Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Setengah harta untuk jaminan Sean


__ADS_3

Pada akhirnya Fani harus di bawa ke rumah sakit jiwa untuk di periksa dan penyembuhan total. Saat di bawa pergi Fani berontak dia sangat tidak mau di bawa ke manapun, apalagi saat Fani melihat ads dokter Raffi juga Rasya dan perawat laki-laki lainnya.


''Lepas....''


''Ku bilang lepaskan, jangan.... Tidak....'' jerit Fani menolak di sentuh.


''Dok, kita tidak bisa pergi seperti ini sebaiknya lakukan saja hal itu Dok.'' ucap perawat yang kewalahan membujuk dan membawa tubuh Fani untuk ikut ke mobil.


''Hm, ya kamu benar.'' angguk dokter Raffi


Maka dengan terpaksa lagi dokter Raffi menyuntikkan obat penenang agar mereka bisa leluasa untuk membawa pasien secepatnya ke rumah sakit tersebut.


Tubuh Fani sekarang mulai melemah dan sudah bisa di angkut oleh para perawat yang tadi sempat kesusahan karena Fani terus berontak.


Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai di halaman rumah sakit harapan yang begitu luas dan terawat.


Fani di dorong memakai brangkar lalu segera di masukkan ke kamar yang memang di sediakan untuk orang yang mengidap gangguan kejiwaan.


Namun Mama Rina meminta Fani di pisahkan dengan pasien yang lain karena kondisi Fani ini tengah mengandung, Mama Rina takut bila nantinya di dalam sana Fani di jahatin oleh orang lain seperti yang sering Mama Rina tonton di televisi.


Mama Rina mengikuti Fani yang di dorong oleh para perawat itu hati Mama Rina sangat sakit teriris tidak pernah sebelumnya Mama Rina membayangkan akan menginjak tempat seperti ini.


Tapi hari ini, justru anaknya yang harus berada di tempat itu. Sungguh Mama Rina tidak akan semudah itu memaafkan perbuatan Sean.


Sampai di kamar yang dimana sekarang ini akan menjadi hari-hari Fani lalui yaitu di sini.


''Sayang anakku, cepatlah sembuh ya sayang.'' mengusap kepala Fani


''Mama akan mendoakan kesembuhan mu, Mama selalu bersama mu.'' ucap Mama lagi terisak-isak

__ADS_1


''Fani anakku, yang kuatlah sayang kau menghadapi cobaan hidupmu ini..'' nasehatnya.


''Mama bersama mu Nak, walaupun kita harus jauh sekarang tapi percayalah kau tak sendiri, kami semua bersama mu mendukung kesembuhan mu.'' lanjut Mama Rina dengan menatap semuanya yang berada di ruangan ini.


Seolah ingin mengatakan pada Fani bahwa Fani tak sendiri, di sini banyak orang yang menyayangi Fani.


''Nyonya, mohon maaf. Tapi ini sudah waktunya untuk pasien istirahat, Anda bisa kembali besok hari.'' dengan berat hati dokter Raffi harus meminta Mama Rina meninggalkan pasien yaitu Fani.


Mama Rina mengangguk tanda ia mengerti.. ''Baiklah Dok, saya akan pulang dulu.'' menatap Dokter Raffi yang menunduk hormat pada Mama Rina.


''Dok, tolong sekali tolong anak saya.'' pinta Mama Rina penuh harapan.


''Sembuhkan lah anak saya, seperti saat ia kemarin.'' Mama Rina menatap Fani


''Tentu Nyonya, karena itu sudah menjadi tugas saya namun semua kembali pada Tuhan yang mengatur semuanya, nyonya serahkan semua padanya.'' sahut dokter Raffi begitu bijak


''Ya Anda benar Dok.'' Mama Rina mengangguk paham


Sementara di dalam kantor polisi,


Sean sedang marah-marah pada seseorang di balik telpon.


[Mom, apa kau tidak sayang padaku lagi?] teriak Sean sangat marah


[Se, maafkan Mami. Mami baru tahu kalau kamu di penjara, i.m sorry Nak.] di sebrang sana Mami Sarah justru sedang berlibur bersama suami muda nya itu


Dan hal itu membuat Sean murka. Karena di sini ia sedang tersiksa tapi di sana ibunya sedang memadu kasih dengan suami benalu nya itu. Sungguh sangat membuat Sean begitu murka.


[Ok, kalau begitu cepatlah pulang dan segera urus jaminan ku Mi, Sean ingin keluar hari ini juga! Se, udah gak tahan Mami di sini ... Se merasa tersiksa please Mi.!] tegas Sean meminta Mami Sarah secepatnya membebaskan nya di tempat terkutuk ini.

__ADS_1


[Iya kamu tenang saja, Mami akan membebaskan mu secepatnya. Tapi Sean Mami kecewa padamu, kenapa sih kamu bisa seceroboh ini? Apakah tidak ada lagi wanita lain yang lebih pantas untuk kau tiduri selain wanita kampung itu hah?]. jelas Mami Sarah marah besar karena Sean anaknya melakukan hal gila, di tambah itu dengan seorang wanita kampung yang mengejar harta mantan suaminya yang begitu Mami Sarah benci. Sungguh membuat Mami Sarah hampir gila.


[Sudahlah, Sean tidak butuh ceramahnya Mami.. Pokoknya cepat kembali! Dan urus jaminan itu.] Sean tidak mau mendengar omongan sang Mami yang menyalahkan nya.


Saat Mami Sarah menghubungi pengacara nya , Mami Sarah terkejut karena Sean tidak bisa di keluarkan dari jeruji besi itu sekalipun dengan jaminan.


Karena rupanya Papi Yoga atau Papi Sean sendiri yang menguatkan kasus ini agar tidak ada yang bisa membebaskan para penjahat-penjahat itu.


''Sial, kenapa Mas Yoga malah membela wanita murahan itu,'' teriak Mami Sarah marah kesal


''Sepertinya ini akal-akalan mereka berdua, yang memang mau hartanya Mas Yoga.''


Karena Mami Sarah juga mendengar kabarnya kalau Sean sudah di coret dari daftar keluarga dan dari harta warisan Sean tidak akan mendapatkan harta sepeserpun dari harta milik Papi Yoga nantinya.


Sehingga semakin kuat lah tuduhan dan anggapan Mami Sarah Kepada Mama Rina dan Fani yang memang ini katanya


rencana mereka menginginkan harta. Sehingga Sean di jebloskan ke dalam penjara dan tak dapat harta warisan lagi.


Lalu pengacara nya memberikan kabar lagi ada satu cara untuk bisa membebaskan Sean dari jeruji besi itu..


[Katakan saja apa jalan nya, agar putra ku di bebaskan.!] ucap Mami di telpon pada pengacaranya


[Bisa Nyonya, tapi dengan menyerahkan setengah harta milik Nyonya. Maka jaminan akan mudah untuk membebaskan Tuan Muda.] begitu rupanya yang di sarankan oleh pengacara nya


Dan hal itu di ketahui oleh si benalu alias Reno suami mudanya ini.


telinga Reno seketika panas


'Kurang ajar tidak akan semudah itu harta yang gue tunggu-tunggu hilang, hanya untuk membebaskan anak sialan itu tidak akan pernah gue biarkan!' Reno tersenyum Smrik..

__ADS_1


Selanjutnya ada rencana indah dari Reno..


next bab 🥰🥰


__ADS_2