
Lalu, Dua orang itu dengan cepat mengejar wanita yang baru saja di antarkan oleh seorang pria memakai mobil, yang mereka tahu, itu bukan mobil ecek-ecek.
''Tunggu,'' teriak Doni mengehentikan langkah Fani yang mau masuk.
Lambat lambat juga Fani menoleh ke belakang, karena teriakan seseorang menghentikan nya. Begitu dilihat alis Fani terpaut tapi detik kemudian dia kaget, Itu kan, Teman temannya Sean.
''Tunggu, kamu ini cewek yang semalam kan?'' sekarang Rian angkat bicara, bertanya memastikan pada Fani langsung. Akhirnya Fani juga mengangguk sebagai jawaban, kalau memang dia.
''Jadi kamu kuliah disini juga ?'' tanya Rian terkejut Doni pun ikut terkejut
''Benar kak, aku memang kuliah disini juga, hanya aku masih semester awal.'' jawab Fani menjelaskan
Ck, ''Jadi, apa Selama ini kita satu fakultas ?''
''Benar ''
Sungguh lucu sekali, pikir Rian dan Doni mereka saling tatap dan detik kemudian keduanya tertawa bareng, Kok bisa bisanya, mereka tak sadar akan Fani yang juga selama ini sudah berada di antara mereka.
Fani hanya menatap tak mengerti pada dua pria ini.
''Maaf kak, aku masuk duluan ya, permisi'' Pamit Fani sopan
''Ah ya, baiklah.'' sahut Doni.
lalu Fani melengos pergi dan masuk.
''Kok Lo biarin dia masuk dulu sih Don.'' omel Rian
''Yaelah Yan, emang kenapa, biarin aja dia masuk, gampang nanti kita bisa bertemu lagi dengan nya, dia kuliah disini juga Yan, sekarang lebih baik kita segera temui si Sean, kita beritahu padanya. Kalau adik tirinya ini ada kuliah di sini juga.'' Ucap Doni menjelaskan pada Rian.
Rian manggut-manggut ''Ah iya, omongan lo sih benar juga Don.'' sahut Rian.
''Ya makanya ayo cepat kita cari tuh si Sean.''
''Ok, ayo''
__ADS_1
Rian dan Doni pun melangkah pergi dan mencari keberadaan Sean, untuk membicarakan ini dan memberitahu kan kalau adik tirinya itu rupanya ada di kampus yang sama dengan mereka.
'''Hah, ketemu juga Lo '' seru Doni , begitu sudah menemukan Sean
''Ada apa memangnya ?'' Sean menatap keduanya dengan alis terangkat.
''Se, Lo tahu gak, adik tiri Lo kuliah disini juga Se.'' Rian berkata dengan antusias.
Sean lagi menatap dua temannya bergantian 'Sial, kenapa bisa, Mereka tahu juga kalau si Fani kuliah disini' batin Sean
''Kalian salah lihat kali.'' ucap Sean datar
''Lo ini, kita lihat langsung Se,'' Rian berkata
''Iya Se, bahkan kita ngobrol bentar sama dia'' sahut Doni
''Ho'oh, gue tanya langsung pada orangnya, dia mengangguk katanya benar, itu dia'' tambah Rian lagi.
'Jadi beneran mereka melihatnya.'
''Tapi kok kita gak pernah sadar ya.'' kekeh Doni
Rian manggut-manggut.
''Oh ya Se, Lo pasti belum tahu juga'' kata Doni lagi
''Apaan?'' tanya Sean masih menunjukkan wajah datar
''Adik tiri Lo itu tadi di anterin sama laki-laki, apa dia sudah punya pacar Se?'' ucap Rian menjelaskan yang tadi di lihat pada Sean.
Kali ini Sean tak se santai tadi, Sean langsung duduk tegak dan menatap Rian dengan serius. ''Lo yakin dia datang bareng cowok ?' tanya Sean memastikan.
''Iya Benar Se, gue juga lihat.'' Doni pun menyahut dan berkata benar.
Lalu Sean sekarang jadi tidak fokus pada mata kuliah hari ini, ia lebih memikirkan siapa laki-laki yang di lihat dua temannya ini.
__ADS_1
'Siapa ya tuh cowok, apa benar kah itu pacarnya?'
'Gak, gak mungkin, cewek lugu itu punya pacar ' tolak hati Sean .
'Tapi, kalaupun iya , ya bisa jadi, dia kan normal, dan cantik.'
Namun, Sean merasa tak suka dengan kenyataan bila Fani ternyata mempunyai kekasih.
'Sial, gue gak bisa fokus, Fani. Gue harus segera temuin Lo.!' lanjut batin Sean yang sedari tadi terus berbicara.
Sementara itu, sekarang di rumahnya Mama Rina. kini waktu sudah siang hari. Tapi Mama Rina masih belum tahu Fani anaknya ini pergi kuliah dengan siapa. Pasalnya, motor Fani ada, jadi Fani berangkat itu sama siapa.?
''Bagaimana, sudah tahu Fani berangkat sama siapa?'' tanya Papi Yoga yang kebetulan masih berada di rumah Mama Rina.
Mama Rina menggeleng ''Belum Pak, ini belum ada yang bisa di hubungi, juga Fani mungkin lupa bawa ponselnya.'' jawab Mama Rina sambil nunjukin pondel Fani.
Papi Yoga menanyakan kampus Fani dimana, bermaksud untuk memudahkan, tapi saat Mama Rina menyebutkan nama kampus Fani, Papi pun bernafas lega, karena rupanya itu juga adalah kampus anaknya Sean.
Maka, si Papi segera, mengirimkan pesan singkat kepada anaknya. Agar bertanya dan mencari Fani di kampus, lalu tanyakan tadi berangkat dengan siapa, Papi berpesan kalau perlu, pulangnya Sean bareng saja dengan Fani. begitu pesan singkat Papi Kepada Sean..
Hmm,,,,. Bagai angin segar bagi Sean. Memang mungkin ini keberuntungan baginya. Sean tak perlu mencari alasan, untuk bertanya langsung pada Fani, dan jelas Sean penasaran siapa tadi yang mengantarkan Fani kuliah.
Tak perlu capek-capek, sekarang Sean dengan semangat akan menghampiri Fani, dengan alasan karena pesan Papi dan Mama Rina. Padahal yang sebenarnya, Sean sendiri juga sangat penasaran sangat-sangat ingin tahu.
Kini waktunya
Pulang kampus.
Sean dengan cepat, mencari Fani, jangan sampai dia terlambat dan Fani sudah pergi.
Sean sudah tahu dimana letak kelas Fani, dengan berlari Sean pergi ke kelas wanita itu.
Tak perduli dengan tatapan yang lain, tatapan wanita yang menatap heran dan penuh tanya, mungkin penasaran kenapa dengan Sean.
Sial, saat mau masuk kelas Fani, Sean menubruk tubuh seseorang yang juga mau keluar Kelas. Al hasil sekarang, Tubuh Sean ambruk di atas tubuh orang itu, yang ternyata seorang wanita, dengan sigapnya tangan Sean menahan kepala si wanita , sehingga kepala orang itu tidak membentur lantai...
__ADS_1
''Awhh..!'' tentu sang wanita meringis sakit dan kaget bersamaan.