
Ken menatap Kinan penuh tanya. Kinan beringsut menjauh dari Ken dan terus menundukkan wajahnya tak berani dia menatap Ken.
" Bisa kami jelaskan?" Ken menuntut penjelasan.
" Besok aku jelaskan." Ujar Kinan dengan suara bergetar.
Yoga tersenyum penuh kemenangan. Wajahnya tampak puas menatap Kinan dan Ken bergantian.
Ken menatap Yoga dengan tajam. Tak mengerti apa yang terjadi antara Kinan dan Yoga.
" Aku jemput kamu besok." Ucap Ken dengan wajah menuntut pada Kinan.
Kinan tak mampu menjawab Ken. Dia hanya diam seribu bahasa. Ken yang kesal masuk ke mobil begitu saja tanpa berpamitan lagi pada Yoga atau pun Kinan. Ken memijat pelipisnya dan dengan kecepatan tinggi Ken kembali menuju rumah sakit tempat Caca dirawat.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ken masuk begitu saja ke kamar Caca membuat Caca menoleh ke arahnya.
" Loh. Ada apa lagi, Ken? Apa ada yang ketinggalan?" Tanya Caca heran karena malam- malam begini Ken menemuinya.
Dengan tatapan tajam. Ken duduk di kursi samping ranjang Caca. Caca menelan salivanya melihat tatapan Ken yang tajam tak seperti biasanya.
" Lo bikin gue takut." Ucap Caca.
" Kenapa bokap lo ngotot banget jadiin gue menantunya?" Tanya Ken tanpa berbasa basi.
" Ohh.. Sorry Ken. Gue juga kaget pas dengernya. Tapi sumpah gue gak tau menau tentang rencana Papa siang tadi." Caca mengacungkan dua jari telunjuk dan tengahnya.
" Setelah gue pulang. Dia pasti bilang alasannya kan?" Desak Ken.
" Iya. Dia suka sama lo karena lo tegas." Jawab Caca. " Dia butuh orang yang bisa naklukin gue yang keras kepala." Ucap Caca menjelaskan.
Ken berdecak kesal. " Gue bukan pawang!" Sanggah Ken. " Sebisa mungkin. Yakinkan bokap lo buat gak paksa gue ataupun Kinan. Sebisa mungkin lo tolak rencana bokap lo!" Pinta Ken dengan wajah garang.
" Tapi Ken.."
" Jangan bilang kalo lo terima rencana bokap lo?!" Terka Ken cepat mendahului Caca. Caca hanya tertunduk. " Arghh!" Ken menggeram kesal. Harapannya agar Caca menolak rencana ayahnya sepertinya akan gagal.
" Kenapa kita gak coba dulu, Ken?" Caca memberanikan diri.
" Mencoba apa, Ca? Menjalin hubungan sama lo? Kinan gimana? Elo gak mikirin perasaan dia? Elo gak mikirin perasaan gue?" Cecar Ken kesal.
Caca terlihat gelagapan mendengar ucapan Ken yang tajam dan menohok.
" Gue gak pernah berminat untuk mencoba yang hati gue aja nolak." Tegas Ken kemudian meninggalkan Caca begitu saja.
Caca terdiam. Sesak rasanya mendengarkan segala ucapan tajam Ken.
__ADS_1
******
Kinan duduk termenung di tengah kasur sambil memeluk kedua lututnya. Jika hanya Caca yang dia lawan. Kinan masih sanggup. Tapi ini Yoga. Ayah dari Caca. Orang yang sudah sangat berjasa menyelamatkan nyawa ayahnya dan menyelamatkan perusahaan orang tuanya yang hampir gulung tikar karena di tipu rekan bisnis ayahnya. Kinan pernah berjanji akan melakukan apa saja untuk membalas budi Yoga. Tetapi tak pernah terlintas di kepalanya jika Yoga menagih janjinya dan memintanya untuk memberikan Ken pada Caca.
" Papa." Suara Kinan terdengar parau ketika menjawab telepon dari ayahnya.
" Ada apa sayang? Besok siang Papa akan sampai. Kamu jadi kenalin pacar kamu kan?"
Kinan menahan isak tangisnya. " Om Yoga mau Ken jadi suami Caca." Ucap Kinan dengan rasa sesak di dadanya.
" Apa?"
" Kinan harus apa? Kinan pernah janji akan lakuin apa aja. Tapi kenapa Om Yoga minta lelaki yang Kinan cinta?!" Ujar Kinan kini tangisnya pecah. Kinan sesenggukan.
Ayah Kinan terdengar menghela nafas. " Besok papa akan bicara dengan Om Yoga."
Kinan terisak dalam.
*******
Hampir semalaman Zara tak bisa tidur. Tidurnya gelisah. Padahal hanya melihat nama Ken tertera di ponsel Alfi malam itu. Sudah bisa mengusik hatinya.
" Kamu jadi bertemu, Ken?" Tanya Zara seraya merapikan kerah kemeja Alfi.
" Iya. Kamu yakin gak mau ikut?" Tanya Alfi kembali memastikan.
" Aku akan meminta Ken mampir." Ucap Alfi dan mengecup kening Zara lembut dan segera menyambar tas kerjanya.
Zara hanya terdiam mendengar ucapan Alfi. Ingin menolak. Tapi entah kenapa hatinya berharap jika Ken akan datang.
Ken berjalan menyusuri lobby tempatnya dulu bekerja. Kini dia datang sebagai rekan bisnis. Kinan hanya mengekor Ken tanpa berani bicara apapun pada Ken.
" Kamu jadi jemput aku?" Tanya Kinan berharap memecahkan keheningan yang sejak tadi terjadi di antara mereka.
Ken tak langsung menjawab. Dia melihat jam di pergelangan tangannya dan hanya menatap Kinan sekilas. " Kita telat lima menit." Ucap Ken dengan nada dingin tak menggubris ucapan Kinan.
Ken mengekor sekretaris Alfi yang baru memasuki ruangan Alfi. " Kalian telat." Ujar Alfi dengan nada candanya.
" Maaf." Ken menjabat tangan Alfi bergantian dengan Kinan dan duduk di sofa yang berada di ruangan Alfi.
Alfi tersenyum melihat sahabatnya kini memimpin perusahaan lain. " Dimana pun lo bertengger. Disitu kesuksesan sebuah perusahaan akan dimulai." puji Alfi.
Ken hanya tersenyum menanggapi pujian Alfi dan memberikan berkas pada Alfi untuk di tanda tangani.
Alfi segera membubuhkan tanda tangan di atasnya.
__ADS_1
" Baca dulu!" Omel Ken.
" Gue percaya sama lo." Ucap Alfi dan memberikan kembali berkas pada Ken.
Ken hanya menarik nafasnya. Kebiasaan lama Alfi tak berubah. Mudah percaya pada orang lain.
" Tenang. Kalo sama yang lain. Pasti gue baca, Ken." Alfi mengerti dengan tatapan Alfi.
" Zara apa kabar?" Tanya Kinan.
" Baik. Sesekali mampir lah Ken." Ucap Alfi.
Ken hanya tersenyum menanggapi.
" Kalian berantem?" Alfi melihat curiga pada pasangan kekasih yang terlihat saling menjaga jarak.
" Engga."
" Iya"
Ucap Ken dan Kinan bersamaan.
Alfi tertawa kecil. " Jadinya iya apa engga?" Goda Alfi.
" Mana bisa barang marah." Ken menyindir.
" Maksudnya?"
" Gue udah di kasih ke Caca. Jadi mulai hari ini gue calon suami Caca." Ucap Ken sambil melirik Kinan tajam.
" Apa?!" Kinan dan Alfi bersamaan.
" Aku gak pernah kasih kamu ke siapa pun Ken?" Kilah Kinan cepat.
" Sikap kamu semalam apa? Kamu gak ada niat buat perjuangin hubungan kita. Pagi tadi, kamu sengaja berangkat lebih pagi kan?" Ujar Ken marah.
" Kamu gak ngerti masalahnya, Ken."
" Apapun permasalahan antara kamu dengan keluarga Caca. Jangan libatkan aku!" Bentak Ken kesal.
" Sebentar. Ini masalahnya gimana sih?" Alfi tak mengerti karena baru kali ini Ken berdebat dengan wanita di depannya.
" Zara di rumah?" Tanya Ken pada Alfi.
" Iya."
__ADS_1
" Gue ke rumah lo." Ujar Ken dan langsung meninggalkan Kinan dan Alfi yang langsung terdiam mendengar ucapan Ken.