Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Selamat, kebahagiaan datang


__ADS_3

Papi datang ke apartemen saat itu juga bersama mama Rina. Untuk memberikan pelajaran pada Sean Anaknya.


''Sean, apa apaan kamu ini. Kenapa berbuat hal yang sama lagi Sean ...?'' Papi marah besar


''Pi, maaf Pi, Sean khilaf. Sean tak bisa mengendalikan emosi Sean, dan ini semua gara-gara Papi.'' ujar Sean balas menyalahkan Papi Yoga.


''Apa maksudmu Sean?'' Papi rahang nya mengeras


''Ya ini semuanya salah Papi, Papi yang sudah menikahkan Fani dengan pria sialann itu Pi, Sean gak terima, harus nya Sean yang menikah dengan nya Pi ... '' Sean mengungkap kan isi hati pikirannya.


''Sean dasar lah, dia itu sudah menjadi istri orang Se. Yang artinya kalian gak berjodoh Se, Papi mohon sadar lah .'' Papi menangis.


''Tapi Pi, Sean cinta Fani Pi ... Se, gak mau kehilangan nya.''


''Sean, belajar lah iklhas Nak. Tante tahu yang kamu rasakan Sean, Tante tahu. Kau mencintai anak Tante begitu besar, tapi apa kau percaya dengan takdir Tuhan Se? Semua sudah di digariskan sayang , kematian dan jodoh semua sudah di atur Nya. Tinggal dimana kita bisa menyikapi semua itu Sean.


Kau ingat Fani, dia sama terpuruk nya seperti mu sekarang ini, tapi Fani ikhlas hingga dia bisa kembali menjalani hidup nya, maka Tante mohon padamu. Kau juga belajar kah iklhas, dan sabar. Kuatkan hatimu, jalani lah hidup yang baik Nak, Tante tahu dan sangat yakin kau adalah anak yang baik begitu baik. Kau kebanggaan Papi mu, Tante ingin kau belajar dewasa, berpikir tentang masa depan yang baik. Lupakan rasa itu, hiduplah seperti dulu, Dimana kau menjadi orang yang terbaik yang membanggakan Ayah mu. Kau belajar ikhlas Sean.'' nasehat Mama Rina panjang lebar.


Degh!!


Perkataan Mama Rina ini menyentuh hati Sean sekali.


Sean menatap Mama Rina, ''Tan, aku sudah jahat. Aku iblis, aku pengecut, tapi kau- kau mau kah kamu memaafkan ku Tante , yang hina dan berdosa ini?'' untuk pertama kalinya Sean memohon pada orang dan menangis juga .


Mama Rina cepat menganggukkan kepalanya, ''Tapi ini semua kau harus berjanji dulu. Maka aku akan memaafkan mu.''


'Aa-apa Tante?''


''Jadi orang yang baik, dan jangan pernah lakukan hal seperti itu lagi, lupakan yang terjadi. Tante ingin kau jauhi sifat mu yang kemarin, dan kau harus meminta maaf pada Fani juga pada Mila. Kau setuju? Dan kau harus menepati janji mu, untuk tak melakukan nya lagi!'' tegas Mama Rina.


Sean diam cukup lama, dia mencerna ucapan Mama Rina, lalu pada akhirnya ... Sean mengangguk mau dan dia berjanji akan melakukan yang di pinta Mama Rina. Juga Sean sudah berjanji dalam dirinya sendiri.


Sean tersentuh dengan kebaikan wanita baya itu, Sean ingin menebus kesalahannya, dengan berbakti pada Papi Yoga dan Mama Rina.


**


Fani dan Fika sedang menunggu kepulangan Raffi dari tugasnya di rumah sakit.


''Mama, Fik ingin sekolah ma.'' pinta anak itu


''Mau sekolah ya, iya nanti tahun depan ya sayang.. Sekarang kan belum cukup umur nya Fika.'' beritahu Fani mengusap wajah Fika Anaknya


''Apa masih lama, ma?'' tanyanya kembali

__ADS_1


''Em, tidak lama kok Nak. Sekitar lima bulan lagi Fika sekolah TK ya.'' ujar Fani


''Satu, dua, tiga , empat, lima ma. Ah iya sebental lagi.'' Fika yang pintar menghitung angka sampai lima dan katanya iya sebentar lagi dirinya sekolah.


Fani hanya tersenyum, padahal sebenarnya tidak se sebentar menghitung Seperti tadi itu. Hehehe


''Mama, ayah Napa lama ya belum pulang ?'' ujarnya sama menunggu Raffi


''Iya gak tau Nak, mungkin lagi di jalan.'' balas Fani


Tiba-tiba Fani malam-malam begini ingin makan yang pedas tapi juga yang asam .


[Mas ]


Ting bunyi ponsel Raffi. Cepat pria itu membalas .


[Ada apa sayang?]


[Mas kamu masih di jalan sudah mau pulang?]


[Iya sudah sayang, ini lagi di jalan kenapa?]


[Mass aku ingin yang asam-asam nih, tapi pedas ya mas.] pinta Fani


[Iya gak tahu nih Masss, tiba-tiba saja aku mau itu. Mas Tolong belikan ya.] kembali pinta Fani


[Iya baiklah sayang, apa yang kau mau bilang saja sama Mas, gak perlu sungkan ya. Mas akan carikan yang kau pinta .] balas Raffi


[Baik mas, terima kasih. Dan hati-hati ya Suamiku.]


[Siap sayang .]


Saat Raffi pulang dan membawa kan yang Fani minta, untunglah Raffi dapat buah serta rujak nya di malam-malam begini. Fani pun memakan nya dengan lahap.


''Mas mau?'' Fani menawarkan


Raffi menggeleng, ''Tidak sayang, mas kok ngilu lihat kamu makan yang buah yang asam itu. Untuk mu saja.''


''Mas, ini gak asam kok. Hmm manis malah mas.'' Fani semakin melahap nya.


**


Pagi harinya,

__ADS_1


"Hoekkk hoekkk" Fani bangun tidur segera beranjak dan dia langsung berlari ke kamar mandi.


hooekkkkk'' Fani memuntahkan isi cairan di perutnya pagi ini.


Raffi pun langsung terbangun ketika istrinya ini muntah-muntah.


''Sayang kenapa hm?''


''Mass aku mual, aku juga pusing.'' ujar Fani dengan memegang kepalanya.


''Kau sakit?'' Raffi cemas


''E-entahlah Masss, ta-tapi aku lemas.'' lirih Fani


''Ayo kita bersiap ke dokter sayang.'' walaupun Raffi ini seorang dokter, namun dia bukan spesialis nya.


Raffi menggendong Fani dengan menuruni tangga rumah nya.


''Raff, Fani kenapa?'' tanya Mami cemas


''Mama, mana kenapa ayah?'' Fika ketakutan saat Fani di gendong.


''Ayah juga tidak tahu sayang, ini mau bawa kerumah sakit .'' balas Raffi


''Ayah ikut .'' pinta Fika


''Biar Fika dengan Mami, ayo kita ke rumah sakit .


''Baik mi.''


Sampailah di rumah sakit Mereka.


''Dok, tolong periksakan istri saya, dok.'' ucap Raffi segera dan membaringkan Fani.


Dokter pun cepat memeriksa Fani. Kemudian dokter menatap bertanya. ''Buk, kapan terakhir Anda haid?'' tanyanya


''Em, dua bulan lalu dok.'' jawab Fani


Dokter tersenyum pada Raffi dan Fani juga Mami.


''Dok, a-pa istri saya ...?''


Dokter mengangguk, ''Benar Pak, selamat!''

__ADS_1


''Alhamdulillah ...''


__ADS_2