
Beberapa bulan kemudian...
Fani sudah terbiasa hidup satu atap dengan Raffi, Rafi berpikir di jaman sekarang ini marak sekali dengan Pelakor, atau yang di sebut tukang rebut pasangan.
Fani jadi berpikir, bagaimana bila tiba-tiba Raffi juga kepincut dengan wanita lain, sebab dia masih belum memberikan hal nya untuk Raffi.
''Tapi bagaimana cara aku memulai nya?''
''Aku kan malu, bila harus memulai duluan.''
Dan poin pentingnya, Fani kini dia sudah sembuh total tidak lagi bergetar hebat atau ketakutan bila dia dekati Raffi suaminya.
Bahkan ada suatu kejadian saat malam itu ..., ''Mas, mas dokter. Kamu lagi apa di luar begini mas?'' tanya Fani menghampiri Raffi
''Eh Dek, aku lagi menghirup udara segar saja, kamu sendiri ngapain malah keluar ini malam, gak baik untuk mu.'' balas Raff
''Itu mas tahu, kalau ini malam dan gak baik. Tapi lihatlah mas sendiri yang di luar, ayo masuk mas.'' Fani membalikkan ucapan suaminya.
''Hmm kamu ini, bisa saja ya jawb nya. Iya ayo kita masuk.'' Raffi merangkul Fani dan mereka masuk rumah.
Fani membalas dengan cekikikan.
Tanpa Fani tahu, justru karena Fani lah Raffi tadi berada diluar, sebab di bawah nya tengah mengeras dan hidup menjulang saat tak sengaja melihat Fani keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja.
Raffi melihat itu dengan tak sengaja, Raffi tentu adalah pria normal..Dia akan langsung merespon nya tapi Raffi harus menahan rasa sesak ini. Sehingga memilih diam di luar, eh wanita nya malah datang dan menyuruhnya kembali ke rumah.
Entah bagaimana awalnya, tapi kini pagutan itu pun terjadi juga .
Raffi mencium bibir merah Fani dengan rakus nya.
__ADS_1
''mhhhh.''
''Emmmm.'' suara decak ciuman mereka terdengar indah
''Teerima kasih, kamu gak marah kan?'' tanya Raffi setelah ciuman itu terlepas
Fani menggeleng sambil menunduk malu, ''Tidak apa mas.'' jawabnya
Dari saat itu lah, Fani sadar kalau Raffi pasti menginginkan nya, dan setelah kejadian ciuman untuk pertama kalinya itu, Fani sadar kalau dia sudah tak ketakutan.
''Andai mas dokter, yang meminta itu duluan aku akan mau kok.'' ucap Fani berbicara sendiri
''Hmm.lagi ngomong sama siapa? Dan mau, mau apa sayang?'' tiba-tiba Raffi datang dan mengejutkan sambil memeluk Fani dari belakang.
''Eh Mas, kamu ngagetin.'' ujar Fani
''Kamu tadi lagi ngomongin apa, aku samar-samar dengar kamu ada bilang akan mau, mau apa tuh?'' kembali Raff menanyakan mungkin dia penasaran.
''Mas.''
''Iya.''
'Apa kamu setia? Apa kau tidak akan selingkuh mas?'' tanya Fani mengejutkan
Raffi membalikkan badan Fani, hingga kini mereka saling berhadapan. ''Kamu tanya apa, aku selingkuh?'' Fani mengangguk
''Dengar, aku tidak tahu kenapa kamu jadi bertanya seperti itu, tapi yang jelas kamu harus tahu ini Dek. Aku, aku tidak mungkin selingkuh tidak akan. Aku begitu mencintaimu.'' Raffi berkata dengan sungguh-sungguh
''Terima kasih mas, tapi aku takut.'' ujar Fani
__ADS_1
''Takut kenapa hm?''
''Ak-aku takut saja mas, ka-kamu akan selingkuh cari wanita lain, karena aku tidak memberikan hak mu.'' cicit Steffani.
''Ohh karena soal itu, kamu tenang saja aku gak mungkin selingkuh gara-gara ini, aku menerima mu kok, kamu kan belum siap. Dan aku akan menunggu.''
''Tidak mas, aku- a-aku sudah siap kok mas.'' spontan Fani menjawab siap dan mengejutkan lagi
''Be-benarkah?'' Fani mengangguk mantap kali ini.
''Sayang .... '' Raff memeluk Fani
''Aaaaahhh ... ''
''Ooohhh , Masss .''
''Sayang mmhhh, kau nikmat!''
''Masss, Ahhhh.''
''Dek, aku ingin keluar.''
''Masss, a-aku juga, aaahhhhhhhh maasssss'' Fani dan Raff melenguh panjang di malam yang berubah panas ini.
''Terima kasih Fani, karena sudah bersedia melakukan nya dengan ku.''
''Iya Masss, aku juga ucapkan terima kasih kau begitu lembut, dan kau sudah sabar selama ini.''
Cuppp cuppp!
__ADS_1
''Aku Mencintaimu ...''
''Aku juga, massss.''