Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Siapa orang-orang itu


__ADS_3

Mila baru saja sampai di rumah nya itu, malah langsung mendapatkan kabar yang tak mengenakan. Dimana dia mengetahui akan di jodohkan dengan juragan yang sudah tua, dengan seumuran bapak nya Mila itu.


Mila langsung terduduk lemas, dia sangat shock tidak menyangka kalau bapaknya ini dengan tega mau menikahkan Mila yang masih muda dengan pria tua seumuran bapaknya.


''Bu, Mila gak mau Bu.'' ucap Mila dengan lirih


''Sabar Mil, ibu Coba bicarakan dulu dengan bapak mu ya.'' ucap ibunya menenangkan


''Bu, kenapa bisa bapak sangat tega mu menjodohkan seperti ini Bu ? Padahal bapak tahu kalau pak juragan itu sudah tua Bu. Apa bapak tidak punya perasaan Bu , apa Bapak gak memikirkan Mila ?'' kini Mila menangis merasakan sakit hati.


''Mil kamu tenang dulu , awalnya juga ibu sangat tak setuju Mil, ibu gak mau kamu di jodohkan Seperti ini, ibu sudah berkali-kali menolak dan melarang bapak mu melanjutkan semua ini, bahkan ibu begitu tak setuju ibu marah ketika mendengar kata BAPak mu kau setuju untuk menerima perjodohan. Ibu marah ibu gak setuju Nak.'' ungkap ibunya


''tidak Bu, Mila gak pernah tahu dan gak sekalipun Mila menyetujui perjodohan gila ini. Mila tidak terima.'' tegas Mila memang dia tidak tahan menahu dan bapak nya ini begitu jahat Sudah membohongi Mila dan ibunya.


''Iya ibu tahu, pantas kau mau pulang dan menerima begitu saja, rupanya kit Sudah di bodoh-i bapak mu.'' ucap Ibu ikut kecewa


''Bu, tapi kenapa bapak bisa melakukan hal seperti itu apa bapak gak sayang Mila hikkks Bu?''


''Mil.'' ibunya memeluk Mila


''Karena bapak Punya banyak hutang kepada juragan Endang.'' tiba-tiba bapaknya masuk dan menyahut dari luar


Mila dan Ibunya kaget, ketika bapaknya datang dan menyebutkan hutang. ''Hutang?''


''Hutang apalagi hah, bukannya sudah ku bayar semuanya hutang mu, dengan uang dari Mila anakku?'' teriak Ibu marah


''Hutang ku Masih banyak pada tuan Endang. Dan syarat untuk membayarnya adalah dengan menjodohkan Mila dan juragan.'' ucap si bapak mengatakan hal mengejutkan.


''T-tidak pak.'' tolak Mila dia menggeleng


''Kau harus mau Mila, atau kau ingin kami di tahan di kantor polisi Mila.''

__ADS_1


''Apa maksudmu Samar?'' teriak ibu Mila begitu frustasi


''Ya Dijah, aku berhutang banyak Sangat banyak, dan batas ku untuk melunasi hutang ini sudah lewat jatuh tanggal nya.. Dan juragan Endang memintaku membayar kalau tidak dia mengancam akan menjebloskan kita.'' ungkapnya bapak Mila itu


''Apa kita? Kau saja yang ke penjara, kenapa bawa-bawa aku hah? Kau yang berbuat bahkan kau yang meminjam tanpa ku makan ataupun ku ketahui, enak saja kau bawa-bawa aku, cuihh.'' ibu Mila protes dan tak setuju dia harus terkena imbasnya juga.


''Dijah ... Kau jangan lupa, hari kemarin Minggu lalu, kau ku ajak berjalan-jalan dengan si Roni ke pasar malam, kau membeli ini dan itu kau berbelanja dan ya kau makan bakso makan seblak, makan ceker. Uang dari mana itu Dijah, kalau bukan karena aku dapatkan dari meminjam. Hahaaa'' sungguh tidak waras bapak Mila ini.


''A-apa itu Samar? Bukankah kau bilang, itu uang dari Mila?'' ibunya shock


''Bukan Dijah. Itu dari hasil aku pinjam pada juragan Endang.'' jelasnya Samar.


Dddduuuaaarrrrr


Ibu nya Mila shock dan langsung menangis ''Sayang maafkan Ibu, ibu gak tahu akan seperti ini .Ayo nak lari Nak, cepat pergi Nak, ayo pergi.'' teriak ibunya dengan menyuruh Mila untuk kabur


''Hei tidak bisa, jangan pergi Mila.'' teriak bapaknya menahan Mila


''Bu, tidak Bu. Mila gak bisa meninggalkan ibu.'' Mila bingung dia tak sanggup bila Ibunya yang menjadi korban nantinya bila dia pergi, sebab Mila tahu bagaimana dengan perangai juragan Endang itu..Kejam dan pemaksa. Tapi Mila juga tidak mau menjadi istri ke delapan pria iblis itu.


''Jangan pergi kamu Mila, kau harus membayar jasa ku. Yang sudah merawat mu dari sejak kau bayi, kau gak mau di sebut anak durhaka bukanl. Kau harus berterima kasih padaku, yang mau merawat mu padahal kau bukan anakku.'' ujar bapak Mila


''Samar.'' Ibunya berteriak


Jddduuarrr


''A-apa Pak, apa ini maksudnya.?'' Mila kebingungan


''Ya kau hanya anak pungut dari jalanan, kau anak haram yang di buang oleh orang tuamu. Dan kami merawat mu, kami membawa mu pulang. Jadi sudah sepantasnya kau membalas kebaikan kami.'' jelas bapaknya mengungkapkan rahasia bertahun-tahun ini.


''T-tidak mungkin, Bu jelaskan ini tidak kan Bu. aku - a-aku anaknya ibu kan?''

__ADS_1


Tapi ibunya bergeming.


''Bu ...?''


''M-mila?''


''Cepat ayo kau harus menikah dengan si juragan, dan hutang ku akan lunas.'' tiba-tiba dengan paksa bapaknya itu menarik Mila dan akan membawa pada tempatnya si juragan tukang kawin.


''Tidak aku gak mau.'' Mila berkontak


''Jangan Samar, jangan bawa anakku Mila.'' cegah ibunya menahan suaminya yang akan membawa Mila.


''Bu Mila gak mau.''


''Mil, ayo lari ...''


''Aaaaaaakkkk, sialan.''


''Mil, cepat pergi ...''


''Bu maafkan Mila.'' Mila pun keluar dari rumah dengan berlari menyelamatkan diri , sementara bapaknya di cekal ibunya dan tadi Ibunya menggigit Bapak Mila yang jahat itu.


Mila melangkah keluar melewati pintu luar, tapi saat akan pergi semakin jauh, tangan Mila tiba-tiba di cekal seseorang yang berbaju serba hitam. Bahkan ada tiga pria yang berdiri di depan rumah ibunya Mila ini.


''S-siapa kalian?'' Mila kaget dan ketakutan


''Mari ikut kami.'' perintahnya dengan menarik Mila


''Tidak, aku gak mau. Lepaskan ....''


''Lepas!''

__ADS_1


__ADS_2