
Rupanya Mami Sarah tak cuma hanya omongannya saja yang serius mengatakan dan memerintah Fani untuk menjauhi Sean.
Kini, Mami Sarah suka meneror Fani lewat pesan, dengan berbagai ancaman yang Mami Sarah sebutkan bila sampai ia melihat lagi Fani dekat-dekat dengan Sean.
Hari ini adalah hari Minggu, jadi sudah pasti para pelajar libur di hari itu. Begitu juga dengan Sean dan Fani. Sean menikmati hari liburnya ini dengan bermalas-malasan dan tidur yang nyenyak sehingga sudah siang begini Sean tak kunjung bangun..
Waktu sudah menunjukkan pukul Sepuluh pagi menuju siang. Rumah Papi Yoga tiba-tiba kedatangan tamu tak di undang.
Dua orang itu datang untuk berkenalan dengan istri barunya Papi Yoga. Yang memang mereka belum pernah bertemu padahal pernikahan Papi Yoga sudah mau Enam Bulan lamanya..
Juga Papi Yoga tak mengharapkan dua orang ini datang ke rumahnya, yang sudah tahu dengan otak mereka ini, yang sama-sama serakah. Memang cocok sekali.
Mami Sarah segera duduk di sofa dengan anggunnya di temani suami kekarnya yang so ramah di depan Papi Yoga.
Sementara di depan mereka juga ada pasangan yang jelas lebih serasi umurnya. duduk menghadap Mami Sarah.
''Mas Yoga, ini istri baru mu?'' Mami Sarah memulai obrolan
''Ya.'' balas Papi Yoga singkat.
Mami Sarah manggut-manggut tapi bibirnya kadang ia cebikkan seperti merendahkan penampilan istri mantan suaminya yang memang jauh dari dirinya itu.
Mami Sarah kadang mengedarkan pandangannya untuk mencari anak perempuan itu yang belum kelihatan. Juga sebenarnya sama dengan Reno yang ingin segera bermain-main dengan Fani. Reno sedari tadi mencari Fani.
''Siapa namamu?'' tanya Mami Sarah pada Mama Rina sekarang.
''Saya Rina'' balas Mama Rina tersenyum ramah yang belum tahu dengan karakter mantan istri suaminya.
''Oh..''
__ADS_1
''Perkenalkan saya Mami nya Sean, dan ini suami saya yang masih kuat!'' ujar Mami Sarah tak tahu malu memamerkan kemesraan di depan Mama Rina dan Papi Yoga.
Mama Rina merasa terkejut sebentar tadi melihat interaksi pasangan di depannya tapi buru-buru merubah ekspresi wajah biasa lagi.
Mama Rina mengangguk tanda ia mengerti.
''Tapi dengar-dengar, katanya kamu punya anak perempuan ya?''
Mama Rina mengangguk
''Lalu sekarang dimana?'' tanya Mami Sarah lagi
''Untuk apa mencari nya?'' Papi Yoga memotong percakapan mereka dengan menatap penuh arti pada Mami Sarah.
''Ya tidak ada apa-apa, hanya kan aku juga ingin kenal dengan anak tiri mu itu.'' jawabnya hanya alibi
Tapi Papi Yoga sedikit tak percaya.
''Fan sini.!'' Mama Rina justru memanggil Fani untuk mengenalkan pada dua orang ini.
Fani menoleh dan melihat disana ada dua orang lain, yang sayangnya belum bisa Fani lihat dengan jelas wajahnya karena posisinya membelakangi nya. Fani pun tak curiga dan ia segera mendekat menghampiri mereka dan Fani berjalan lalu berdiri di samping Mama Rina
''Sayang kenalkan itu Mami nya Sean dan suaminya'' Mama Rina bersuara dan mengenalkan dua orang tadi pada Steffani. sambil menunjuk dua orang tersebut
Lantas Fani mengikuti arah yang di tunjuk Mamanya saat sudah di lihat mata mereka bertemu dan Fani ia shock ternyata yang duduk membelakangi nya tadi itu adalah mereka, tapi tunggu detik kemudian Fani membelalakkan matanya lebih terkejut begitu melihat pria itu. ''D-dia di-disini, kenapa bisa?' gumam hati Fani yang badannya langsung mematung. Fani ia, merasa takut saat matanya bertatapan dengan Reno si pria yang ingin berbuat jahat kepadanya kemarin.
Fani di minta untuk bergabung oleh Mama Rina yang belum tahu apa-apa yang sudah terjadi pada putrinya.
Fani merasa tak tahan dengan tatapan pria itu, yang kini Fani tahu kenyataanya dia adalah Ayah tiri Sean. pantas pria itu mengenal Sean dan Pak Yoga. pikir Fani.
__ADS_1
''Maaf Ma, Pak , Fani harus kebelakang dulu, mau ambilkan minum.'' Fani berpamitan dengan alasan mau memberikan minum untuk tamu ini
Pak Yoga melihat di meja begitu juga Mama Rina, sehingga mengiyakan Fani berlalu.
Juga si Reno beranjak ''Permisi, saya Pamit sebentar ke toilet, sudah penuh'' ujarnya sambil meringis
''Ya pergilah, kau tahu kan arah toilet?'' kata Papi Yoga
''Tahu Mas. Kau tenang saja.'' dengan wajah tersenyum
Fani sampai gemetaran Saat sudah ke dapur Fani tiba-tiba berkeringat dingin saat ia tadi harus berlama-lama dengan pria yang mau berbuat jahat waktu itu.
Fani menuangkan air ke dalam gelas dengan tangan gemetaran sehingga air itu tumpah kemana-mana.
Seseorang tiba-tiba membantu menuangkan air dengan mencekal tangan Fani.
Fani terjingkat kaget lebih lagi saat di lihatnya siapa orang tersebut.
mata Fani melotot ketakutan ia segera mundur perlahan menjauhi Reno.
''M-mau a-apa kau! pergi, menjauhlah.!'' pinta Fani
Reno menyeringai justru semakin mendekati Fani.
''Kemari anak manis, aku hanya ingin mencicipi bibirmu itu kok'' ujar Reno tak tahu malu.
Fani tak menyangka dan semakin ketakutan Fani menggeleng
Gapppp.
__ADS_1
Reno dengan beraninya menahan badan Fani yang akan kabur, dengan paksa Reno ingin menciumi Fani. Fani pun meraba sesuatu apapun itu di meja pantry hingga Prangggg suara gelas akhirnya pecah terdengar nyaring . ''Sial, awas kau kalau berani mengadu'' ancam Reno saat melihat Fani menjatuhkan gelas. Reno menatap tajam pada Fani.
''Hei, suara apa itu?'' Seseorang berteriak bertanya dan menatap Fani juga Reno bergantian..