Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Sean aneh melihat sikap Fani


__ADS_3

Tanpa pamit tanpa berkata apa-apa, Sean tiba-tiba berdiri dan langsung melangkah pergi dari hadapan teman-temannya ini.


Semua kaget saat Sean pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


''Se, Lo mau kemana ?'' teriak Doni bertanya . Tapi Sean tak mendengar dia terus melangkah pergi


''Sean, kemana Lo ?'' Yuda ikut memanggil


Tetap tak di dengarkan Sean .


''Mau Kemana sih dia?'' ujar Rian sambil menatap Doni dan Yuda bergantian


''Entah mau kemana dia'' sahut Doni mengangkat bahunya tak tahu


''Lagi mau cari yang bersegel kali dia'' celetuk Yuda


Rian manggut-manggut ''Hhahaa, Mungkin benar Yud, yang Lo bilang barusan '' kata Rian tertawa terbahak


Doni ikut terkekeh saja, ''Aneh gak sih tuh dia'' ujar Doni yang sibuk tangannya main game


''Kali aja dia bosan dengan emak-emak melulu'' kata Riyan


''Bisa jadi Yan.'' sahut Yuda membenarkan

__ADS_1


Sedangkan sekarang Sean tengah berlari mengejar Dua wanita tadi yang dilihatnya dari atas.


''Hai tunggu'' teriak Sean Pada dua wanita itu, menghentikan langkah keduanya.


Saat sudah melihat siapa yang berteriak tadi di belakang mereka, ekspresi Cici kaget campur senang saat melihat Rupanya itu adalah Sean lagi , tapi ekspresi Fani tegang dan takut, gara-gara kemarin ingat yang diucapkan oleh Cici, tentang Empat pemuda ini..


Jelas nampak terlihat wajah kaget Seperti ketakutan dari wajah Fani.dan itu membuat Sean merasa lebih aneh terhadap sikap wanita ini.


''Hai, kalian mau kemana ?'' tanya Sean


''Kami mau ke kantin Kak '' dan selalu wanita ini yang menjawab pikir Sean


''Oh mau ke kantin, Boleh saya ikut?'' tanya Sean membuat Cici semakin meradang badannya.


''Tidak saya Serius kok, gak ada bercanda '' jawab Sean tegas


Tapi lagi-lagi Fani yang menolak dengan halus, dan tak mengijinkan Sean untuk ikut bersamanya dan Cici.


''Tunggu, kamu ini kenapa sih, dari kemarin loh. kamu tak membolehkan saya sedikit mengenal kalian?'' Sean tak tahan ia langsung bertanya langsung pada Fani sambil mencekal lengan Fani


Fani tangannya bergetar saat dirasa pria ini mencekal lengannya. ''Ma-af tolong lepaskan tangan nya Kak.'' pinta Fani dengan hati-hati saat berbicara takutnya pria ini tersinggung, dan Fani pun berusaha melepaskan lengannya dari jari tangan Sean.


''Nanti dulu, coba kamu jelaskan dulu, kenapa kamu seperti tak suka dengan saya? Hei dengar, saya ini bukan orang jahat.'' Ucap Sean dan menatap Fani yang selalu menunduk

__ADS_1


''Maaf bukan maksud aku seperti itu, Tapi lihatlah kak, aku tak ingin di buru oleh para fans fanatik kakak,'' kata Fani


''Fans fanatik ?'' ulang Sean


Fani mengangguk ''Benar , dan bukankah itu mereka adalah fansnya kakak.'' tunjuk Fani sambil memperlihatkan para wanita-wanita yang sedang berbisik bisik, sambil menunjuk dan menatap pada nya pada Cici dan pria ini, maksudnya Sean.


Lalu Sean pun ikut menatap pada wanita yang tadi di bilang Fani, benar juga mereka merupakan salah satu korban nya Sean , korban di PHP in, gitu


''Maaf Kak, kami permisi'' Pamit Fani sambil melepaskan cengkraman Sean , dan membawa tangan Cici untuk ikut pergi.


Sean tak mampu mencegah kali ini, karena perbuatan wanita itu yang tiba-tiba meminta ijin pergi, Sean hanya mampu melihat kepergian Dua wanita itu.


'Benar-benar membuatku penasaran saja dia, dan aneh ya ada wanita semacamnya, yang tak mau gue deketin, padahal selama ini kan cewek-cewek yang ngejarr gue, malah ada yang kejer-kejer gak mau tinggalin, Ini dia kok cuek banget, Apa gue sudah gak tertarik di mata cewek-cewek ya?' Sean bermonolog berbicara sendiri


Lalu, ponselnya berdering Ada pesan masuk, rupanya itu dari Papi Yoga


[Sean, pulang kampus kamu langsung pulang ke rumah Nak] begitu isi pesan dari Papi nya


[Kenapa memangnya Pi?] balas Sean sekaligus bertanya


[Ya langsung pulang saja, Soalnya Papi mau mengajak Rina dan anaknya, ke rumah, untuk bertemu dengan mu, agar saling kenal dulu.] jelas Papi Yoga mengatakan alasannya


[Ohh soal itu, ya baiklah, Sean langsung pulang] jawab Sean

__ADS_1


[Bagus Nak.] balas Papi


__ADS_2