
Sean pun bergegas menancapkan pedal gas mobilnya melaju menuju tempat hiburan karena masih ada tiga temannya di sana.
Sean pun akan merasa bosan bila langsung pulang ke rumahnya, sedangkan hari masih pukul Sepuluh malam, dan bagi pemuda sepertinya ini masih siang .
Tak lupa saat di jalan, Sean mengabarkan pada Papi nya kalau dia sudah mengantarkan calon ibu tirinya dan anaknya ke rumah mereka dengan selamat, dan Sean juga mengabarkan kalau dirinya tak langsung pulang karena mau nongkrong dulu bersama sahabatnya, yang pastinya sudah di kenal kama oleh Papi Yoga juga..
*
Sampailah sekarang Sean di depan club Sean pun segera masuk kedalam, dan dia pun langsung bergegas menuju kamar nomor 505 sesuai yang dikatakan Rian tadi lewat pesan .
Sean langsung membuka pintu begitu saja tanpa mengetuknya lebih dulu.
Pemandangan yang Sean pertama lihat itu , mereka sama-sama sedang making love. Dengan berbagai macam gaya .
Tak lupa , suara jeritan indah terdengar dari mulut teman-temannya ini. dari mulut mereka yang membuat memekakkan telinga Sean . untunglah kamar ini kedap suara. Sean masuk, dan menutup pintu dengan kaki.
Semua menatap pada Sean yang baru datang itu, Lalu kembali melanjutkan aktivitas panas nya .
''Ah,Se. Lo sudah datang,ayo kesini Se, gabung!'' Ajak Doni yang lagi duduk sambil di temani wanita nya, mereka sedang bermain.
Sean pun duduk di kursi yang kosong dan segera dia mengambil minum lalu tuangkan dalam gelas, segera ia menenggaknya perlahan.
Sean mengeluarkan bungkus rokok. dan menyesap sebatang rokok itu,
''Ah, ya sayang terus sayang,!'' itu suara Doni yang sedang bermain bersama Wanitanya
''Baiklah bos sayang, muahh'' benar-benar pas suara wanitanya juga terasa panas banget di telinga Sean yang masih sadar belum minum alkohol.
''Oh!'' balas Doni Menik mati
Sial, suara si Doni dan wanita nya ini membuat hasratnya Sean naik seketika
__ADS_1
''Bro, mana cewek gue?'' tanya Sean tangan Sean membuka botol, dan menuangkan minum, lalu meneguknya
''Lo mau main?'' tanya Yuda yang lagi duduk sambil di mainkan bawahnya.
''Iya, mana ceweknya ?'' jawab Sean lagi tangannya meminum wine.
''Yang bersegel gak ada Se.'' Doni menyahut
''Yang biasa saja dulu, tapi gue lagi pengen yang bbuas nih'' kata Sean lagi mengatakan keinginannya malam ini.
''Tenang Bos, kami punya yang garang. Biar saya hubungi dulu teman saya.'' ucap si cewek yang lagi di atas Rian .
''Bentar ya sayang'' bisiknya di telinga Rian lalu mengecup leher Rian dan ia pun beranjak dari atas tubuh Rian dan berjalan untuk menghubungi cewek yang di butuhkan Sean.
''Bos, sebentar lagi teman saya datang '' ucapnya pada Sean, sesudah mengabarkan pada teman yang akan di panggil kesini untuk melayani Sean.
''Ok, jangan lama'' kata Sean
''Hm, tunggu saja bos tak lama kok'' balas si cewek itu mengangguk pahami.
''Ah,! rupanya kau sudah tak tahan Bos '' Ucap wanita ini dan ia segera memanjakan seluruh tubuh Sean .
''Oh lagi Beb, Ah ya disana'' Sean mendongak menikmati .
Mereka tak ada malu-malu nya bermain sama-sama.
Wanita itu semakin gencar memasukkan milik Sean pada mulutnya yang sudah siap di nikmati.
''Oh Sh''
Saat si wanitanya ingin naik ke miliknya, dan mulai masuk.
__ADS_1
Sial, mendadak muncul bayangan wajah Fani dalam ingatan Sean. 'Fani'
Sean yang sedang menikmati langsung membuka matanya lebar begitu saja, ia kaget dong. Kok wajah wanita itu tiba-tiba muncul di ingatannya.. Sean menggeleng, Sean coba fokus pada perempuan bayaran ini.
Sean coba memejamkan matanya lagi sambil coba menghilangkan bayangan wanita yang akan menjadi adiknya nanti,
Tapi semakin di hapus malah semakin menari-nari bayangan wajah Steffani..
''Ah Fani ... Ayo Fani, terus sayang!'' pinta Sean sekarang menikmati perlakuan wanita di atasnya ini yang lagi bermain ke atas bawah. Lagi Sean menyebutkan nama Steffani tanpa sadar.
Namun rupanya yang ada di pikirannya Sean, Sean mengira yang melakukan itu adalah Steffani..
Sean memeluk tubuh wanita di atasnya ini, yang masih ia pikir itu adalah Fani.
''Oh Fani, kau wangi sekali Fani.'' Sean menghirup aroma wangi dari tubuh wanita bayaran itu. Racau Sean memanggil Steffani, sekarang dengan kasar Sean yang memainkan miliknya memasukan pada wanita ini..
''Aduh, Bos pelan boss..'' ringis si wanita berambut pirang ini . merasa sakit campur nikmat.
Sean tak mendengar permohonan wanita di bawah nya itu, dia terus menggila
''Fani, kau sangat nikmat Fani..'' racau Sean yang tak sekalipun melihat wajah asli siapa wanita yang lagi bermain dengan nya ini.
Sean Terus saja meracau Karena efek minuman juga dia yang terlalu memikirkan Fani mungkin, sampai-sampai Sean membayangkan yang sedang bermain dengan nya ini adalah Fani, padahal nyatanya bukan!
Beberapa saat kemudian, setelah semua mencapai puncak kenikmatan nya. Mereka pun langsung membaringkan tubuhnya yang lelah.
Juga si para wanita yang sudah di bayar lunas pun segera berlalu pergi, tentu setelah memakai kembali pakaiannya dong.
Nafas mereka pun naik turun setelah berolahraga panas tadi , juga keringat bercucuran di seluruh tubuh Empat pria itu.
Tak terasa karena sudah kelelahan banget, Semuanya terkapar di atas ranjang. Sampai tertidur pulas begitu saja,.
__ADS_1
Mereka berempat itu sudah berkawan sejak lama, dan mereka tahu betul tentang sifat luar-dalam pada diri mereka itu.
Bahkan mereka tak malu, memperlihatkan inti mereka begitu saja tanpa memakai apapun seperti yang tadi terjadi..