
Rasya langsung membawa Fani pulang ke rumah saat Fani jatuh pingsan, dan sesekali Rasya memberikan aroma kayu putih pada hidung Fani berharap Steffani sadar.
Sambil menyetir Rasya berpikir ia bertanya-tanya apa yang terjadi pada Fani, kenapa Fani sangat ketakutan apa ada yang mau berbuat jahat pada Fani?
''Fan, ku harap kau baik-baik saja.'' gumam Rasya menatap dalam pada wanita yang matanya terpejam di sampingnya ini.
Tiba di rumah Fani yang dulu tapi Rasya merasa aneh karena ini rumah tampak sepi dan Sepertinya kelihatan lama tak di tinggali. Rasya belum tahu kalau Fani dan Mama Rina sudah pindah dari sini..
Rasya keluar dari mobil nya lalu ia berjalan mendekati rumah Fani untuk memastikan. Benar saja pintunya ini di gembok Rasya kebingungan apakah Fani pindah rumah atau bagaimana?
Kebetulan saat itu ada seorang ibu-ibu yang sedang berjalan melewatinya.
Segera Rasya menghentikan langkah ibu itu dan bertanya.
''Permisi Bu, numpang tanya '' ujar Rasya dengan sopan
''Ya Nak, ada apa ?'' sahutnya ibu itu menatap Rasya yang berada di teras rumah Fani yang dulu.
''Ini Bu, saya mau tanya, pemilik rumah ini kemana ya?'' langsung saja Rasya menanyakan.
''Ohh Rina, dia sudah pindah dengan anaknya'' jawab ibu itu memberitahu.
''Oh pindah ya, kenapa ya Bu, kalau boleh tahu?''
__ADS_1
''Iya karena Rina sudah menikah lagi, jadi mereka pindah ke rumah besar milik suami Rina.'' jelas ibu itu lagi.
Rasya tentu terkejut mendengarnya, 'Tante Rina sudah menikah lagi, dan mereka pindah rumah' dalam batin Rasya.
''Maaf Bu, ibu tahu tidak alamat rumah suaminya Tante Rina?'' tanya Rasya kesekian kalinya.
''Kalau soal itu, saya tidak tahu nak, di mana tempat tinggal mereka sekarang.'' jawabnya si ibu
''Ah begitu ya, baiklah terima kasih banyak ya Bu'' Rasya mengangguk hormat.
''Tentu sama-sama'' ibu itu pun pergi.
Rasya jadi bingung harus membawa Fani kemana sekarang..
Oh rupanya Fani membawa ponsel, Rasya tak memikirkan itu sebelumnya.karena ponsel Fani terus berdering Rasya pun coba melihat dan mengambil dari tas Fani.
Tertera nama Mama.. mungkin itu Tante Rina, pikir Rasya.
Dengan cepat Rasya mengangkat panggilan.
[Halo...] suara Rasya
[Halo.. ini siapa? dimana Fani, anak saya ] tanya Mama Rina di balik telpon suaranya jadi cemas
__ADS_1
[Tante, ini Rasya..]
[Rasya, Oh kamu, tapi kenapa bisa ... ]
[Fani pingsan Tan di supermarket, -- ] Lalu Rasya menceritakan yang dia tahu tadi.
Mama Rina meminta Rasya untuk mengantarkan Fani pulang dan tentu Mama Rina memberikan alamatnya..
Kini, Rasya sudah sampai membawa mobilnya ke halaman rumah yang sangat besar Rasya menebak Tante Rina menikah bukan dengan laki-laki biasa karena dari rumahnya saja sudah sangat terlihat dari keluarga berada tentunya...
Di atas sana, seseorang sedari tadi menatap bingung saat melihat ada mobil memasuki pekarangan rumah yang ia tak mengenali sebelumnya.. Siapa yang bertamu? pikirnya..
Rasya membuka pintu mobil dan segera keluar lalu ia memutari mobil dan membuka pintu samping Rasya pun menggendong Fani yang belum belum sadar dan segera akan membawa masuk kedalam..
Orang yang di atas balkon sedari tadi memang memperhatikan matanya langsung terbelalak dan rahangnya mengeras saat orang yang berada di mobil tadi rupanya Fani dan pria itu Rasya .
Sean menatap tajam pada mereka di tambah saat Rasya menggendong Fani, Sean semakin tak suka.
''Mereka, kenapa mereka bisa satu mobil?''
'' Dan Ngapain tuh orang gendong- gendong si Fani segala?'' Sean bergumam.
Dengan langkah lebar Sean turun ke bawah dan akan menemui dua orang tadi.
__ADS_1