Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Fani pingsan


__ADS_3

Cici dan Steffani baru mengetahui bahwa ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Sean, Sean si ketua Genk yang begitu di gilai banyak wanita..


Sean yang selalu di kejar-kejar oleh para fans fanatik nya, yang begitu sangat di impikan bisa bersanding dengan Sean Prayoga Irawan..


Cici jelas terlihat wajahnya begitu sangat senang sekali karena bisa merayakan hari ulang tahun sang idola, benar. Rupanya Cici juga salah satu orang yang ngefans banget sama Sean.


''Hari ini adalah hari ulang tahunku, makanya aku mengajak mu, karena aku ingin merayakan nya dengan mu.'' ucap Sean begitu manis di telinga Cici


Fani pun balas dengan tersenyum ''Selamat Ulang tahun ya kak.'' Fani pun mengucapkan selamat juga.


''Iya kak selamat ulang tahun, semoga kakak panjang umur, sehat selalu, tambah tampan, tambah gemesin, juga semoga kakak jodohku!'' dengan sangat heboh nya Cici memberikan ucapan selamat untuk Sean.


Tapi Sean mendadak menatapnya hororr saat mendengar kata-kata Cici yang terakhir.


'Eh, apa salah bicara ?' Cici jadi sedikit takut melihat tatapan Sean.


Cici segera meringis.


Sean mencoba menahan kesal dalam dirinya pada perempuan ini yang sialnya dia adalah sahabat Steffani, juga Sean tak mau mengacaukan hari bahagianya dengan marah-marah, akhirnya Sean mencoba tenang dan sabar..


Sementara itu, Rupanya ada seseorang yang sedari tadi menatap pada Steffani, dengan pandangan buasnya.


Pria itu tersenyum miring begitu melihat Fani ada di sana. Pria itu terus memperhatikan gerak-gerik Fani.


''Rupanya anaknya ini cukup menarik juga, dan sepertinya sangat polos, hmmm sudah tidak sabar aku akan membawa mu, pada nenek lampir itu, tapi sebelum kau menemui nya, sebaiknya kita bermain-main dulu.'' Si Pria tertawa jahat.


Kembali pada meja Sean dan Fani beserta Cici.


''Permisi ya aku mau ke toilet sebentar '' ujar Fani dan beranjak


''Mau ku temani?'' tawar Sean


''Tidak perlu kak, aku bisa sendiri '' jawab Fani dengan tersenyum


''Yasudah, hati-hati ''


''Hmm'' Fani pun berlalu.


''Ci,'' Sean memanggil teman Fani

__ADS_1


''Ah i-iya kak?'' sungguh Cici merasa sangat senang, ini dia sedang bermimpi atau bagaimana sih, bisa-bisanya mimpinya jadi kenyataan. Bisa ngobrol begini sama idolanya ini. Ini semua berkat Fani, karena Fani lah Cici dapat duduk satu meja dengan Sean. Cici harus berterima kasih banyak ini kepada Fani..


''Kamu sudah lama berteman dengan Fani?'' tanya Sean


''Oh itu mah iya kak kita sudah lama kenalnya'' jawab Cici


Sean manggut-manggut ''Dari kapan kalian saling kenal?'' tanya Sean lagi


''Dari sejak kita SMA deh kayaknya'' ujar Cici


''Oh iya sudah lama dong ya, dari SMA, berarti kamu tahu juga sama Rasya Rasya itu ya?'' ucap Sean


''Rasya?'' Cici mencoba mengingat


''Iya Rasya teman nya si Fani katanya waktu mereka SMA.'' jelas Sean


''Ohhh iya bener, aku baru ingat hehe, iya sih itu juga aku kenal, dan memang Rasya dulu berteman dengan Fani Karena mereka dulunya tetanggaan., hanya saat Rasya sudah lulus SMA dan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, kayaknya setelah itu mereka jadi lost kontak.'' jelas Cici yang sempat tahu dengan kedekatan Fani dan Rasya yang memang kenal dari sejak kecil.


'Jadi benar mereka sempat berteman' gumamnya Sean


''Tapi mereka tidak pernah pacaran kan sebelumnya?'' tanya Sean lagi begitu merasa ingin tahu


Cici menggeleng ''Tidak mereka tak pernah pacaran hanya murni berteman kok, oh ya tapi kakak kenapa bisa tahu dengan Rasya ya? karena setahuku dia masih di Amerika.'' tanya balik Cici menatap Sean sekarang dia yang penasaran.


''Apa? mengantarkan Fani, ke kampus?'' Cici memekik kaget tapi Sean lebih kaget dengan suara wanita ini.


Sean hanya mengangguk sebagai jawaban.


''Apa maksudnya si Rasya sudah pulang?''


''Ya mungkin,'' balas Sean.


Ckkkk, Fani kamu banyak menyimpan rahasia.


''Eh tapi, Kok kakak terus menanyakan soal Fani, apa ... Kakak mencintai temanku itu ya?'' tebak Cici tiba-tiba.


Sean mematung di tempatnya. 'Hah, mencintai dia?'


''Apa, terlalu kelihatan?'' tanya Sean menampilkan wajah serius

__ADS_1


''Ahaaaha, aku hanya cuma bercanda kok kak!'' ujar Cici dengan tertawa renyah. Yang rupanya Cici hanya iseng bertanya saja.


Tapi, wajah Sean tadi itu sudah sangat serius loh..


'Oh sialan.' Sean mengumpat dalam hati.


Cici merasa aneh karena Fani lama banget berada di toilet nya itu.


''Kak, Fani kok lama ya.?'' Cici pun menanyakan pada Sean .


Ah iya juga Fani belum juga kembali, Sean baru sadar. Sean ikut cemas.


''Iya kamu benar, ini terlalu lama untuk ke toilet''


'Gak mungkin kan dia kabur?' Sean beranggapan buruk


'Ah tidak, kita tak ada masalah kok' tambahnya lagi menghapus pikiran negatif.


''Kita samperin yuk kak, aku benar merasa khawatir padanya'' ajak Cici yang takut terjadi sesuatu kepada Fani.


''Iya ayo.'' sahut Sean dan mereka berdua segera beranjak dan pergi ke toilet mencari Steffani yang tak kunjung kembali.


Saat mau sampai di sekitar toilet terdengar suara seperti keributan orang-orang di sana. Cici jadi semakin panik


''Kak ada apa ya itu kenapa sepertinya ada kerumunan?'' ucap Cici panik


''Gak tahu, ayo kita lihat'' ajak Sean


''Iya.''


Saat sudah dekat.


Sepatu itu.. Cici tambah panik


''Maaf permisi'' ucap Cici


''Fani...'' Cici berteriak histeris


''Fan.'' menyadarkan Steffani.

__ADS_1


''Fani, kamu kenapa, bangun Fan!''


Rupanya Steffani tergeletak begitu saja di depan toilet, dengan keadaan pingsan..


__ADS_2