Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Sean, menolong perawatnya. Tapi, tulus apa tidak?!


__ADS_3

Mila Sudah berlari keluar dan akan kabur dari rumah karena dia tidak mau di jodohkan dengan pria tua, punya banyak istri itu..Juga Mila kabur karena ibunya yang menyuruhnya selagi ibunya menahan bapak nya yang mungkin akan mengejarnya juga memaksanya tadi ke tempat si juragan.


Namum saaat sudah keluar, Mila justru dia di kejutkan karena dengan tiba-tiba ada orang-orang yang berpakaian serba hitam lalu menahannya dan mencekal nya.


''Lepaskan, siapa kalian?'' teriak Mila ia takut juga Sebenarnya, karena mereka itu berwajah sangar


''Ayo kamu ikut kami, karena juragan Sudah menunggu kedatangan kamu dari Minggu lalu.'' ucap satu pria lalu menyuruh yang mencekal Mila, membawa Mila paksa.


Mata Mila membola, ''Tidak, aku tidak mau Kalian bawa ke pria tua itu. Lepaskan, biarkan aku pergi. Kumohon.'' pinta Mila dengan meronta


''Jangan melawan Nona kecil, kalau tidak mau kami berbuat hal kasar lagi.'' ucap pria tadi berjalan di depan, pria itu ada empat orang.


''Gak mau, aku ingin pergi. Tolong Pak mas, jangan bawa aku pada si tua bandot itu, tolong .... siapapun tolong aku, huhuhu.'' Mila meminta pertolongan dan menangis sungguh dia begitu takut sekali.


Saat ajudan si juragan Sudah mau sampai di mobil hitam yang mungkin ini akan membawa Mila pada juragan Endang, si tua tukang kawin itu.


Namun sebelum Mila masuk, ada mobil lain yang datang secara tiba-tiba, menghentikan mobil nya yang berwarna putih di hadapan mobil hitam ini.


Ciiiitttttttt ....


Para anak buahnya juragan saling pandang, mungkin pada bertanya-tanya mobil siapa itu.


''Mobil siapa itu, kenapa menghalangi jalan mobil kita?'' tanya si ketua ajudannya juragan


''Iya itu mobil siapa, berani sekali menghalangi. Sepertinya dia belum tahu kita ini ajudannya si bos juragan.'' ucap pria yang mencekal Mila


Lalu dari mobil putih itu, keluar lah beberapa orang yang berjas hitam juga, dan memakai kacamata jumlahnya ini ada lima orang. Mereka pun berjalan mendekati mobil ajudan juragan.


''Siapa kalian?'' ketua ajudan rupanya belum takut


''Kami kesini karena ingin membawa Nona Mila.'' jawab salah satu pria berjas hitam sambil menunjuk pada arah Mila

__ADS_1


''Membawa ku, s-siapa kalian?'' Mila semakin ketakutan


''Tenang Nona, kami yang akan menolong mu dari mereka.'' ujar pria yang lain


'' Ya tapi kalian ini siapa, aku tidak mengenal kalian semua. Oh atau kalian justru sekongkol dengan mereka? Tidak lepaskan aku.'' Mila ingin pergi dan berpikir mungkin mereka satu kelompok yang akan menipunya.


''Kami bukan ingin menyakiti Anda nona, kami benar akan menolong Anda dan ini atas perintah atasan kami.'' ucap orang itu yang menghentikan aksi si anak buahnya juragan.


''Atasan kalian, maksudnya siapa?'' Mila sudah waspada


''Atasan kami, Bos Sean.'' jawab pria itu


''A-apa, Tuan?'' Mila terkejut tidak menyangka


''Ya, jadi jangan takut lagi kaki akan menolong Anda. Sesuai perintah Bos.'' ucapnya meyakinkan


''Tidak aku gak percaya pada kalian.'' tegas Mila sebab dia lagi ketakutan dan wanita itu sekarang tidak akan mudah percaya pada orang.


Selagi Orang itu memainkan ponsel, para ajudan si juragan memaksa Mila untuk pergi.


''Diam, jangan coba-coba membawa nona pergi.' bentak teman yang mengaku suruhan Sean dan mencegah ajudan itu menbawa Mila pergi.


''Jangan menghalangi kami, dia itu sudah di jual pada bos kami . Jadi biarkan kami membawanya pergi.'' ucap si ajudan kukuh ingin membawa Mila pada si juragan.


[Berapa hutangnya pada juragan bandot itu, ayo katakan !] tiba-tiba ada suara dari balik ponsel dan layar penuh dengan wajah Sean


''T-tuan!'' Mila terkejut jadi benar yang akan menolongnya ini, adalah Sean majikannya.


[Siapa kau, jangan so ikut campur kau tidak akan bisa membayar hutang mereka yang banyak itu.] ucap suruhan juragan meremehkan Sean


''Kurang ajar berani nya menghina bos kami.'' anak buah Sean tak terima

__ADS_1


Bughhh


Dia menendang orang yang menjelekkan Sean.


[Ayo katakan berapa ?] desak Sean


[Satu milyar.] jawab ajudan si juragan


''Apa?'' mata Mila membola kaget di kemana kan dan untuk apa uang sebanyak itu.


[Baik, cepat bayar hutang nya dan bawa dia kesini !?] perintah Sean pada anak buahnya


[Baik Bos, laksanakan.] patuh anak buah


[Tidak Tuan, jangan..Itu bukan uang yang sedikit Tuan, dan dari mana aku dapatkan untuk membayarnya Tuan, huhuhu.] Mila tidak tahu dia harus bagaimana lagi


[Itu bisa di bicarakan setelah urusan mu di sana selesai, dan kamu kembali kita bahas di sini.] ucap Sean di layar ponsel


[Tapi Tuan, itu uang yang banyak.]


[Apa kau meremehkan ku juga ?]


[Mana berani saya Tuan.] Mila menunduk dan menggeleng


[Yasudah menurut saja !]


[T-terima kasih dan maaf merepotkan.] ucap Mila


[Berterima kasih lah, saat kau sudah kesini.] balas Sean


[Tuan!] Dan lagi, Sean yang menjadi penyelamat hidup Mila, si perawat nya.

__ADS_1


__ADS_2