
''Selamat Pak, istri Anda positif hamil.'' ucap dokter bidan kepada Raffi
''Ini serius dok?''
''Benar.'' angguk sang dokter
''Alhandulillah sayang, terima kasih.'' Raffi cepat mencium kening Fani dan Fani pun membalas dengan memeluk Raffi senyum bahagia terpancar dari keluarga mereka ini.
''Ayah Mama kenapa ?'' tanya Fika masih belum mengerti dengan situasi ini
Raffi membawa Fika dalam gendongannya. ''Fika sayang dengarkan Ayah, sekarang ini Mama kamu sedang mengandung yang artinya di dalam perut Mama mu ini ada dedek bayi nya, ada adik kamu.'' jelas Raffi memberikan perhatian juga pengertian
''jadi aku akan punya adek begitu ayah?'' ucap Fika
''Iya benar, kamu ini sebentar lagi jadi kakak dan punya adik.''
''Yeyyy asikk, Fika akan jadi kakak dan punya adek asikkkk.'' Fika pun merespon dengan bahagia.
''Selamat ya Fani, Raff. Akhirnya kalian sekarang menjadi orang tua lagi, terima kasih Fani mau memberikan cucu baru untuk Mami.'' ucap Mami Raffi pada menantu nya.
''Iya Mami, terima kasih juga sudah mau menerima ku dengan Fika selama ini.'' balas Fani
''Tentu Nak, kau adalah menantu Mami. Bahkan kamu kini menjadi anak mami juga, sudah pasti Mami menerima mu.''
Fani balas tersenyum penuh syukur , bisa mendapatkan keluarga dari mertua yang sebaik ini. Suami, dan ibu mertua baik. Itu adalah impian semua wanita. Tentu Fani akan mengucapkan syukur sebanyak-banyaknya.
''Mas dokter, aku ingin langsung pulang saja sekarang mas.'' pinta Fani
''Apa kamu sudah lebih baik sayang ?''
''Iya mas aku sudah baik-baik saja, lagian aku gak mau lama-lama di sini, bau rumah sakit malah membuat ku gak nyaman ingin muntah.'' beritahu Fani.
__ADS_1
''Baiklah biar mas bilang dulu pada dokter ya.''
''Iya.''
Akhirnya Fani sudah di perbolehkan untuk pulang, Fani pun dengan sekeluarga pulang hari itu juga.
''Biar mas gendong,'' ucap Raffi sudah mau menggendong Fani.
''Mass, aku ini bukan lumpuh. Aku jalan saja.'' Fani menolak
''Tapi sayang.''
''Mass, aku gak enak.''
''Yaudah biar ku ambilkan kursi roda, aku gak ingin kamu kecapean.''
Fani si dorong oleh Rafi' kemudian keluar dari ruangan kandungan. Di ikuti Fika dan Mami.
''Sama-sama dok.'' balas nya mereka pun pergi dari ruangan dan rumah sakit menuju parkiran.
Tanpa ada yang menyadari, kebetulan sekali ada seorang pria juga baru keluar dari ruangan tempat dia di periksa tadi.
Dan saat keluar di dorong oleh perawat nya dia melihat di depan sana ada satu keluarga juga ada seorang wanita sama di dorong dari kursi roda juga ada satu lagi anak kecil perempuan baru keluar dari ruangan kandungan.
Pria itu menatap intens pada satu keluarga tersebut dia tak mengedipkan matanya sekejap saja. Pria itu tak ingin kehilangan momen melihat wajah wanita yang ia cintai juga wajah putri nya yang sama sekali belum pernah ia sentuh berikan kasih sayang sebagai ayah.
Dia adalah Sean, baru selesai juga melakukan pemeriksaan kaki nya yang patah.
Sean meminta Mila si perawat menghentikan kursi roda dan melihat pada Fani dan anaknya baru keluar dari ruangan tersebut .
Mila dengan patuh menghentikan mendorong nya.
__ADS_1
''Sedang apa mereka di sini?'' ucap Sean pelan tapi penuh pertanyaan.
Fani pun kini sudah hilang dari pandangan Sean sudah pergi jauh, bahkan kini mungkin sudah sampai di mobil bersiap untuk pergi meninggalkan Sean yang masih terpaku di sana .
Sean melihat ruangan yang Fani datangi tadi, Ruangan kandungan.
Deg!
'Kandungan?' Sean langsung merasakan sesak lagi dalam dirinya.
Apa Fani sedang hamil, apa dia mengandung anak dari Pria itu? banyak pertanyaan dalam benak Sean.
''Tuan muda.'' panggil Mila
''Mila, bawa saya ke taman atau ke tempat club' Mila.'' pinta Sean sungguh mengejutkan
''Apa, tidak mungkin Tuan Muda, saya gak bisa.''
''Ah sialan, yaudah bawa ke taman. Saya ingin berteriak yang kencang !'' pintanya dengan membentak
''B-baik.''
Setelah sampai di taman yang indah, tak membuang waktu Sean langsung ''Aaaaaaaaaa! Fani, lagi kau sudah melukai hati ku ini Fani. Kau begitu tega nya, setelah kau memisahkan aku dengan putri kita . Kini kau malah mengandung anak dari pria itu, kau sungguh tega sekali Fani, kau tega! Aaaaaa.'' Sean meluapkan emosi nya dengan berteriak sekencang mungkin dia tak ingin melampiaskan amarahnya pada orang yang tak tepat seperti waktu lalu, dia sudah berjanji pada Mama Rina, tak akan melakukan atau menyakiti perempuan lain lagi.
Saat itu, Mila langsung memutuskan untuk berhenti bekerja dari tempat Sean, Mila takut bila Sean akan melakukan itu atau marah lagi .
Tapi Sean memutuskan untuk meminta maaf pada Mila, ''Mila, tolong maafkan saya, kesalahan saya yang kemarin. Itu saya khilaf Mila. Saya lagi banyak pikiran, saya sedang sakit hati Mila. Tolong maafkan saya, dan kamu gak perlu takut lagi Mila saya berjanji tidak akan melakukan atau mengatakan hal seperti itu lagi padamu. Mila saya berjanji, saya akan berubah.'' janji Sean di hadapan Mila, Papi Yoga, juga Mama Rina.
Hingga akhirnya Mila mau lagi kembali bekerja di tempat Papi Yoga ini merawat Sean, dengan memegang janji Sean. Tapi bila Sean seperti itu lagi maka Mila akan langsung pergi.
💖 TAMAT 💖
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA, YANG SUDAH SETIA SAMPAI SEJAUH INI, MENEMANI KISAH FANI, RAFFI DAN SEAN ... 😘😘