Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
71


__ADS_3

" Diminum, Ken." Arsyi meletakkan segelas capuccino di meja depan Ken.


" Thanks."


Arsyi duduk di hadapan Ken menemani Ken karena Desta sedang keluar sebentar membeli rujak yang Arsyi minta.


" Udah berapa bulan?" Tanya Ken dengan mata melirik perut Arsyi yang sudah membesar.


" Delapan bulan." Jawab Arsyi sambil mengelus perutnya.


" Berarti Kinan udah lima bulan ninggalin gue ya." Ken menarik nafasnya dalam. " Gak terasa." Ucap Ken terasa berat di hatinya kala mengingat Kinan.


" Ken."


" Ya." Ken meletakkan cangkir kopi yang tadi di pegang.


" Elo beneran punya hubungan sama Zara?"


Ken mengulas senyum mendengar pertanyaan Arsyi. " Zara emang sering ke apartemen gue. Tapi gue sama dia gak ada hubungan apapun." Ken menjelaskan.


" Alfi tau?"


" Man gue tau?!" Jawab Ken seolah tidak lagi peduli. " Jujur aja, gue cape sama hubungan yang begitu. Sebenarnya simpel. Tapi Zara dan Alfi yang bikin rumit." Ujar Ken.


Arsyi tampak mengangguk. " Kalo mereka cerai. Apa lo akan nikah sama Zara?"


" HAHAHAA!" ken tergelak mendengar ucapan Arsyi. " Entah gue kan di cap apa sama orang kalo lakuin hal itu."


" Tapi lo cinta sama Zara?"


Ken menatap Arsyi lekat dengan wajah serius. " Dulu ya. Sekarang di hati gue udah ada Kinan." Ucap Ken tanpa ragu.


" Maksud lo. Lo pernah suka sama Zara?" Arsyi menegaskan.


" Ya. Tapi gue cukup tau diri. Makanya gue gak pernah maju." Ujar Ken. " Sekarang gue biarkan Zara berperang melawan hatinya. Pilihan dia mau memupuk atau membasmi. Kalo gue jadi dia. Gue akan basmi perasaan itu." Ucap Ken.


' Ddrrrttt'


Ken mengambil ponselnya yang berdering dan meletakkan di atas meja.


" Lihat sendiri kan?!" Ucap Ken pada Arsyi menunjukkan nama Zara tertera pada layar ponselnya.


Arsyi hanya diam tak mampu lagi berkata apapun. Selama ini dia mengira jika Ken juga menanggapi Zara. Tapi ternyata memang Zara yang selalu ingin dekat dengan Ken.


" Udah lama, Ken?" Ucap Desta ketika dia baru saja tiba di rumahnya. " Ini pesananmu, sayang." Desta memberikan rujak buah yang diinginkan Arsyi.


" Terima kasih." Arsyi menyambut dengan wajah gembira.


" Ada apaan, Ken? Tumben banget keluar sangkar." Ledek Desta.


" Tuh." Mata Ken menunjuk ke arah ponselnya yang berdering di atas meja.


" Masih betah."

__ADS_1


" Masih. Dan makin parah. Gue takut kepancing." Ucap Ken.


" Makin jadi dong dia." Ujar Desta dengan nada mencemooh. " Kasih aja sih Ken. Toh cuma berdua doang di apartemen."


" Rugi gue!" Sahut Ken kesal. " Biarin Alfi dan Zara menyelesaikan masalah mereka." Ucap Ken. Dia ingin bebas dari Zara hari ini.


Desta tertegun dan berpikir agar masalah cinta segitiga bermuda ini berakhir.


" Gue harus nikah." Ucap Ken. " Tapi sama siapa?!"


" Hemm...Berat tuh." Desta tampak berpikir.


" Sama Rumi aja, Ken." Sahut Arsyi.


" Siapa?"


" Ohh iya. Dia temen Arsyi. Pernah nanyain elo. Tapi kan waktu itu elo udah ama Kinan."


" Orangnya gimana?" Ken penasaran.


" Cantik."


" Bukan itu. Setia gak? Gue males kalo cuma main2 doang." Ujar Ken.


" Mudah- mudahan setia." Ucap Desta tak bisa memastikan.


' Dddrrtttt'


Setelah Ken mengobrol sebentar dengan Cinta seputar pekerjaan. Ken baru teringat. " Ama Cinta aja kali ya." Ucap Ken. Walaupun gadis itu tampak sedikit tomboy. Tapi dia orang yang setia. Sepertinya sih.


" Ama Rumi ajalah!" Desta memaksa. " Ketemu aja dulu sama orangnya. Sebelum nikah kita bebas pilih, Ken. Cari yang terbaik." Ucap Desta sambil membujuk Ken.


" Hemm. Oke." Ken menyetujui.


*******


Zara terlihat gelisah sepanjang hari. Pesan ataupun telepon tak ada yang dijawab Ken satupun. Zara berjalan mondar mandir dan jadi tidak fokus mengurus Arkan. Alfi memang tengah keluar kota beberapa hari. Zara bebas mau keluar jam berapa pun.


" Nuri. Aku ada keperluan sebentar. Aku titip Arkan dulu ya." Ucap Zara pada Nuri yang sedang mencuci piring bekas dia makan malam.


" Baik, Bu."


Zara melajukan mobilnya menuju apartemen Ken. Tak dipedulikannya lagi apa yang akan Ken pikirkan tentangnya. Semakin lama, Zara semakin tidak bisa jauh dari Ken.


Sesampainya di lobby, Zara segera menuju lantai tempat unit Ken berada. Saat lift terbuka. Zara melihat Ken baru saja berlalu. Zara segera mengejar Ken yang sepertinya baru pulang entah darimana.


" Ken."


Ken menoleh sebentar dan melanjutkan memutar kunci pintunya. Ken masuk ke dalam apartemennya di susul Zara.


Ken melirik jam di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Bukan waktu yang tepat untuk menerima tamu.


" Ini udah malam." Ucap Ken dingin.

__ADS_1


" Kamu darimana?" Tanya Zara. " Kenapa seharian ini kamu menghilang?" Cecar Zara.


" Aku ada urusan. Sebaiknya kamu pulang. Aku lelah." Ucap Ken malas menanggapi Zara.


" Ken."


" Aku menghormati kamu sebagai istri sahabatku, Zar. Biarkan rasa hormatku terus ada untuk kamu." Ucap Ken dengan wajah datar.


" Maksud kamu?"


" Tidak pantas kamu bertamu ke rumah lelaki di malam begini tanpa suami." Ucap Ken dingin.


' Ting tong.'


" Ck.. Siapa lagi?!" Ujar Ken kesal dan membuka pintunya.


" Al." Ken terdiam sebentar.


" Istri gue ke sini?" Tanya Alfi dengan wajah kesal.


" Ya." Ken membuka pintunya lebar- lebar agar Alfi segera masuk.


Zara terdiam mematung melihat Alfi tiba- tiba saja berada di sini. Bukankah dia akan pulang besok. Zara membeku dan lidahnya menjadi kelu.


" Kenapa kamu diam?" Tanya Alfi dengan tatapan tajam. Alfi mendekat ke arah Zara. " Apa kamu sudah puas bercumbu dengan Ken?" Tanya Alfi.


" Gue.."


Alfi langsung mengisyaratkan agar Ken diam. Kali ini Alfi akan mendebat Zara. Baginya kali ini Zara sudah sangat keterlaluan. Menjatuhkan harga dirinya demi mengejar cinta lelaki yang sudah jelas menolaknya.


" Apa kamu ingin aku lepas?" Tanya Alfi menyudutkan Zara.


" Al.."


" Hari ini aku menjatuhkan talak untukmu, Zara. Saat ini kamu bukan lagi istriku!" Ucap Alfi tegas.


" Al.."


" Cukup penjelasan kamu! Selama ini kamu menikah denganku hanya semata agar kamu masih bisa bertemu dengan Ken." Ucap Alfi sambil menatap Zara tajam tak berkedip.


Kedua mata Zara telah basah karena takut dengan tatapan tajam Alfi.


" Aku tidak akan menyakiti ibu dari anakku. Tapi aku tidak bisa memaafkanmu kali ini, Zar. Arkan akan aku bawa." Ucap Alfi tajam dan menohok.


" Kamu ninggalin aku?"


" Bukan aku, Zara. Tapi kamu yang udah lama ninggalin aku. Beruntung lelaki yang kamu kejar adalah Ken. Bagaimana jika lelaki lain. Entah udah berapa kali kalian melakukan tindakan terlarang!" Ucap Alfi kembali menyudutkan Zara. Tak membiarkan Zara membela dirinya sendiri.


" Aku akan segera mengurus perceraian kita. Orang tuaku juga udah setuju." Ucap Alfi. " Besok aku akan mengantarmu. Aku nikahi kamu secara baik- baik. Dan akan aku kembalikan kamu secara baik- baik pula." Ucap Alfi.


Zara hanya terdiam.


" Gue titip dia untuk malam ini, Ken. Gue gak mau dia akan nekat bawa Arkan." Ucap Alfi dan tanpa menunggu jawaban dari Ken. Alfi keluar dari apartemen Ken.

__ADS_1


__ADS_2