Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Omongan tetangga


__ADS_3

''Se, kamu tahu alamat rumah nya calon istri Papi mu gak?'' tiba-tiba sang Mami menanyakan itu pada Sean .


''Mau apa Mami minta alamat rumah mereka ?'' tanya Sean terkejut Sean menatap Mami nya menyelidik.


''Bukan apa-apa kok Se, kenapa kamu tatap Mami Seperti itu ? Mami gak akan lakuin yang aneh-aneh kok'' ujar sang Mami.


Tapi Sean tahu betul bagaimana Mami nya ini, dia adalah orang yang terbilang cukup nekat.


''Kamu tahu gak, dimana rumahnya ?'' si Mami kembali bertanya


Sean menggeleng ''Sean gak tahu Mam,'' jawabnya.


Mami nya pun merasa kesal karena rupanya Sean tidak tahu.


''Mi, jangan berbuat yang tidak-tidak terhadap calon istri Papi.'' Sean menegaskan dan melarang agar Mami nya tak melakukan hal yang akan membuat Papi murka bila tahu.


Mami justru menampakkan wajah datar biasa saja, seolah Mami tak perduli yang di katakan Sean atau tak takut. ''Mami cuma mau kenalan doang kok Sean, kamu berpikir nya buruk banget terhadap Mami.'' jawab Mami Sarah.


''Bukan begitu Mi .. ''


''Ya deh, Mami ngerti maksud mu, gak perlu di perjelas.'' tegas sang Mami memotong ucapan Sean .

__ADS_1


''Ya syukurlah kalau Mami ngerti, jadi jangan berbuat sesuatu hal yang akan membuat Papi semakin membenci Mami.'' ucap Sean memperingati lagi.


''Ya ya..'' sahut Mami.


Karena Sean tak memberikan alamatnya, Mami memutuskan pulang saja, karena sebentar lagi suaminya akan pulang ke rumah dari kantor, juga suaminya yang sekarang ini tak suka bila Mami Sarah berlama-lama di rumah mantan suaminya, suami Mami Sarah yang sekarang itu adalah tipe pencemburu, maklum rupanya Mami Sarah menikah dengan pria di bawah umur Mami Sarah, alias menikah pada brondong waktu itu...


*


Di kediaman rumah Mama Rina sekarang sedang di adakan acara tasyakuran atas Mama Rina yang akan menikah lagi. Semua pada ikut berkumpul tetangga juga sanak saudara, yang masih di miliki Mama Rina.


Juga mantan mertuanya yang sudah rentan pun ikut hadir, karena ingin mengikuti acara bahagia ini.


''Nek, gimana kabar Nenek ?'' tanya Fani . Fani menyalami tangan sang Nenek, lalu mereka saling berpelukan melepas rasa rindu nya yang sudah lama tak jumpa.


''Fani baik Nek'' jawab Fani tersenyum mengangguk.


''Ayo Nek masuk.'' ajak Fani lagi. Dan membantu neneknya duduk bergabung dengan yang lainnya.


''Bu, apa kabar?'' gantian Sekarang Mama Rina menyalami tangan sang mantan mertua, yang sudah dia anggap ibunya sendiri.


''Ibu baik Nak, ibu senang mendengar hal ini Rin, ibu ikit bahagia'' ujar nenek Fani

__ADS_1


''Alhamdulillah, terima kasih Bu, ibu juga sudah mau menyempatkan hadir.'' sahut Mama Rina.


''Pasti Nak, sudah pasti ibu akan hadir di acara bahagia mu.'' mengusap bahu Mama Rina.


Nenek Fani juga menyayangi Mama Rina, Mama Rina ini padahal dulunya seorang istri yang taat terhadap Suaminya. namun entah kenapa, Ayah Fani justru memilih berselingkuh dengan wanita lain yang katanya lebih kaya raya.


Saat itu nenek Fani merasa sedih saat anaknya dan menantunya yaitu Rina, harus berpisah. Namun Nenek Fani berpesan agar Mama Rina tak akan melupakan Nenek Fani, juga anggaplah Nenek Fani ini ibu kandungnya, sehingga sampai sekarang, mereka masih berhubungan baik..


''Rina, katanya calon suamimu itu orang berada ya Rin?'' tetangga Mama Rina menyeletuk secara tiba-tiba, memecahkan ramai pengunjung.


Semua jadi menatap pada wanita yang berbicara seperti itu tadi.


''Memang apa pekerjaannya, kok kamu bisa bilang orang kaya?'' tanya ibu yang lain kepada Jeng Tika, sebut saja itu namanya.


''Ya dengar-dengar sih, katanya sama duda kaya raya, bos kantoran begitu ya Rin.'' jawab jeng Tika lebih menjelaskan.


''Wahh pekerjaan kantoran Rin, calon suamimu?'' sahut yang lain antusias


''Lebih tepatnya bos besar jeng.'' kata yang lain,


''Hebat bener Rin, kamu bisa dapat yang berduit'' ucap jeng Tika si pembuat berita pertama.

__ADS_1


''Iya Rin, hebat kamu.'' yang lain ikut antusias.


Mama Rina hanya membalas dengan senyuman, dan dia tak mau memperpanjang pembahasan ini, karena Mama Rina tak mau bila di iyakan, nantinya justru dia akan disebut si tukang matre, Karena bila di pikir-pikir tak akan mungkin orang sepertinya tiba-tiba bisa mendapatkan jodoh pada pria kaya. Kalau bukan karena ingin memiliki hartanya, namun Mama Rina tak seperti itu, Mama Rina tulus pada Papi Yoga. Tapi Mama Rina tak bisa merubah isi pikiran seseorang, Mama Rina hanya cukup tersenyum saja.


__ADS_2