
Sean masih berada di kamarnya Fani.
''Fan.'' panggil Sean
''Ya kak?'' Fani menyahut
''Sebelum aku pergi aku ingin mengatakan sesuatu hal dulu padamu '' ujar Sean
''Hm apa itu kak?'' kembali tanya Fani
''Fan..'' membawa tangan Fani dan di genggamannya
''Fan, sepertinya aku tidak bisa menahan nya lebih lama lagi.'' ucap Sean menatap dalam mata Fani
''Maksudnya?'' Fani masih bingung sepertinya
''Fani aku tidak tahu kapan dan bagaimana bisa. Tapi yang jelas aku mulai nyaman dengan mu, dan aku sepertinya menyukaimu aku jatuh cinta padamu.'' jelas Sean berkata suaranya sangat tegas menyiratkan keseriusan atas ucapannya..
''Hah?'' Fani terkejut
''Fan, kamu mau kan menjadi pacar kakak ?'' ucap Sean meminta jawaban
Tapi Fani masih bergeming kenapa jadi seperti ini, Fani tak pernah menyangka Sean akan mengatakan semua ini..
''Kak ... ''
''Fan, kamu mau menerima perasaan Kakak ini kan?'' tanya ulang Sean kembali
''Maaf kak'' Fani menunduk dan menggeleng lemah
''Apa Fan ? maksudnya kau menolak perasaan ku?'' Sean meninggikan suaranya.
__ADS_1
''Maaf kak tapi itu tidak mungkin terjadi, ini salah di antara kita berdua tidak boleh ada yang namanya pacar pacaran kak. Kita ini sekarang sudah menjadi keluarga, kita saudara !'' Fani pun menegaskan perkataannya.
''Gak Fan! walaupun kita saudara tapi kita ini bukan saudara kandung, jadi tidak ada salahnya kita bersama.'' Ucap Sean tak terima dengan ucapan Fani
''Tapi memang ini kenyataannya kita saudara dan kita tak mungkin bersama, bahkan aku yakin orang tua kita tidak akan merestui, dan ya. Aku tidak mempunyai perasaan apapun padamu kak!'' Fani menekan setiap perkataan nya dan wajahnya begitu serius saat tadi ia mengucapkan kalimatnya.
Sean tak terima bila Fani tak punya perasaan untuknya, benarkah wanita ini tidak menyukainya ? Itu sangat mustahil ada wanita yang tak menyukai dirinya.
Sean, si pria nomor satu di kampusnya tiba-tiba tak di sukai oleh satu wanita di hadapannya ini. Sangat mengesalkan bagi Sean dan di sayangkan.. Di luar sana justru para wanita sangat berebutan mengejarnya untuk menjadi kekasih Sean.
Tapi Fani.. Dengan gampangnya berkata tak punya perasaan untuknya sangat mustahil..
''Kak tolong mengertilah, sebaiknya kita jalani hari-hari seperti sebelumnya, dimana kita yang menjadi saudara. Aku tidak ingin hubungan kita renggang bila harus ada perasaan lain melebihi rasa pada saudara.!'' pinta Fani
Seketika Sean menatap tajam pada Fani. 'Berani sekali dia mengatur hidupku.'
Rahang Sean mengeras dia nampak marah dan tersinggung.
''Maafkan aku kak, ini semua demi ---''
''Bila kau ingin seperti ini, tapi kamu jangan menyesal bila nantinya akan tetapi sesuatu yang buruk padamu, kau jangan menyalahkan saya.'' bentak Sean melanjutkan kata-katanya lagi. Sean langsung memotong perkataan Fani tadi dan setelah mengucapkan kalimat tadi Sean beranjak dan ia langsung pergi begitu saja tanpa menoleh lagi ke arah Fani dengan perasaan yang teramat marah dan merasa terhina dengan penolakan wanita itu..
Sean menghubungi Dua temannya. Dia butuh hiburan malam ini, Sean menginginkan pelampiasan Sean tak bisa berbuat kasar pada Fani.
Jadi Sean menginginkan wanita menemaninya dan akan Sean perlakukan dengan kasar malam ini saat nanti bercinta dengan wanita bayaran itu..
Hingga kini mereka sudah sampai di tempat bar yang pernah beberapa kali mereka kunjungi. tempat yang menyediakan berbagai macam Wanita.
''Gue lagi kesal sama adik tiri gue.'' pekik Sean ia marah dan meluapkan emosi nya yang memuncak Sean melampiaskan amarahnya dengan meneguk wine dengan satu tegukan.
''Kenapa dengan kalian ?'' tanya Doni yang mau berulang tahun
__ADS_1
''Dia nolak Cinta gue.'' marah Sean
''Jadi Lo sudah nembak adik tiri Lo itu Se?'' Ryan memastikan
''Hmm.'' Sean mengangguk
''Ah yang benar Lo Se ? tapi, kenapa adik tiri Lo bisa menolak pria primadona kita ini ya?'' Yuda menyahut dan bertanya tanya kebingungan.
''Dia gak punya perasaan ke gue dan dia terang-terangan menolak gue. Juga katanya dia memilih menjadi saudara gue di banding jadi pacar gue.'' jelas Sean wajahnya nampak marah .
Sean terus minum wine dia ingin meluapkan rasa marahnya dengan minum-minum.
''Benarkah Se? wanita itu berkata seperti itu ? Sungguh wanita yang langka dan luar biasa. Ini sih jadi PR buat Lo Se, Lo harus bisa memiliki perempuan itu.. Ini langka loh Se.'' Ryan malah memanasi keadaan.
''Lo ini gila ya! Wanita itu tidak menyukai si Sean. Lah Lo malah menyuruhnya memiliki wanita itu gimana sih--''
''Dia benar, gue harus memiliki nya dah apapun yang terjadi dan bagaimana pun Fani harus jadi milik gue. Gue ingin melakukan sesuatu padanya yang berani menolak cinta gue !'' Sean memotong perkataan Doni tadi dan membenarkan ucapan Ryan.
Sambil tersenyum misterius Sean tiba-tiba memikirkan cara balas dendam nya.
''Nih, Lo hubungi dia. Dan suruh dia datang ke tempat apartemen kita!'' Sean memberikan nomor Fani dan menyuruh Ryan melakukan yang di suruh Sean tadi .
''Lo mau apa Se?'' Doni cemas
''Sudah diamlah ! CEPAT Yan. Telepon nomor wanita sialan itu!'' berteriak kesal pada Ryan
Ryan mengambil ponsel Sean lalu menatap kedua temannya yang lain.
Doni dan Yuda menggeleng ''jangan Yan!''
''Heiiii Cepat hubungi wanita itu dan suruh dia datang ke apartemen !'' sentak Sean kembali sudah hilang kewarasannya. Sean menatap menusuk pada Ryan
__ADS_1
Ryan pun tak bisa berbuat apa-apa ia pun mengangguk dan mulai menghubungi Fani dan menyuruh Fani untuk datang karena Sean mendadak sakit dan meminta Fani menjemputnya...
Sean Kembali menyuruh Ryan untuk menjemput wanita itu agar bisa dengan benar sampai di apartemen.