
Dalam keadaan tubuh yang terasa remuk redam, Mami Sarah bangun dari tidurnya yang sangat nyenyak.
Mami Sarah menatap sekeliling kamar nya ini dia tak menemukan keberadaan Reno.
''Euhh, Reno. Kau di mana?'' Mami Sarah memanggil Reno suami mudanya.
Tapi tak ada suara sahutan terdengar dari Reno ''Ren, kenapa tidak jawab . Kau di mana ?'' lalu tiba-tiba mata Mami Sarah seperti melihat ada secarik kertas di atas nakas Mami Sarah penasaran dan ia langsung mengambil kertas itu.
''Kertas apa ini?'' gumam Mami Sarah
**Mi, sorry Aku tidak membangunkan mu , karena tadi aku masih melihat mu tidur dengan nyenyak. Aku merasa kasihan mungkin kau kelelahan karena kita habis main semalaman..
Thanks ya Mi, sudah memuaskan saya malam tadi. Love you, dan ya. Maaf saya gak sempat bilang dulu pada Mami, kalau saya hari ini ada pertemuan dengan clien yang akan menguntungkan kita**.
Jadi dalam surat itu intinya Reno mengabarkan kalau dirinya sedang keluar kota untuk bisnis..
Tentu Mami Sarah yang gila harta akan senang karena pikirnya suami kekar nya sedang menjalani bisnis yang akan menghasilan uang.
Mami Sarah pun berencana menemui Sean di sel tahanan. Tapi sebelumnya Mami Sarah jelas harus mandi dulu ia pun berjalan menuju kamar mandi dan menyalakan air shower..
Kini sampailah Mami Sarah di kantor polisi.
''Saudara Sean, ada yang ingin bertemu dengan Anda.'' ucap seorang polisi Kepada Sean
''Siapa pak ? apa hari ini saya bebas ?'' tanya Sean dengan ekspresi yang bahagia jelas terlihat
''Silahkan Anda temui saja, dan jangan harap bisa bebas semudah itu.'' lanjut Pak polisi dengan tegas
Sean tak memperdulikan lagi soal kata-kata si polisi ini dia lebih memilih menemui orang yang di depan sana uang datang siapa.
''Mi ... '' panggil Sean rupanya yang datang Mami Sarah
Mami Sarah langsung berdiri dan ia segera memeluk sang anak Sean, ''gimana kabar mu sayang ?'' tanya Mami
__ADS_1
''Tentu Sean sangat tidak baik-baik saja Mi, Sean tersiksa.'' rengeknya dengan nada marah tapi
''Iya sabar dulu dong, tunggu sampai proses selesai ya.''
''Ada apa Mami ke sini ? Dan sudah kah Mami memberikan jaminan untuk kebebasan ku?'' tanya Sean
Mami Sarah mengangguk ''Ya sudah, tinggal menunggu keputusan dari pengacara Mami.'' jawab si Mami
''Hah baguslah Mi, Sean udah gak tahan hidup di neraka ini. Sean ingin secepatnya bebas.'' kata Sean dengan bersemangat.
''Iya Sean, Mami akan melakukan apapun untuk kebebasan mu, tapi Se. Ingat ini yang pertama dan terakhir ya kamu melakukan hal gila seperti ini. Mami tidak akan Sudi lagi membebaskan mu kalau kamu berbuat kriminal lagi.'' ancam Mami Sarah kini ia tak main-main, karena popularitas nya akan terancam bila nama baiknya tercoreng ulah sang anak tak bermoral ini..
''Okkk Mi, pokoknya Sean janji ini yang terakhir kalinya. Sean gak akan melakukan hal bodoh lagi.'' ujar Sean asal kan dirinya sekarang bebas dulu begitu pikir Sean.
**
Namun sampai detik ini sudah Lima bulan lamanya pengacara yang Mami Sarah sewa tak kunjung memberikan informasi soal kebebasan Sean..
Hingga di suatu hari, ada segerombolan rentenir datang ke kediaman Mami Sarah secara tiba-tiba.
Tok
Tok
Para rentenir itu mengetuk pintu rumah Mami Sarah dengan kasar.
''Heiiii , siapa yang berani mengetuk pintu rumah saya dengan keras begitu ?'' Mami Sarah membuktikan pintu dan ia langsung berteriak marah matanya mendelik melotot Tajam.
Tapi para rentenir itu dengan berpakaian serba hitam tak gentar dan tak takut dengan teriakan juga Pelotot-taan Mami Sarah.
''Apa di sini ada yang bernama Sarah ?'' tanya rentenir satu
''Ya saya sendiri, ada apa?'' Mami Sarah balas dengan gaya pongah
__ADS_1
''Cepat bayar uang pinjaman anda, karena ini sudah jatuh tempo.'' pinta rentenir itu
''Bayar uang? uang apa maksudmu hah? jangan asal bicara.'' sentak Mami Sarah tak mengerti
Lalu rentenir yang membawa berkas ia mendekati Mami Sarah dan ia pun langsung menyodorkan berkas itu pada Mami Sarah. ''Anda silahkan baca isi surat ini, Anda belum membayar hutang hutang Anda kepada bos kami,'' ucap rentenir yang membawa berkas tadi.
kemudian Mami Sarah mengambil berkas itu karena dirinya penasaran apa maksud ini. Seketika mata Mami Sarah membola lebar dengan sempurna.
Isi suratnya adalah.
''Pihak Satu, meminjam uang kepada pihak kedua yaitu Bos rentenir senilai 300 M.
Dan jika tidak juga membayar nya dalam waktu tiga bulan maka hutang itu bertambah bunga menjadi 500 M.
Kemudian bila tidak juga di bayar selama Tiga Bulan ini, maka jaminan bayar nya dengan sertifikat rumah.''
Tertera di atas materai tanda tangan Mami Sarah dan juga Bos rentenir itu.
''Apa apaan, ini. '' Mami Sarah terlonjak kaget dan bingung.
''Ya, itu adalah perjanjian nya dan sekarang cepat bayar 100 M, karena sudah lebih dari Lima bulan, atau kalau tidak maka terpaksa Anda harus pergi dari rumah ini.'' ucap rentenir itu dengan paksa tanpa ada perasaan.
''Tidak ! jangan asal bicara ya kamu, saya tidak pernah meminjam uang pada rentenir seperti kalian ini, jadi ngapain saya harus bayar. Ini namanya penipuan dan pemaksaan.'' ucap Mami Sarah berontak dan menolak ganti rugi toh ia pikir dirinya tak merasa pernah meminjam uang kepada siapa pun dirinya ini kan kaya raya.
''Jangan lagi banyak bicara dan protes sudah jelas di sini tertera nama serta tanda tangan Anda, cepat bayar atau kami akan melakukan cara kasar.!'' bentak si rentenir yang sudah geram dengan Mami Sarah mengelak tak mau bayar.
''Okk saya akan bayar, tapi itu besok saya harus mengambil duit nya dulu.'' putus Mami Sarah yang menganggap uang 100 M itu mudah.
''Baik besok kami ke sini lagi, tapi ingat Anda jangan coba-coba kabur nyonya, karena kami sedang memantau Anda lewat cctv.!'' ancam rentenir
''Ya Ok, lagian saya tidak akan kabur.'' Mami menegaskan
Kemudian para rentenir itu pun berlalu pergi dan tentu besok akan ke sini lagi untuk menagih hutang yang telah di tanda tangani oleh Mami Sarah..
__ADS_1