
Ken duduk di sofa panjang. Pras di sofa kecil sebelah kiri dan Yoga duduk di sofa yang lebih kecil dari Ken di sofa kanan. Ken tampak tenang. Dia siap menghadapi apapun yang akan dilontarkan oleh dua pria paruh baya ini.
" Bagaimana hubunganmu dengan Kinan, Ken?" Tanya Pras terlebih dahulu.
Ken melemparkan senyum. " Baik, Om."
" Apa kamu sudah menjenguk Caca hari ini?" Yoga menyambar.
" Maaf. Saya tidak sempat." Jawab Ken.
Pras melayangkan senyum penuh kemenangan pada Yoga. Satu kosong mungkin menurutnya.
" Apa kamu serius dengan Kinan, Ken?"
" Ya. Secepatnya saya akan melamar Kinan jika Om mengizinkan." Jawab Ken.
" Tidak bisa. Kamu calon suami Caca!" Bentak Yoga tak terima mendengar ucapan Ken.
" Maaf sebelumnya. Saya dan Kinan sudah lebih dahulu saling kenal. Saya dan Kinan menjalin hubunganpun. Caca juga tahu akan hal itu. Jadi saya rasa tidak perlu saya meminta restu dari Om Yoga." Ucap Ken.
" Arrgghh!" Yoga terlihat geram dan menggebrak meja. " Saya minta semua uang yang pernah saya berikan pada mas. Dikembalikan!" Bentak Yoga kesal. Pras tidak akan mampu mengganti uangnya. Dia tau betul jika kondisi perusahaan Pras memang baru saja membaik.
" Saya pasti kembalikan." Jawab Pras berusaha tidak ikut tersulut emosi.
" Saya minta sekarang juga!" Bentak Yoga dengan mata memerah. " Dan kamu. Segera keluar dari perusahaan anak saya!" Tunjuknya pada Ken.
Ken melayangkan senyum.
__ADS_1
" Apa kamu gil*? Dapat darimana aku uang sebanyak itu sekarang?!" Pras mulai panik.
" Berapa hutang ayah Kinan?" Tanya Ken dengan wajah tenang.
" Apa kamu yakin bisa membayar?" Yoga tersenyum meremehkan pada Ken.
" Selama Kansai Group milik ayah saya masih berdiri. Saya bisa membayar semuanya. Termasuk membeli semua saham pada perusahaan Om!" Ucap Ken.
Yoga mundur selangkah mendengar kata Kansai Group. Sebuah perusahaan besar yang beberapa bulan lalu membuat banyak perusahaan berebut ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut.
" Kamu anak Kenzu Akihiro?" Tanya Yoga tak percaya.
Ken mengangguk. " Saya akan menghubungi ayah saya untuk mentransfer uang pada rekening Om. Dan oh iya. Saya bekerja di perusahaan Caca hanya berniat ingin membantu membangkitkan usaha Caca lagi. Bukan mengharap gaji." Ujar Ken dengan sangat tenangnya.
" Ayo Om. Sebaiknya mulai hari ini Om dan Kinan tinggal di apartemen milik saya." Ujar Ken.
********
" Kamu yakin bawa aku ke apartemen kamu?" Tanya Kinan saat di jalan.
" Bukan apartemen yang aku tempati. Tapi apartemen yang mau aku sewakan. Untungnya belum ada yang minat, Om. Mungkin terlalu kecil kali ya" Ucap Ken.
" Biar kecil tapi nyaman. Buat Om tak jadi soal."
" Kalau boleh tau, usaha om bergerak di bidang apa?"
" Pariwisata. Kantornya ada di Kanada. Om kerja sama dengan teman." Jawab Pras sambil tersenyum melihat Ken. " Pantas saja Yoga ingin kamu jadi menantunya. Sikapmu hampir sama dengan dia saat muda." Gurau Pras.
__ADS_1
" Caca gimana nasibnya Ken. Kasian dia kalo perusahaannya gak ada yang urus." Kinan tampak gusar memikirkan Caca.
" Kita bantu dia dari jauh aja ya."
Kinan hanya menurut saja.
********
" Apa yang papa lakukan sangat keterlaluan!" Ucap Caca marah pada sikap ayahnya
" Papa lakuin itu semua semata hanya agar kamu bisa bersama lelaki yang kamu suka." Ucap Yoga penuh rasa bersalah pada Caca.
Air mata Caca menetes begitu saja setelah sejak tadi dia tahan. " Caca kecewa sama Papa."
" Percayalah. Papa ingin yang terbaik untuk kamu."
" Terbaik untuk aku. Cuma aku yang tau, Pa. Selama ini aku selalu ikuti kemauan Papa. Sampai aku sebenarnya ingin menolak rencana papa menikahkan aku dengan Ken. Tapi papa selalu gak kasih kesempatan buat aku bicara."
Yoga menatap Caca dengan nanar.
" Setelah Caca pulang ke rumah.Kinan udah pindah dan Papa pergi lagi. Siapa yang nemenin Caca di rumah? Papa pikir Caca suka dengan kehidupan Caca? Aku iri sama temen- temen yang bisa pergi bareng orang tuanya. Sedangkan aku. Jangankan pergi sekada makan bersama juga engga." Caca mengeluarkan apa yang dia pendam selama ini.
" Ca.."
" Kali ini Papa yang harus dengerin Caca. Caca udah bahagia sama kehidupan Caca tanpa ikut campur tangan Papa. Tapi dalam sekejap, Papa menghancurkan semua yang Caca miliki." Caca terisak.
Yoga menatap sedih putrinya yang tengah terguncang. Yoga jadi merasa bersalah telah bersikeras menjodohkan Ken dengan Caca.
__ADS_1
Kini semua sudah terlambat. Setelah Caca menceritakan semuanya.