lontarkan. Seolah terngiang- ngiang di kepalanya.


' Ddrrtttt'


Ken meletakkan kembali ponselnya ketika nama Zara terpampng di layar ponselnya. Kenapa waktu sebercanda ini dengannya. Ken benar- benar meeasa Dejavu.


' Ddrrtttt'


Ponsel Ken kembali berdering. Dengan malas. Ken kembali melihat layar ponselnya. Dan kali ini tertera nama Desta.


" Apaan?" Ucap Ken setelah menggeser tombol hijau.


" Gue di depan. Buka pintunya." Ujar Desta setengah membentak.


Ken membukakan pintu dan melihat Desta berdiri dengan wajah cemberut.


" Kenapa lo?!" Tanya Ken menatap Desta dengan aneh. Sejak menikah. Baru kali ini dia melihat wajah Desta cemberut.


Desta menerobos masuk begitu saja. Tak peduli Ken belum mempersilahkannya masuk.


" Sejak hamil, Arsyi marah- marah gak jelas mulu." Curhat Desta tapi dengan nada seperti orang sedang marah- marah.


Ken mengambilkan minuman untuk Desta dan meletakkannya di meja. " Sabar aja. Namanya juga orang hamil."


" Tapi gak sampe ngusir- ngusir gue dong!" Omel Desta kesal.


" Oohh jadi lo di usir?!" Tanya Ken memastikan. Desta mengangguk dengan wajah bertekuk.


" HAHAHAA" Ken tertawa terbahak- bahak.


" Puas lo liat temen susah!" Omel Desta kesal melihat Ken menertawakan nasibnya.

__ADS_1


" Sorry.. Sorry.." Ken berusaha menghentikan tawanya. " Sabar aja. Wanita hamil emang aneh- aneh bawaannya." Ucap Ken menasihati seolah jadi orang paling berpengalaman.


" Sok iye lo!" Omel Desta kesal.


__ADS_2