Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Vidio menunjukkan anak siapa itu!


__ADS_3

''Sejak kapan aku menikah ? lalu, kenapa laki-laki ini mengatakan ini adalah anaknya dan di suamiku ? apakah benar kita telah menikah ?'' banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepalanya Fani, tapi anehnya Fani tak mengingat apapun soal pernikahan.


''Aku tidak ingat kalau aku sudah menikah, dan dia aku seperti baru mengenalnya.'' lanjut Fani dengan suara lirih.


''Nona Fani, mulai sekarang jangan lagi memukul perut mu ini. Karena di dalamnya ada seorang bayi.'' ucap Raffi pada Fani


''Hm seorang bayi, tapi benarkah ini anak mu?'' sungguh Fani masih ragu


''Ya tentu saja, ini ... Anak ku.'' namun Raffi sedikit kaku ,


Tuhan, aku tak bermaksud apa-apa hanya aku ingin menolongnya dan juga anaknya agar tak terjadi sesuatu pada bayi tak berdosa itu.. ucapnya di hati Raffi.


Fani pun walaupun ragu tapi dia sedikit lega karena rupanya dia telah memiliki anak dan mungkin suami.


''Oh ya mas, bila ini anakmu apa ... Artinya kita telah menikah begitu, dan juga apa mas ini adalah suami saya ?'' tanya Fani


''Hm iya.'' balas Raffi singkat


''Tapi aku benar-benar tidak ingat apapun, lalu kapan kita menikah nya maksudku aku pun sedikit lupa dengan mu.'' tanya Fani dengan nada pelan di akhir kalimat takutnya menyinggung Raffi.


Dokter Raffi tersenyum , ''Kita kenal dari satu tahun yang lalu. Namun saat beberapa bulan kita telah menikah kau mengalami kecelakaan sehingga kau kehilangan sebagian ingatan mu.'' terpaksa harus kebohongan yang Raffi katakan ini


''Oh jadi itu penyebabnya?.'' tanya Fani mungkin sedikit percaya.


''Ya begitulah.''


Dari sejak awal kehamilan Fani ini tidak pernah mengalami morning sickness tidak sehingga Fani tak mengalami mual dan muntah, juga Fani ini kehamilannya tidak cenderung akan bau bila mencium aroma wangi maupun masakan.


Sehingga Fani tak sadar bila sebenarnya dirinya ini sedang hamil. Kemudian saat Fani sedikit sadar perutnya ini mulai membesar Fani pun langsung histeris seperti tadi, Fani tak ingin hamil di luar nikah.


Namun untunglah kata Fani karena anaknya mempunyai seorang ayah, yaitu dokter yang beberapa bulan ini menemaninya.


Saat itu Fani bertanya akan satu hal pada dokter Raffi.


''Aku ini dimana?'' Fani menanyakan tempat ini yang dia tidak kenali sebelumnya.


''Kau sedang di rumah sakit, kau sakit.'' begitu jelas dokter Raffi waktu lalu.


''Sakit, aku sakit apa?'' tanya Fani


''Tidak terlalu bahaya kok jangan di pikirkan, kau ini sakit di kepala mu. Kau mengalami benturan cukup keras.''

__ADS_1


''Apa? benarkah itu ?'' Fani terkejut.


''Iya saat itu kau sedang naik kendaraan lalu mengalami kecelakaan sehingga dirimu sekarang ada di sini.'' jelas nya Raffi kembali tentu dengan sedikit kebohongan.


''Apa Anda seorang dokter?'' tanya Fani begitu melihat jas yang di pakai Raffi kini.


Raffi mengangguk, ''Iya benar Nona saya dokter.''


Dan dari sejak itu, Fani pun mulai terbiasa bertemu dan ngobrol dengan Raffi karena Fani pikir pria ini tak berbuat jahat padanya.


Suatu hari...


''Dokter saya takut dengan nya.'' tunjuknya pada Rasya saat Rasya mengunjungi Fani.


''Nona, tenanglah ini kan teman kamu, Rasya.'' beritahu dokter


''Rasya ? Tidak itu bukan Rasya, tapi dia orang jahat pergi ... '' Fani histeris lagi ketika mengingat memori mengerikan itu.


''Fan, ini aku Rasya.'' ujar Rasya


''Tidak mau, jangan mendekat. Pergilah!'' sudah ketakutan.


Maka dari itu Rasya tak lagi menengok Fani dari jarak dekat juga Rasya merasa kasihan pada Fani Sahabatnya.


Hingga hari-hari di RSJ ini Fani pun dekat dengan dokter Raffi dan juga perawat yang setiap hari menemani juga membantu keperluannya.


Suatu hari...


Fani mengingat satu hal, bila dia telah menikah dengan Raffi, lalu kenapa dia tak pernah tidur bersama dengan dokter itu.


Namun saat Fani memikirkan ke arah sana hal yang berbaur dengan pernikahan atau soal ranjang kepala Fani akan sakit, dan bayangan aneh justru muncul di kepalanya.


''Aahhhh, aku tidak bisa ingat ke sana bahkan kini kepala ku sakit.''


''Ya baiklah, mungkin karena aku sedang sakit jadi mas Raffi tak mau tidur dulu.'' dengan memegang kepalanya.


Sean baru mendapatkan kabar bahwa Fani perutnya sudah membesar, dan juga dia dapat lagi kabar kalau anak nya itu rupanya anak si dokter yang menangani Fani.


''Hahaaa... Rupanya benar kan, dia itu bukan lah wanita baik-baik. Dia itu melakukan nya dengan banyak pria.'' Sean tertawa keras di suatu tempat rumah sakit jiwa.


Saat mendengar kabar soal anak yang di kandung Fani , rupanya itu anaknya dokter yang menangani Fani Sean pun tertawa dengan sangat keras di kantor polisi.

__ADS_1


''Tapi tuan muda, teman-temannya Anda menginginkan anda untuk melihat satu Vidio.'' ucap pengacara yang masih saudara dekat dengan Papi Yoga..


Sean saat itu meminta bantuan pada Paman Yo.


''Vidio apa itu?'' tanya Sean.


''Em anu Tuan Muda, Vidio saat anda melakukan hal itu terhadap Nona'' jelas paman Yo.


''Vidio, memang siapa yang berani memvidio nya sialan. '' Sean nampak marah tak terima.


''Anda lihat sendiri saja Tuan Muda, mereka hanya menyuruh saya untuk memberikan Vidio di ponsel ini.'' ucap di paman Yo.


''Kenapa ada padamu paman?'' menatap tajam


''Tidak bukan begitu tuan muda, hanya ini kemarin di titipkan di saya sebenar cuma untuk memberi tahukan pada anda.''


''Yasudah berikan padaku.'' pinta Sean.


Paman Yo memberikan ponsel itu lalu di ambil oleh Sean dan pria bej-at yang memiliki Cinta luar biasa untuk Fani pun dia mulai membuka isi Vidio tertulis kata-kata 'Sean ini bukti, bahwa bayi itu anakmu!'


''Heii apa-apaan ini, siapa bilang itu anak ku. Bukankah itu anak mereka juga!'' Sean merespon dengan marah.


Lalu karena penasaran dengan isinya juga penasaran dengan maksud kata-kata itu, Sean segera memutar Video tersebut.


Saat baru awal dia melihat, badannya langsung menegang dan mematung. 'Sial, Fani. kenapa kau mau main dengan di brengsek Ryan?' Sean marah


''Gak bisa, gue gak sanggup melihat ini.'' Sean mulai menitikkan air mata ketika melihat jeritan Fani.


Ingat sekarang Sean dalam keadaan sadar.


''Gak Fani ... Kenapa Lo gak kabur aja sih'' sudah gila Sean


Tapi kemudian matanya menangkap sesuatu.


''Sean, ketika Lo melihat Vidio ini. Tolong maafkan kami yang sudah menerima tawaran Lo, untuk menyentuh Fani. Tapi kami menyesal Fani dan untuk Lo, kami minta maaf. Tapi bila kau hamil nanti percayalah itu anak Lo Sean, karena sebelumnya kita melakukan itu kepada Fani. Kita memakai pengaman. Se, Fani. Percaya ke kita.


Se, Fani. Maafkan kami..''


''Heh tak mungkin,'' tapi lagi Sean menemukan bukti saat sebelum tiga temannya berbuat hal keji, memang mereka memakai dulu pengaman dan dari yang Sean lihat dengan sadar, rupanya mereka hanya bermain di atas nya Fani yaitu hanya bibir dan bawahnya cuma sekedar di gesek- gesek doang tanpa masuk.


Mungkinkah Fani murni hanya berbuat seperti itu dengan Sean saja, dan jawabannya adalah ya!.

__ADS_1


Walaupun Fani menjerit ketika tiga temannya Sean seperti melakukan itu, nyatanya jeritan Fani ini hanya suatu ketakutan dan merasa terhina.


''Sial, jadi maksudnya itu anak gue? Hahaaaaaa tapi tidak mungkin. Bukankah si dokter kesiangan itu mengatakan bahwa itu anaknya'' tuduh Sean belum bisa menerima namun Vidio ini malah mengingatkan nya dengan tubuh Fani yang nikmat..


__ADS_2