Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Mengantarkan pulang


__ADS_3

Setelah selesai menuntaskan hajatnya, Steffani pun bergegas keluar dari toilet ini , dan saat membuka pintu lalu Steffani melangkah keluar, Steffani kaget dengan adanya seseorang yang tengah berdiri di sisi tembok depan pintu samping toilet


'Astaga, dia kenapa masih disini?' tanya hati Fani yang masih kaget .


''Sudah selesai ?'' tanya Sean tak lupa senyuman nya terukir di bibir . Sean menatap Fani


Dan Fani langsung menundukkan lagi kepalanya menatap ke lantai, ia tak berani menatap wajah pria di depannya ini.


''Permisi Kak, aku duluan ya'' ucap Fani pelan ingin melangkah pergi


''Tunggu,'' cegah Sean, yang menahan langkah Fani lagi


''Ada apa ?'' tanya Fani


''Aku mau tanya nama kamu siapa ? Aku lupa '' alibi Sean


''Bukankah tadi Pak Yoga sudah beritahu ya kak'' jawab Fani


''Iya, kan lupa, siapa namamu?'' ulang Sean lagi


''Steffani kak'' jawab Fani memberitahu


''Ohh Steffani, lucu juga nama kamu'' kata Sean sambil manggut-manggut dan senyum-senyum


''Lucu?''gumam Fani merasa aneh, Lucunya dari mana. lanjut hatinya


Fani ingin pergi tapi tangannya masih di cekal oleh pria ini,


''Kamu gak mau tanya nama saya gitu?'' kata Sean tiba-tiba


''Nama kakak, Sean kan?'' ucap Fani


''Iya benar, tapi kan kamu belum tahu ya nama lengkap saya?'' ujar Sean lagi


''Oh ya siapa?'' lebih baik cepat saja Fani mengikuti keinginan pria ini, agar bisa cepat pergi pikir Fani


''Nama lengkap saya itu, Sean Prayoga Irawan '' kata Sean memperkenalkan dirinya dengan lengkap.


''Ohh.'' balas Fani sambil menganggukkan kepala.


''Fani.'' panggil Sean


''Ya kak'' balas Fani


''Fan, kok kamu saya perhatikan sedari tadi melihat ke bawah terus sih Fan, kamu kenapa gak sekalipun menatap saya?'' tanya Sean

__ADS_1


''Em,,, maaf kak'' hanya itu sahut Fani


''Fan, kamu jangan sungkan lagi pada saya, ingat sebentar lagi kita akan menjadi adik kakak loh,'' Sean mengingatkan


''Ah i-iya '' kata Fani masih singkat


''Fan,''


''Ya.''


''Tatap wajah saya.!'' kata Sean memerintah


Tapi Fani tak berani dia masih saja menunduk


''Fan, lihat saya '' tegas Sean


Dengan perlahan Fani mengangkat kepalanya dan menatap pada Sean .


Beberapa saat mata mereka saling bertemu Sean terus memperhatikan wajah Fani dan tiba-tiba berkata ''Fani, kamu ternyata cantik juga'' ucap Sean pelan yang mendadak membuat jantung Fani berdegup kencang.


Fani mundur selangkah, dia jadi takut dan Fani kembali menunduk.


Sean ingin bersuara namun tak jadi sesaat setelah ada suara yang memanggilnya. ''Sean...'' panggil Papi


''Ya...'' sahut Sean berteriak


''Kesini'' panggil Papi lagi


''Ya, bentar.''


''Fan, mulai sekarang biasakan lah ngobrol banyak dengan saya'' ucap Sean Pada Fani


''Kenapa begitu?'' tanya Fani


''Karena kan kita akan menjadi keluarga, masa mau diam diam-an?'' kata Sean


''Oh gitu, ya baiklah'' jawab patuh Fani akhirnya


''Yasudah, ayo kita ke depan lagi, Papi sudah manggil tuh'' ajak Sean


''Iya.''


Fani pun mengikuti lagi langkah Sean di belakangnya.


Lalu keduanya pun menghampiri kedua orangtua Mereka. Dan rupanya sekarang Mama Rina mau mengajak Fani pulang, karena hari sudah sangat malam.

__ADS_1


''Pak, kami pamit pulang dulu'' pamitnya Mama Rina pada Papi Yoga


''Iya Rin, terima kasih kamu sudah mau datang kesini, dan Jangan kapok ya Rin.''


''Hehe, iya pak. terimakasih juga atas jamuan nya'' kata Mama Rina lagi


''Iya iya Rin,''


''Pak, saya pamit pulang'' ucap Fani menyalami tangan Papi Yoga


''Iya Fan, jangan kapok juga ya datang ke rumah Bapak''


Fani pun mengangguk dengan tersenyum.


Dan rupanya, Sean kali ini yang mengantarkan Mama Rina Fani pulang, bukan lagi pak sopir.


Tangan dan kaki Sean memang fokus pada menyetir mobil nya, namuj tidak dengan pandangan nya, yang selalu tertuju pada seseorang di belakang siapa lagi kalau bukan Steffani..


Mobil sudah sampai membawa ibu dan anak ini, ''Tante di mana rumahnya.?'' tanya Sean yang belum tahu


''Ah itu Nak, yang cat Kuning'' jawab Mama Rina memberitahu


''Oh yang Depan itu Tan?''


''Iya benar Nak.''


mobil pun Sean lajukan lagi ke depan, dan berhenti di depan rumah yang ber cat Kuning tadi .


''Terima kasih ya Nak, sudah repot-repot mengantarkan kami'' ucap Mama Rina


''Iya Tan, sama-sama'' balas Sean Sopan.


Sean kembali menahan Fani yang mau pergi mungkin masuk rumah. ''Fani tunggu.''


''Ada apa kak''


''Selamat malam, dan sampai jumpa besok di kampus'' kata Sean tiba-tiba


Fani terkejut, kenapa semanis itu Pria ini, pikir hati Fani.


''iya kak, selamat malam juga, dan aku permisi masuk dulu kak, terima kasih sudah mengantarkan aku juga Mama pulang'' balas Fani dan bergegas cepat masuk rumah.


'Baru kali ini nih gue, mendengar wanita itu berbicara cukup panjang, biasanya singkat terus bicaranya dia.' dalam hati Sean berkata


Setelah itu Sean pun pulang, namun rupanya hari ini masih siang bagi Sean, Sean mengabari teman-temannya yang rupanya masih berada di club', tak buang waktu, Sean pun menyusul teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2