
Sean terkejut begitu sudah melihat dengan jelas yang datang itu rupanya Mami nya, ''Mam.'' panggil Sean lalu ia menghampiri sang Mami dan menyalami tangan nya beliau.
''Sean, Mami barusan dengar loh kamu ada sebut nama perempuan ya ?'' ujar sang Mami menatap dalam pada putranya.
Sean gelagapan, bisa berabe kalau sampai Mami nya tahu siapa tadi perempuan yang di sebut Sean. ''Siapa Mi, ah gak ada '' Sean lagi-lagi mengelak
''Yang Benar gak ada?, Mami jelas mendengarnya. Ya kalaupun memang kamu lagi dekat dengan seseorang juga Mami dukung Se, agar itu perempuan jelas asal usulnya, yang terpenting dia dari keluarga berada.!'' ujar Mami tegas mengatakan yang di inginkan nya untuk calon menantunya nanti.
Tuh kan, sudah Sean tebak, permintaan Mami nya yang mana mungkin akan suka bila tahu nama yang Sean sebut tadi itu bukan dari keluarga berada, di tambah dia itu adalah anaknya calon istri Papi nya. Bisa-bisa Mami nya akan jantungan mendadak.
''Hei, malah bengong kamu!'' sentak Mami menyadarkan lamunan Sean .
''Ah ya kenapa Mi?''
''Siapa tuh perempuan ?'' kekeh Mami rupanya masih penasaran ingin tahu.
''Sudahlah bukan siapa-siapa, tadi itu Sean lagi chatan sama Rian, makanya Sean sebut nama wanita itu'' terus saja Sean berbohong
Mami nya Sebenarnya tak percaya begitu saja, tapi tak ada gunanya juga terus mendebatkan yang tak penting ini. Pikirnya Mami Sarah.
__ADS_1
Mami Sarah pun duduk di sisi ranjang milik putranya ini, ''Se, Papi mu beneran mau nikah lagi sama orang miskin Se?'' tanya si Mami
Sean menganggukkan kepalanya.
''Jadi bener itu Se, astaga.. Papi kamu ternyata kriteria nya yang rendah banget ya Se. ckk'' Mami berdecak tak percaya, padahal ya bisa di bilang mantan suaminya ini sekarang orang yang cukup berada. tapi kok mau-maunya menikah dengan yang miskin.
''Biarkan saja Mi, jangan urusi hidup Papi, ataupun kemauan Papi, toh Mami bukan siapa-siapa nya dia lagi.'' celetuk Sean bicara sangat datar
''Kamu lagi nyalahin Mami juga Se?'' Mami nya mendelik tak suka
''Bukan lagi nyalahin Mami, hanya saja memang itu kenyataannya, toh Mami sendiri sudah punya pasangan baru juga kan! dan saat itu Papi gak masalahkan Mami mau menikah dengan siapapun juga!'' ujar Sean bijak
''Iya, hanya di sayangkan saja gitu Se, kalau Papi mu ternyata dapat lagi istri yang sangat di bawah, Mami dengar-dengar katanya cuma tukang jahit ya Se?'' wajah Mami nya seperti meringis merendahkan.
Sebenarnya lama kelamaan, Sean pun kadang tak suka dengan sikapnya Mami nya ini, yang benar-benar sombong, walaupun memang Mami nya orang berada, mungkin pantas seperti itu bagi Mami nya, namun kadang Sean merasa risih juga.
''Walaupun hanya tukang jahit, tapi beliau baik kok Mi'' ucap Sean yang kemarin baru bertemu dengan Mama Rina.
''Memang kamu sudah ketemu dengan calon ibu tirimu Se?'' tanya Mami
__ADS_1
''Ya.'' angguk Sean
''Gimana tuh orangnya, apa kelihatan gak Se, wajah ingin hartanya ?'' celetuk sang Mami
Sean menatap tak suka pada Mami yang telah melahirkan nya ini, Seperti kelewatan batas banget Mami nya ini, sampai menyangka Seperti itu.
''Yang Sean lihat, dia baik, dan sepertinya tak ada niatan ingin hartanya Papi.'' jawab Sean menegaskan
''Ah itu mah, kan kamu baru pertama bertemu Se, kamu belum tahu sikap aslinya ya kan,'' ejek Mami
''Mungkin.'' sahut Sean
''Pokoknya Se, kamu awasi tuh calon ibu tirimu, barangkali dia ada niat jahat pada Papi mu!''
''Mami tenang saja, kalau mereka memang ada niat jahat sama Papi, maka Sean yang akan maju satu langkah di depan mereka.'' Ucap Sean serius dan tegas .
''Bagus Nak, Eh tunggu, mereka ? apa itu artinya wanita itu punya anak Se?'' tanya Mami
Sean mengangguk lagi, ''Ya.'' jawabnya Dan yang tadi Mami dengar nama Fani itu adalah anaknya . dalam hati Sean tertawa lebar
__ADS_1
Sementara sekarang di rumahnya Mama Rina juga sudah ramai dengan kerabat dekat dan tetangga karena rupanya sedang di adakan acara selamatan atas pernikahan kedua Mama Rina. Memang begitu adat di lingkungan Mama Rina..