Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Kedatangan Mami Sarah


__ADS_3

''Fan!'' Sean memulai percakapan di dalam mobil


''ya'' balas Fani menoleh sekilas


''Kamu semalam, tidur nyenyak gak Fan?'' tiba-tiba saja Sean bertanya kaya gitu.


''ya nyenyak, kenapa ya?'' tanya Fani merasa tak mengerti dengan pertanyaan Sean ini


''Oh nyenyak ya? Apa kamu bermimpi kan saya gak?'' semakin melantur saja Sean ini, pikir Fani


''Kenapa mimpikan kakak ya?'' tanya Fani lagi


''Ya mungkin, barangkali saja kamu memimpikan saya gitu Fan!'' kekeh Sean sambil senyum-senyum


''Tidak kok'' jawab Fani polos


''Ah tidak ya!'' Sean sedikit lemas mendengarnya , kirain saat Sean membayangkan wajah Fani saat sedang bermain malam tadi, Fani pun lagi memimpikannya.. Itu artinya Sean yang terlalu berharap mungkin..


Kini Sean tak bertanya apa-apa lagi, mobil pun rupanya sudah sampai di gerbang kampus.


''Kak stop'' pinta Fani mendadak


Sean pun mengerem mendadak karena teriakan Fani barusan


''Ada apa?'' tanya Sean tak mengerti dan cemas


''Aku turun disini saja'' ujar Fani


''Loh kenapa?'' Sean Bingung


''Gak apa-apa kak, biar aku turun di sini, dan terima kasih ya sudah memberikan tumpangan nya untuk aku.'' ucap tulus Fani dengan tersenyum hangat pada Sean.


Sean terpaku menatap senyuman Fani yang baru dilihatnya dengan jelas sekarang ini, Sean akhirnya mengangguk menyilahkan Fani pergi .

__ADS_1


*


Besok lusa adalah acara pernikahan Papi Yoga dan Mama Rina. Acara ini akan di selenggarakan tidak terlalu mewah begitu yang di inginkan Mama Rina yang Mama Rina pinta sebagai syarat pernikahan.


Dan rupanya kabar pernikahan ini, sudah terdengar oleh Mami nya Sean Mami Sarah.


Mami pun hari itu juga datang berkunjung ke rumah Papi Yoga. Dia ingin menanyakan langsung kepada Papi Yoga mantan suaminya dulu.


Mobil putih sampai di halaman rumah Papi Yoga. Mami Sarah pun segera turun dari mobil, Lalu beliau berjalan memasuki rumah yang dulu pernah dia tempati itu.


''Tuan ada?'' tanya Mami kepada Mbok Siti.


''Ada Nyonya '' jawab si Mbok mengangguk


''Mari saya antarkan Nyonya '' kata Mbok Siti


''Hm..''


Papi Yoga menatap pada seseorang yang baru datang, ''Ayo masuk'' perintah Papi Yoga pada Mami nya Sean


Mami pun segera masuk dan ia duduk di salah satu kursi dengan gaya elegannya. Sementara si Mbok sudah kembali ke dapur untuk mengerjakan lagi pekerjannya.


''Ada apa ?'' tanya Papi duduk di hadapan Mami


''Mas, benar kamu mau menikah lagi ?'' Mami Sarah mulai bicara


''Ya Benar '' sahut Papi


''Sama siapa Mas ? apakah aku mengenalnya ?'' tanya Mami lagi, menebak mungkin mantan suaminya akan menikahi kolega bisnis.


''Tidak, kamu tak mengenalnya. Calon istriku bukan dari kalangan atas '' jawab Papi terus terang.


''Apa, yang benar Mas! jadi maksudnya kamu mau menikahi wanita biasa begitu ?'' kata Mami Sarah yang shock benar-benar terkejut

__ADS_1


''Ya!'' angguk Papi


''Ckkk , apa itu kriteria mu mas?'' sedikit mengejek Papi, Mami Sarah ini.


''Kenapa memangnya Sarah? Kalau saya memilih perempuan seperti itu, saya tak masalah bila harus menikahi wanita yang biasa saja, asal dia baik dan terima saya apa adanya, sayang pada saya, dan mengerti ingin saya'' balas Papi Yoga berbicara dengan tegas yang tak akan kalah dengan perkataan Mami Sarah.


''Apa maksudnya kamu bicara kaya gitu Mas! Kamu lagi sindir aku?'' Mami Sarah merasa tersinggung Mami Sarah sedikit menaikkan satu oktaf nada suaranya.


''Tidak ada, saya tidak sedang lagi ngomongin kamu, bukankah kita lagi bahas calon istriku'' sahut Papi bibirnya terangkat keatas merasa puas dengan jawabannya sendiri.


''Kalau kau membandingkan Aku dengan calon istri mu yang biasa itu, kamu bodoh dan salah mas, Karena sampai kapanpun, aku lah yang paling unggul Darinya dari apapun itu, Aku yang lebih pantas!'' pekik Mami . Yang rupanya sikap sombongnya itu tak pernah berubah, selalu saja merendahkan orang lain yang lebih bawah darinya..


Dan inilah yang membuat Papi Yoga dan Mami Sarah sering cekcok dan tak sepemikiran, hingga Papi sudah tak bisa menerima sikap sombong wanita ini sehingga saat itu dengan keputusan bulat, Papi menceraikan Mami Sarah, si mantan istri. .


''Kalau tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan, sebaiknya segera Pergilah, mungkin suami patuhmu itu sedang menunggu mu di rumah'' sindir Papi dan sebenarnya mengusir secara halus.


''Ok, aku juga sudah tak betah kok di rumah ini, bersama penghuninya yang memiliki tipe rendahan, memang suami ku yang sekarang ini yang bisa mengerti aku'' balas Mami membanggakan suami yang sekarang.


''Yasudah, silahkan pergi. Disana letak pintu keluar'' ujar Papi, menunjuk pada pintu


''Baik, by'' pamit Mami langsung berdiri dan segera berjalan keluar dengan gaya sombongnya itu .


''Huh, selalu saja wanita itu membuatku naik Darah'' umpat Papi sekarang merasa lega, Karena wanita banyak bicara itu sudah keluar .


Mami pun tak langsung pulang, dia ingin menemui putranya dulu tentu di kamarnya, Jam segini Sean pasti sudah pulang dari kampus, tebak Mami..


Mami Sarah sudah sampai di depan pintu kamar anaknya, Mami langsung memutar kenop pintu tak ada ketukan Mami langsung masuk kedalam, mami melihat di ranjang anaknya rupanya Sean Sedang melamun .


Sean mendengar ada yang masuk ke dalam kamarnya, Sean bersuara ''Fani.. '' panggil Sean tak sadar Pada orang yang datang, yang sayangnya Sean lagi tak fokus sehingga asal menyebutkan nama Fani, lagi dan lagi


''Fani?'' gumamnya Mami Sarah mengulang nama yang disebut Sean , dahinya Mami mengernyit menebak-nebak.


''Siapa Fani ?''

__ADS_1


__ADS_2