Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Kamu cantik


__ADS_3

Hari ini juga Sean akan mengutarakan isi hatinya kepada Mila si perawat, yang sabar membantunya untuk berjalan dan tentunya merawat Sean selama ini.


Sean berjalan menemui Bibi dan akan menyuruh mengantarkan paper bag untuk diberikan kepada Mila.


''Bi,'' panggil Sean


''Eh iya Den, ada yang bisa Bibi bantu?'' ucap Bibi di dapur


''Bi, tolong ini berikan pada Mila ya dan suruh dia untuk memakai nya juga setelah itu segera temui saya di ruangan depan!'' pinta Sean memerintah


''Oh baik Den, Bibi antarkan sekarang ya.''


''Ok Bi, makasih ya.'' bahkan Sean yang sekarang ini tidak ragu untuk mengucapkan terima kasih tidak seperti Sean yang dulu yang menganggap orang miskin itu tidak pantas di perlakukan baik ya contohnya dengan mengucapkan maaf, atau terima kasih.


Tok Tok


Bibi pun mengetuk pintu kamar Mila sambil membawa paper bag yang di berikan Sean.


''Iya Bi'' ucap Mila membuka pintu


''Non, bibi ini bawakan barang dari Den Sean katanya ini untuk Non Mila juga pesan Den Sean katanya Non harus terima ini lalu di pakai ya Non.'' ujar Bibi sambil memberikan paper bag kepada Mila


''Ini apa Bi isinya?'' tanya Mila


''Bibi juga tidak tahu, tapi Non katanya suruh pakai oh ya Den Sean juga lagi nungguin Non itu di bawah tolong cepat ya Non, takutnya si Aden lama nunggu.'' Bibi mengingatkan


''Em iya deh Bi, makasih.''


''Iya Bibi ke dapur lagi ya.''


''Baik Bi.''


Mila pun melihat-lihat dan menebak ini apa isinya, ''Eh tapi kata Bibi tadi aku harus memakai nya oh apa ini pakaian ?'' ucap Mila


''Ya ampun ini bagus sekali bajunya.''


''Hah ... apakah benar ini untukku ?'' lanjutnya lagi sambil menatap baju atau gaun itu di depan cermin.


Mila, saat kamu melihat gaun itu kamu pakai lah itu untukmu untuk kau pakai, juga poles lah sedikit wajahmu agar terlihat lebih segar! Ingat pakai gaun nya ini perintah, jangan berani menolaknya! begitu isi dalam surat yang ditulis Sean.

__ADS_1


Mila membaca surat itu memang rupanya ini untuk dia, namun Mila masih ragu karena


Rasanya ini tidak pantas untuk dia, Mila merasa gaun itu terlalu mewah untuknya pakai.


''Non, itu Den Sean susah nunggu Non tolong cepetan.'' teriak Bibi dari luar membuat Mila kaget dan cepat-cepat dia memakai gaun itu sebelumnya Mila sudah mandi.


''Iya Bi ...'' jawab Mila


''Tuh kan kayaknya ini bukan untukku, ini terlalu indah untuk dipakai,aku merasa ini salah.'' sekali lagi Mila heran sambil menatap dirinya di cermin dengan memaksa gaun yang diberikan Sean.


''Yaudah lah Bibi yang bilang kalau ini pemberian Tuan Sean, tapi sebenarnya akan ada acara apa ?'' gumam Mila namun wanita itu keluar juga dan menemui Sean yang telah menunggu nya.


''Aduh ini siapa?'' Tiba-tiba tanya Bibi mengagetkan


''Eh Bibi ini aku.''


''Hah , neng Mila ?'' bibi terpekik


''Bi, kenapa ?''


''Neng kenapa jadi cantik gini, sampai buat bibi pangling saja.''


''Ah Bibi bisa aja, aku jadi tidak enak ah Bi.''


''Bi sudah ah,ini membuat aku tidak nyaman.'' justru Mila merasa aneh dengan pujian dari Bibi


''Ada ada saja si neng mah, malah gitu ekspresi nya oh iya apa ini yang tadi di dalam tas itu Neng ?'' tebak bibi baru ingat


Mila mengangguk, ''Huum Bi, ini isinya eh tapi Bi pasti ini gak pantas kan aku pakai.'' ucap Mila


''Tidak gimana ah neng, justru sebaliknya Neng Mila semakin pantas ya seperti yang tadi Bibi bilang tambah cantik Neng ini serius, tapi ada acara apa sampai di Aden memberikan gaun pada Neng Mila ?'' bibi kepo


''Nah itu juga yang aku pikirkan Bi,''


''Jadi Neng belum tahu bakal ada apa dan kemana ?''


''Aku gak tahu Bi.''


''Eh Neng jangan-jangan si Aden mau melamar Neng Mila.'' celetuk Bibi setengah berbisik dengan menggoda.

__ADS_1


''Apa BI ? Hahaa, Bibi ini suka sekali mengarang ya rupanya.'' Mila balas tertawa


''Eh si Neng ya siapa yang tahu kan.'' kukuh Bibi dengan tebakannya


''Bi itu tidak mungkin ah, aku dan Tuan itu bagai langit dengan bumi.''


''Yaudah kalau gak percaya, tapi Bibi bisa lihat kayaknya ada sesuatu pada Den Sean dengan kamu Neng.''


''Bi, sudah ah aku mau temui dulu Tuan ya.''


''Iya semoga berhasil Neng.'' ucap bibi sambil tertawa kecil


''Berhasil apa maksudnya.'' gumam Mila bingung


''Permisi Tuan.'' ujar Mila pelan karena tidak percaya diri dengan penampilannya takutnya ini mengecewakan Sean.


Sean berbalik menoleh menatap Mila yang bersuara memanggilnya, Pria itu langsung diam dengan mata tak berkedip sama sekali, ''Mila, ini kamu?'' ucapnya Seperti tak menyangka


''Iya ini saya.''


''Serius ini kamu?'' melihat lagi dengan teliti sampai menatap dari atas hingga bawah seperti tengah menguliti saja.


''Kenapa melihat saya nya begitu ya tuan?'' Mila merasa tersinggung


''Ah sorry, kamu membuat saya terkejut saya pikir ini bukan kamu.'' ucap Sean memberikan alasan kenapa dia melihat Mila Seperti itu tadi.


''Tapi ini kan memang saya, aneh .''


''Soalnya kamu ini membuat saya terkejut dengan penampilan kamu yang berubah kamu menjadi semakin cantik Mila.'' ujar Sean tersenyum simpul


''Apa?'' Mila kini yang terkejut


''Ya kamu memang cantik, saya tidak salah.'' ulang Sean dengan sesadar nya.


''Emmhh.'' Mila berdehem dia grogi


''Kamu sudah siap ayo kita berangkat.''


''Iya mau kemana ya Tuan ini sebenarnya?'' Mila bertanya

__ADS_1


''Ke tempat spesial, kamu ikut saja '' jawab Sean


Mila hanya menurut walaupun dalam kebingungan.


__ADS_2