
Hari-hari mereka lalui Seperti biasanya, dimana aktivitas mereka yang seorang pelajar tentu setiap harinya mereka berangkat ke kampus..
''Fan, kemarin Kak Sean, nanyain kamu sama aku, memang kalian itu sangat dekat ya sekarang?'' ucap Cici dengan bertanya dan sangat penasaran.
''Oh itu.''
''Kok gak jawab Fan,?''
Fani bergeming..
''Fan, kamu ada sembunyikan sesuatu padaku ya?'' dengan tatapan menyelidik.
''Ci, sebenarnya Mama aku sudah menikah lagi'' kata Fani
''Yang benar Fan, kok kamu gak ngabarin aku sih, kamu sudah gak anggap aku teman nih?'' Cici menatap sebal kearah Steffani.
''Sorry, bukan maksud aku begitu, gak kasih tau ke kamu, cuma kan, saat Mama menikah kamu nya lagi keluar kota'' jelas Fani.
''Jadi pas aku berangkat saat itu?'' Cici memastikan
''Iya benar yang saat kamu pergi'' angguk Fani.
''Tapi, apa hubungannya dengan pertanyaan ku, kamu jangan mengalihkan pembicaraan ya'' Cici memicingkan matanya pada Fani.
''Karena Mama menikahnya sama Papi nya Kak Sean'' ucap Fani.
''Apa? gimana maksudnya?'' mendadak Cici jadi Lola loading lama..
''Maksud nya aku tuh, Mama aku nikahnya dengan Papi Kak Sean, jadi aku dan di--''
''Jadi kalian Sekarang adik kakak an?'' potong Cici
''iya.'' Fani mengangguk.
''Ah seriusan kamu?''
''Hhm''
__ADS_1
''Ya ampun, beneran Fan, kamu dan kakak ketua itu jadi Sodaraan?''
''Iya , sstttt... jangan keras-keras bicaranya'' omel Fani
''Iya, sorry. habisnya aku masih gak nyangka loh, juga kamu tega banget sih Fan, gak memberitahu ku, soal ini.''
''Ya maaf aku kan lagi nunggu waktu yang pas'' kata Fani
''Ah kamu mah, waktu yang pas itu kapan, kalau aku tak menanyakan hal tadi, mungkin kamu gak akan pernah memberitahu padaku'' kembali Cici mengomel
''Ya gak lah Ci, suatu hari pun kamu akan tahu, tanpa ku beritahu juga.'' balas Fani
''Hehee iya sih, seperti sekarang ya contohnya'' Cici terkekeh
''Nah iya.'' sahut Fani
**
Hari ini, Sean ada rencana mau mengajak Fani makan malam. Karena Sean mau Fani tahu kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Jadi Sean ingin merayakan nya dengan Steffani..
''Fan, kamu sedang apa ?'' Sean bertanya kepada Fani yang lagi mengaduk adonan mungkin, dan entah apa itu.
''Ohh, kamu lagi mau puding ya,?''
Fani mengangguk
''Memang bisa gitu?'' tanya Sean lagi seolah meragukan keahlian Steffani.
''Ya bisa dong, makanya aku bikin juga'' decak Fani
''Ah iya juga.'' menggaruk tengkuknya yang tak gatal
''Ada apa kesini?'' gantian Fani yang bertanya
''Gini Fan, aku mau ajak kamu makan malam di luar'' Sean pun mengatakan tujuannya tadi menemui Steffani.
''Kenapa di luar, di rumah kan bisa.'' kata Fani
__ADS_1
''Ya emang bisa sih. Tapi kan beda aja gitu suasananya.'' ujar Sean
''Memang makan malam dimana? dan apa Mama, Pak Yoga juga ikut?'' Fani menatap Sean
Dan Sean balas dengan gelengan jawaban nya tidak.
''Oh jadi tidak dengan kedua orangtua kita?''
''Iya, kita berdua saja dulu, biar nanti dengan orangtua kita mah lain kali saja'' ujar Sean lagi.
''Jadi mau ya?'' kembali Sean meminta jawaban.
''Em, itu ... ''
''Kenapa ? kamu seperti tidak setuju dan tak mau? kamu sedang tidak ada janji dengan yang lain ?'' tanya Sean menebak asal
Fani menggeleng ''Tidak ada kok, hanya .. '' rasanya lidah Fani kelu untuk menolak , sebenarnya Steffani sedikit menghindar dari Pria ini, Karena Mama Rina kemarin mewanti-wanti agar ia berjaga-jaga dari Sean,.
Karena bagaimanapun mereka ini sudah dewasa, juga bukan muhrim, Mama Rina takut saja terjadi sesuatu yang di luar batas, walaupun Mama Rina percaya kepada Fani dan Sean.
''Kalau aku ajak Cici, boleh ?'' tawar Fani
''Kenapa harus ajak teman mu ?'' tanya Sean merasa Bingung.
''Ya ingin saja kak, Karena temanku itu sangat berharap bisa makan bareng sama kamu '' alasan Fani. Fani akan merasa tenang bila mereka keluar bertiga.
Sean pun nampak berpikir sejenak , haruskah ia mengijinkan temannya Fani untuk ikut juga?
Lalu Sean berpikir lagi, Ya mungkin tak ada salahnya dia membawa satu orang lagi dalam hari bahagianya ini,. Mungkin untuk kali ini saja!.
''Yasudah baiklah, kau boleh mengajak temanmu juga'' putus Sean akhirnya.
Fani sekarang bisa bernafas lega,
Entah kenapa, Fani merasa takut bila berdekatan dengan Sean , setelah kejadian satu malam itu. Dimana Fani sudah mengetahui tentang Pria itu, yang ternyata suka minum minuman beralkohol..
Dalam masalah ini, Steffani sering di beri nasihat oleh Mama Rina, ia harus menjauhi orang yang sedang ataupun suka minum beralkohol..
__ADS_1
Jadi Fani pun sekarang merasa harus menjauh dari Sean secara perlahan, Tanpa di sadari oleh Sean tentunya...