
Saat Cici dan Sean sudah mendekat mereka di kejutkan dengan tergeletak nya Fani jatuh pingsan.
''Fani...'' Cici langsung berteriak histeris dan segera membawa kepala Fani dalam pangkuannya.
''Pak, Mbak, Mas. I-ini sebenarnya apa yang terjadi kepada teman saya?'' tanya Cici begitu cemas Cici menatap pada mereka semua meminta jawaban.
Tapi semua nampak bergeming
''Tolong jawab apa yang terjadi?'' ulang Cici lagi
''Maaf kami tidak tahu.'' jawab salah satu yang berada di sana
''Iya benar, kami tak tahu bagaimana dengan kejadiannya Nona ini, karena saat tadi pertama kali kami melihat sudah tergeletak begitu'' jelas yang lain
''Ah iya bener, hanya tadi saya seperti mendengar suara teriakan di sini ya mungkin Nona ini'' tambah yang lain mengatakan yang dia tahu.
Cici mulai menangis takut terjadi sesuatu yang buruk pada Steffani.
''Fan, apa yang terjadi padamu '' ucap Cici menepuk pelan pipi Fani.
''Biar ku bawa dia ke rumah sakit.'' ucapnya pada Cici
''Iya'' balas Cici.
Sean ikut berjongkok di sisi Steffani. Lalu Sean dengan sigap menggendong nya dan membawa Fani ke rumah sakit terdekat.
Beberapa saat yang lalu...
Steffani berpamitan pada Sean dan Cici untuk pergi ke toilet. Fani pun berjalan menuju toilet yang memang tersedia di restoran itu.
__ADS_1
Seseorang yang memang sedari tadi memperhatikan nya itu pun langsung tersenyum lebar dan ia segera membuntuti kemana Fani pergi. Di tambah Sean dan satu wanita lain tengah mengobrol jadi tak melihatnya membuntuti langkah Fani di belakang.
Fani sudah masuk kedalam toilet dan Fani masih belum menyadari kalau orang itu tengah mengintainya dan mengikutinya di belakang.
Dan saat Fani keluar Fani kaget karena ada seorang pria yang sedang berada di depan pintu toilet yang tepat di depan pintu .
Orang itu tersenyum pada Fani tapi bagi Fani senyum nya itu seperti menyeringai dan membuat Fani takut.
''Maaf permisi'' Fani sudah mau pergi dan harus melewati orang itu dulu .
''Tunggu sebentar'' ucap pria itu menghentikan langkah Fani
''Ya?'' Fani menatap bingung dan kembali menunduk
''Kamu pacarnya Sean?'' lagi tiba-tiba pria ini mengatakan seperti itu tapi, tunggu dulu. Kenapa bisa tahu juga dengan Sean?' dalam batin Steffani merasa lebih kebingungan.
''Maaf tapi anda siapa ya Mas? Ke-kenapa bisa tahu dengan kak Sean?'' Fani balas bertanya
''Saudara jauh?'' Fani mengulangi
''Iya, kamu sendiri pacarnya?'' tanya orang itu lagi masih menanyakan siapa Fani.
Segera Fani menggeleng ''Bukan Mas, saya hanya adiknya'' selaras Fani memberitahu
''Adiknya? apa Mas Yoga sudah menikah lagi begitu?'' tanya pria itu lagi dan kali ini tepat sasaran
Dengan pelan Fani menganggukkan kepalanya Tapi Fani semakin bingung saja, siapa sebenarnya pria ini. Tadi dirinya tahu dengan Sean lalu sekarang sama Pak Yoga pun dia tahu, benarkah pria ini saudara jauh Sean..
Pria itu tiba-tiba mendekati Fani . Fani pun mundur waspada. Dan saat Steffani mulai merasakan ada ysng aneh dengan pria ini Fani sudah bersiap akan lari. Namun sayangnya pergerakan Fani ini di ketahui oleh pria itu
__ADS_1
Pria itu segera mencekal lengan Fani dan membenturkan ke dinding Fani kaget ''Tolong lepaskan, apa yang mau kau lakukan?'' Fani coba berontak
''Diamlah! dan turutin keinginan ku.'' ucapnya menyentak tatapan nya menusuk.
Fani menggeleng sudah ketakutan ''Tidak, biarkan saya pergi'' mohon Fani
''Tentu saya akan melepaskannya mu, setelah saya puas.'' ujarnya menyeringai
Dan dengan kasar pria itu mau membawa tubuh Steffani ke dalam toilet itu lagi.
Fani berontak dan meronta meminta di lepaskan dari pria itu. ''Jangan, ku mohon biarkan aku pergi. tidak.... lepaskan.... tolong.... jangan.. tidak mau... lepaskan... Aaaa....'' Keringat sudah bercucuran dari dahi Fani karena rasa takutnya ini Fani berpikir kenapa kalau yang bersangkutan dengan Sean selalu membuatnya sangat ketakutan dan ada masalah yang datang, saat itu Mami nya Sean menghinanya sekarang pria ini yang lebih parah sudah mau berbuat hal yang menjijikkan.
''Hei kau wanita, jauhin Sean jangan pernah mendekati dia lagi, karena semakin dekat kau dengannya. Semakin aku tertarik untuk menikmati mu''
Samar-samar Fani mendengar kata-kata itu sebelum akhirnya.
Brukkk
Tiba-tiba tubuh Fani ambruk sesaat tadi dia sudah berteriak dengan suara keras..
Pria itu jadi merasa aneh dengan pingsannya Fani ydng tiba-tiba.
''Astaga, kenapa dengannya?'' pria yang tadi mencoba memaksa Fani kini ia menatap bingung pada wanita ini yang terjatuh begitu saja. Padahal ia belum melakukan apapun.
''Sial-an, hei bangun bo-do-h bangun..'' teriaknya
''Bangun kau, yaelah sialan belum apa-apa malah sudah jatuh pingsan duluan.'' pria itu mengumpat kesal, karena hasratnya tak tersalurkan dan ketika dia seperti mendengar suara orang di luar dengan cepat ia membawa tubuh Fani hingga tergeletak di depan toilet, dan pria itu langsung kabur begitu saja.
Setelah itu pengunjung yang mendengar suara seseorang berteriak tadi pun segera pergi ke asal suara yang ternyata di sana ada Fani yang sudah tergeletak begitu saja lalu tak lama di susul dengan kedatangan Sean dan Cici melihat keadaan Fani.
__ADS_1
Dan tak membuang waktu Sean segera membawa Fani ke rumah sakit terdekat.
Sean sebenarnya ia sangat penasaran apa yang terjadi pada Fani yang tiba-tiba jatuh pingsan begitu, dan perasaan tadi itu Fani baik-baik saja tidak sedang sakit pikir Sean, namun untuk sekarang yang lebih penting membawa Fani ke rumah sakit dulu untuk di periksa lebih detail.