Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
74


__ADS_3

Mata Zara tak lepas dari sosok Ken yang menghampiri Naila. Dia berjalan dengan santainya seolah tidak pernah ada kejadian apapun.


" Kamu udah selesai belanjanya?" Tanya Ken pada Naila.


" Udah. Kira- kira cocok gak ya buat anaknya Desta?" Naila menunjukkan hasil belanjaannya pada Ken.


" Bagus." Puji Ken.


" Oh iya. Kenalin ini mba Zara. Tadi kita gak sengaja ketemu." Ucap Naila riang.


Ken mengulas senyum. " Kita udah saling kenal, sayang." Ucap Ken seraya mengelus rambut Naila lembut.


" Oh ya?" Naila menatap Ken tak percaya.


" Kami teman sekampus saat kuliah dulu. Dan suami Zara rekan bisnisku." Ken menjelaskan.


" Dunia sempit banget ya, Mba." Ucap Naila beralih pada Zara.


Zara hanya mengulas senyum canggung. Hatinya belum siap untuk bertemu dengan Ken lagi.


" Kita pulang sekarang?" Ken bertanya pada Naila karena gadis ini masih asik ingin mengobrol lebih lama dengan Zara.


" Apa kamu ingin mengobrol dulu?" Naila menawarkan.


" Engga. Aku masih ada urusan. Sebaiknya kita pulang sekarang." Ucap Ken lembut.


" Oohh.." Naila terlihat sedikit kecewa. " Maaf ya mba. Aku pulang duluan." Ujar Naila pamit pada Zara. " Dadah Arkan."


Tanpa terasa. Air mata menetes begitu saja dari mata Zara. Ken selalu berhasil mengusik hatinya. Zara buru- buru menyeka air matanya dan menarik nafasnya dalam. Mencoba mengendalikan hati dan perasaannya.


" Kamu gak akrab ya sama Zara?" Tanya Naila saat mereka sudah berada di perjalanan menuju rumah Naila.


" Gak terlalu. Tapi aku dekat dengan suaminya. Dia sahabatku." Ucap Ken.


" Tapi kamu gak pernah kumpul sama dia?"


" Kami lagi sama- sama sibuk." Ujar Ken.


Naila memang gadis yang polos. Kepribadiannya yang selalu apa adanya membuat Ken tertarik pada Naila. Sikapnya memang terkadang kekanakan dan manja. Usia Naila memang baru menginjak umur 20 tahun. Mungkin itu yang membuat Naila sangat manja.


" Sayang."


" Ya."


" Aku gak sabar. Dua bulan itu masih lama." Ucap Naila.


Ken tertawa kecil. " Anak kecil kebelet nikah." Ledek Ken.


" Iihh rese!" Omel Naila.


" Bener kan. Masih kecil. Gampang ngambek." Ken kembali meledek. Ken memang sangat senang meledek Naila. Gampang ngambek. Tapi gampang dirayu biar damai lagi.


" Kemarin waktu kamu jemput aku di acara reuni. Waahh rame di grup. Kamu jadi selebritis." Ucap Naila. " Susah ya punya calon suami kelewat ganteng." Ujar Naila menggebu- gebu.


Melihat tingkah Naila memang jadi hiburan tersendiri untuk Ken. " Kamu kenapa mau waktu ajakin nikah. Padahal kita baru kenal sebulan."

__ADS_1


" Pertama, kamu ganteng. Kedua, kamu ganteng, ketiga, kamu ganteng." Ucap Naila dengan nada candanya.


Ken tertawa mendengar ucapan Naila. Sejak bertemu Naila. Hidup Ken memang jauh lebih berwarna.


Ken menghentikan mobilnya tepat di depan kost Naila. Naila memang seorang anak desa yang merantau ke kota. Tapi biar bagaimanapun Naila adalah anak yang cerdas walaupun pendidikannya hanya sampai SMA.


" Besok aku transfer uang untuk transport orang tuamu ya." Ucap Ken.


" Emang gak papa kalo banyak yang mau ikut?"


" Gak masalah. Kalo kurang. Kamu bilang ya." Ucap Ken.


Ken melajukan kembali mobilnya setelah Naila turun dari mobilnya.


******


" SAAAYAAAAANNGG" Sapa Alfi riang ketika dia baru saja sampai di rumah.


" Kamu kok udah pulang?" Ucap Zara terkejut dan senang karena Alfi pulang lebih cepat. Zara mencium punggung tangan Alfi. Alfi mengecup kening Zara lembut.


" Pekerjaanku selesai lebih cepat." Ucap Alfi senang. " Mana Arkan?"


" Tuh." Zara menunjuk ke ruang keluarga.


" Anak Papa. Lihat papa bawa apa?" Alfi menunjukkan mainan mobilan berwarna merah.


Arkan yang memang sudah bisa merangkak. Langsung menghampiri Alfi dengan riang. Alfi segera menggendong putranya.


" Aku siapkan makan." Ucap Zara.


" Jangan sayang. Aku masih kenyang." Tolak Alfi.


Zara mengikuti Alfi masuk ke kamar. " Aku siapkan baju untukmu." Ucap Zara.


" Terima kasih." Ucap Alfi dan masuk ke dalam kamar mandi.


Ketika Alfi keluar dari kamar mandi. Zara masih duduk di tepi ranjang. Alfi mengambil baju yang disiapkan Zara dan mengenakannya. Setelah selesai. Alfi duduk di samping Zara dan memegang kedua tangan Zara juga menatapnya dengan lembut.


" Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Alfi lembut.


Zara menyunggingkan senyum. " Gak ada."


" Kenapa kamu melamun? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Alfi lagi.


" Gak ada, sayang." Ujar Zara. Ingin rasanya dia bertanya pada Alfi tentang Ken. Tetapi diurungkan niatnya tersebut.


" Kita kapan jenguk Arsyi?" Tanya Zara.


" Mau hari ini?"


" Kamu cape."


" Engga. Kalo kamu mau. Kita berangkat sekarang." Ucap Alfi.


" Oke. Aku siap- siap dulu."

__ADS_1


*******


Suasana di rumah Desta cukup ramai karena memang beberapa kerabat dekat mereka datang berkunjung untuk menjenguk Arsyi yang baru saja melahirkan. Alfi dan Zara memasuki rumah Desta dan menyalami mereka. Mata Zara sedikit berkeliling mencari sosok Ken. Ahh kenapa hatinya belum bisa berpaling.


" Kirain udah gak banyak yang dateng." Ujar Alfi pada Desta.


" Masih lah. Kolega gue dan Arsyi kan banyak." Ucap Desta bangga.


" Ken juga mau dateng, Al." Bisik Desta pada Alfi.


" Apa?!" Alfi terkejut. Karena itu memang sangat dihindari Alfi. Pertemuan Ken dan Zara jangan sampai terjadi.


Baru saja Alfi ingin mengajak Zara pulang. Terdengar suara Ken mengucap salam bersama seorang wanita cantik dengan penampilan sederhana.


" HAAAIII!!" sapa Naila riang. Dia menghampiri Arsyi dan memberikan selamat juga memberikan kado yang sudah dia siapkan kemarin.


" Repot- repot nii calon pengantin." Ujar Arsyi.


" Enggak kok, Bayinya lucu..." Ucap Naila gemas.


" Sorry ya. Baru datang sekarang." Ujar Ken dan menjabat tangan Arsyi.


" Gak papa, Ken. Maklum kok sama yang lagi sibuk." Ujar Arsyi. " Oh iya. Rumi juga datang loh." Ucap Arsyi menekankan kalimatnya agar Naila mendengar. Arsyi memang kurang cocok dengan Naila yang menurutnya sok asik.


Ken hanya melempar senyum menanggapi ucapan Arsyi.


" Desta.. Resmi jadi bapak nii." Ken memeluk sahabatnya. " Apa kabar, Al?" Ucap Ken beralih menyapa Alfi.


" Baik." Jawab Alfi.


" Ini..."


" Calon istri gue. Namanya Naila." Ken memperkenalkan Alfi pada Naila.


" Ohh Ini suami mba Zara ya." Ucap Naila. " Mba Zaranya kemana?" Tanya Naila pada Alfi.


Alfi melihat heran pada Naila. Kenapa bisa kenal dengan Zara. " Itu." Alfi menunjuk Zara yang tengah mengobrol dengan saudara Arsyi yang memang sudah di kenal oleh Zara.


" Kok dia kenal Zara?" Alfi terlihat bingung.


" Kemarin mereka gak sengaja ketemu. Terus kenalan." Jawab Ken.


" Calon istri Ken kali ini, unik." Sahut Desta. " Elo yakin nikah sama dia?" Desta menatap Ken dengan prihatin.


" Iyalah." Sahut Ken cepat.


" Hai Ken." Sapa Rumi.


Ken hanya melempar senyum tipis pada Rumi.


" Yang begitu di tolak. Yang onoh diterima." Bisik Desta pada Alfi dengan nada meledek.


" Agak lain emang otak Ken." Sahut Alfi.


" Terserah kalian mau ngomong apa." Sahut Ken tidak peduli.

__ADS_1


Ken Berjalan ke arah meja tempat diletakkan minuman. Tapi entah kenapa. Baru saja Ken mengambil gelas yang sudah berisi minuman. Penglihatan Ken tiba- tiba gelap dan...


' PRANG'


__ADS_2