Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Raffi menceritakan Fani pada Mami nya


__ADS_3

Fani tengah merenungkan keadaan nya ini, kalau benar dia ini adalah istrinya dokter Raffi. Lalu kenapa dia tak punya nomornya Raffi, bahkan saat Raffi pergi Pria itu tak memberitahu nya dulu.


Ya walaupun dia tadi sedang tidur, tapi bisakah membangunkan dan mengatakan dulu kalau Raffi akan pergi keluar.


''Sebenarnya, aku ini beneran istrinya apa bukan ? Tapi aku merasa kami ini orang asing. Lalu dia sendiri kan yang mengatakan bahwa dia suami ku. Ah aku jadi sedikit pusing memikirkan hal ini.'' gumam Fani menatap luar dan duduk dekat jendela.


Sementara itu, di lain tempat seorang wanita tengah duduk dengan pongahnya menyilang kan kakinya dan dia yakin akan berhasil membuat Raffi tak berkutik karena Mami nya itu tidak akan suka dengan perceraian, ya. Laura tau akan hal ini. Karena Mami mertuanya itu suka mengatakan 'Jangan pernah ada perceraian dalam hubungan kalian apapun itu masalahnya, Mami tak suka!'


Seperti itulah yang selalu di wanti-wanti oleh Mami Raffi pada anak-anaknya.


Tapi hal mengejutkan hari ini terjadi di dalam kehidupan Mami Raffi, ketika menantunya mengadu bahwa Raffi anaknya telah melakukan hal yang di larang yaitu menceraikan Laura.


Kini, Laura tersenyum miring dia yakin dia yang akan menang. Dan ya Laura tidak sudi bila dirinya di ceraikan itu seperti aib untuknya. Harusnya bila bercerai dia yang meminta duluan bukan Raffi.


''Raff, apa ini maksudnya Raffi? Kau akan menceraikan Laura. Benar itu Raff?'' tanya Mami nya


Raffi pun mengangguk tanpa ada rasa menyesal, ''Iya mi itu benar. Aku memang ingin bercerai dari wanita itu.'' ucap Raffi tegas


''Tapi kenapa Raff ? Apa kau sudah tidak mendengarkan Mami ?'' tanya Mami

__ADS_1


''Maaf mam, bukan seperti itu. Mam, tolong mengerti Raffi sudah tak bisa melanjutkan hubungan dengan istri atau orang yang semena-mena. Yang menganggap Raffi lemah, dia menyepelekan rumah tangga apa yang dia lakukan selama ini, bukankah Mami tahu itu. Apa dia pernah mendengarkan saat Raffi memintanya pulang dan membutuhkan dia apa dia mengerti, tidak Mi. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Dan sekarang rasa itu sudah hilang untuk nya. Aku sudah tak lagi mencintainya.'' ujar Raffi pajang lebar mengatakan yang dia rasakan selama ini .


Mami nya tahu akan hal ini sangat tahu bagaimana anaknya kesepian dan membutuhkan sosok istri. Tapi ya begitu Laura memang egois dan keras kepala. Dia memikirkan karir dan karier nya saja.


Namun kemarin Mami bangga pada putranya masih ingin sabar menghadapi sikap Laura dan mungkin sekarang ini Raffi tai tahan terhadap istrinya makanya melakukan gugatan perceraian.


''Jadi kau sudah bulat dengan keputusan mu ini Raff? Kau tak akan menyesal, dan tidak akan memberikan kesempatan lagu ?'' tanya Mami


''Keputusan Raffi sudah sangat bulat dan matang Mi, tidak akan menyesal. Dan justru kalau Raffi TERUS melanjutkan hubungan ini, yang ada Raffi akan semakin menyesal. Bagaimana Raffi akan bahagia mi. Bila hidup seperti ini terus-menerus ?'' ucap Raffi tegas dan serius dengan keputusan nya itu


''Raff, apa ini semua gara-gara kau sudah mendapatkan lagi wanita yang lain Raff ? Apa benar kau selingkuh di belakang Laura ?'' tiba-tiba tanya Mami nya


''Siapa yang mengatakan seperti itu mi? Apa Laura,'' tebak Raffi


''Bagini saja Mi, Raff mau tanya sama mami dulu. Apa Mami percaya Raff bisa melakukan ini? Kalaupun iya mungkin sudah dari beberapa tahun lalu aku selingkuh untuk apa menunggu sampai lama begini mi.'' kata Raffi


''Ya kamu benar Nak, dan Mami ragu dengan tuduhan Laura.''


''Terima kasih mi, karena itu artinya Mami percaya sama Raffi.''

__ADS_1


''Baiklah Raff bila keputusan mu sudah ingin berpisah, yang terpenting Mama sudah mengingatkan mu untuk berpikir lagi ya takutnya Mami kau menyesal di kemudian hari.'' ucap Mami menepuk pundak Raffi


''Terima kasih mi, karena sudah mendukung ku. Oh ya mi, sebenarnya memang ada satu wanita yang sedikit mencubit hati Raff ini. Tapi mi, sumpah. Ini bukan karena alasan Raff ingin berpisah. Bukan karena dia alasan Raffi menceraikan Laura. Tapi keputusan berpisah ini sebelum Raff mengenal wanita ini.'' Tiba-tiba Raffi mengatakan isi hatinya bahwa dia menyukai satu wanita.


''Oh ya, jadi perempuan itu telah merebut hati mu ? Siapa dia Raff, nanti kenalkan sama Mami.'' ucap Mami merespon baik


''Dia teman nya Rasya juga kok mi, tapi dia ... Itu adalah?'' sengaja Raffi men jeda ucapannya dulu


''Tapi gimana Raff ? Oh itu teman Adik mu.'' kata Mami dan penasaran


''Dia itu adalah pasien Raff sendiri Mi.'' jelas Raffi dan ingin melihat reaksi sang Mami


''Apa Raff? Itu pasien mu sendiri ? Apa maksudnya dia mengalami gangguan, begitu Raff ?'' jelas Mami shock dan Raff pun mengerti dengan reaksi sang ibu


''Benar mi, tapi sekarang dia mulai menunjukkan kesembuhan nya .'' ucap Raffi


''Apa dia perempuan baik-baik Raff, dan bagaimana bisa dia menjadi orang kaya gitu?''


''Nanti aku ceritakan mi, tapi untuk sekarang aku ingij Mami tahu dulu akan satu hal seperti yang ku katakan tadi bahwa perpisahan ini tidak ada kaitannya dengan perempuan ini. Ya aku ingin Mami tai terpengaruh oleh omongan Laura, bila menyebutkan ada orang ketiga dari hancurnya hubungan kami ini. Mi ini murni ada di diri kami masing-masing.'' Raffi meminta agar sang Mami tak berpikir yang tidak-tidak.

__ADS_1


''Baiklah Mami mencoba memahami semua ini.'' ucap Mami


''Terima kasih mi.''


__ADS_2