
Semakin Mami Sarah mendekat pada kamar itu semakin terdengar jelas suara-suara orang yang mengobrol.
Dan saat sudah dekat itu terdengar seperti jelas suara Sean. Dengan langkah lebar Mami Sarah melihat.
Benar saja di dalam itu ternyata ada anaknya sedang bersama wanita kampung itu. Mami Sarah langsung berteriak keras. ''Sean.'' panggil Mami Sarah.
Sean dan Fani saling menoleh ''Mam.'' Sean segera bangkit dari duduknya.
''Lagi apa kamu berduaan disini dengan perempuan kampung itu ?'' tanya Mami Sarah suaranya sangat melengking
''Mam, ngapain sih pakai kesini segala. Ayo kita keluar '' ajak Sean memaksa Mami Sarah pergi
''Tidak Se, lepaskan Mami! Kamu ngapain hah, berduaan begitu dengan dia. Mau berbuat yang tidak-tidak kamu ? Ohh ... Apa ini ulah mu kau yang sengaja menggoda putraku iya?'' tuduh Mami sangat tak berperasaan.
Fani juga beranjak dari duduknya matanya sudah berkaca-kaca. ''MaafNyonya, kenapa Anda senang sekali menuduh saya seperti ini. Saya tidak pernah menggoda Kak Sean. Saya tak seperti itu '' dengan tegas Fani membela dirinya sendiri.
''Halahhh alasan saja kamu, saya tuh tahu isi pikiran wanita miskin seperti mu, yang pasti ingin mendapatkan anak saya dan mengincar hartanya kan, seperti yang ibumu lakukan saat ini kan!'' kali ini tuduhan Mami Sarah sangat keterlaluan.
''Cukup Mi! jangan lagi bicara omong kosong, Fani tidak seperti itu.'' Sean membela Fani
''Diam kamu! jangan bela wanita ini'' menatap tajam pada Sean.
''Nyonya, boleh saja nyonya ini menghina dan menuduh saya yang seperti Nyonya pikirkan. Tapi saya mohon jangan bawa-bawa Mama saya, Mama tidak seperti itu.'' teriak Fani marah karena tidak terima Mama nya di hina seperti itu oleh Mami Sarah.
''Kenapa hm? kau tak terima ?.Saya berkata begitu pada Mama mu! kalau begitu jauhi anak saya, jangan dekat-dekat dengan nya!''
''Mam, diamlah dan jangan banyak bicara lagi, Ayo Mam pergi.!'' Sean memaksa Mami nya keluar dari kamar Fani.
''Ada apa ini?'' Papi Yoga berkata dengan nada tinggi Mama Rina segera menghampiri Fani yang menunduk menangis.
sementara Sean masih menahan tubuh Mami Sarah.
__ADS_1
Dan Reno hanya melihat saja.
''Kau, Tolong bawa Mami pulang '' suruh Sean pada Reno.
''Tidak Se, Mami mau beri pelajaran pada wanita itu yang menggodamu. kamu tidak sopan sekali. mengusir Mami kaya gitu ?'' Mami Sarah tak terima ia marah pada Sean mendelik matanya.
''Mi, tolong.'' pinta Sean
''Tidak! kau berani kaya gitu pada Mami, kau lebih memilih wanita itu, kau kaya gini Se sama Mami, apa perempuan itu yang mempengaruhi mu!'' selalu saja Mami Sarah menuduh tanpa bukti.
''Cepat bawa dia dari sini!'' dengan tegas sekarang Papi yang menyuruh Reno membawa mantan istrinya yang membuat ulah.
''Ayo Mi, kita pergi.'' paksa Reno membawa tubuh Mami Sarah Keluar dan pulang.
''Kau juga, Ren?'' Mami mendelik pada Reno
''Sudahlah jangan membuat malu dirimu dengan seperti ini, ayo kita pulang, bukankah kau wanita yang elegan ayo Mi..'' bujuk Reno
''Hiksss..'' Fani menangis.
''Apa ini yang terjadi Nak?'' tanya Mama Rina mengusap wajah Fani
''Ma..''
''Se, jelaskan!''
''Tante, Sean minta maaf. Ini semua salah Sean, atas nama Mami Sean minta maaf Tan, Sean janji ini tidak akan terulang lagi.'' ucap Sean
''Rin, Fani. maaf ya atas perbuatan wanita itu yang telah membuat obat dan mungkin menyakiti hati kamu Fan, saya sangat minta maaf.'' sekarang ucap Papi Yoga merasa tak enak pada Fani dan Mama Rina.
''I-iya tidak apa Pak.'' balas Fani.
__ADS_1
''Pak, Sean, tolong tinggalkan kami berdua !'' pinta Mama Rina yang sedari tadi diam
''Ya baiklah.'' ujar Papi dan membawa Sean keluar.
''Ma..'' Fani langsung menangis histeris
''Sayang, ceritakan sama Mama !''
''Mami nya kak Sean tidak suka padaku Ma, d-dia selalu menuduh Fani mau merebut Kak Sean juga menuduh Fani hanya ingin hartanya Ma.'' Fani mulai bercerita yang terjadi.
''Sabar Nak, tenanglah ada Mama.''
''Iya Ma.''
''Fan.''
''Ya Ma ?'' menatap
''Sebaiknya kamu turuti kemauan Mami nya Sean, jauhilah Sean Nak, agar Mami nya tak mengganggu mu lagi, Mama khawatir padamu Nak '' ujar Mama Rina
Fani pun nampak berpikir dan mencerna perkataan sang Mama yang memang ada benarnya.
''Baiklah Ma, Fani mengerti.''
''Kalau ada apa-apa segera beritahu Mama ya Nak, jangan di pendam sendiri.'' ujar Mama
''Baik Ma, terima kasih Mama selalu ada buat Fani, Fani sayang sama Mama.''
''Iya sayang Mama akan selalu di sampingmu Mama menyayangimu.'' Anak dan Mama saling berpelukan.
Bab selanjutnya semoga suka.....
__ADS_1