Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Fani pulang ke rumah.


__ADS_3

Sebelum mentari pagi menyinari bumi juga menyinari hati seorang wanita yang tengah gundah, aku ingin dia lebih sabar lagi menunggu hari bahagia dan cerah itu beberapa saat lagi,


Berduka lah dulu di awal dan bersenang-senang lah di kemudian hari dengan orang yang tepat untuk mu.


Bila dia jodohmu yang tepat, maka bagaimana jalannya dia akan menjemputnya mu dalam kegelapan dunia fana ini.


***


''Ayo, saya bantu turun dan berjalan '' Raffi membantu Fani saat wanita yang perutnya sudah membesar itu turun dari mobil.


''Iya terima kasih mas dokter, tapi aku baik baik saja gak sakit kok.'' maksudnya Fani ini bisa turun dan berjalan sendiri toh dia tidak sakit di kaki nya kan.


''Ya gak apa-apa, saya ingin saja membantu mu.'' balas Raffi


''Ahh ya baiklah terserah mas dokter saja'' balas Fani pun ..


Lalu saat Fani menatap bangunan rumah mewah ini, Fani langsung mengernyit heran juga bingung. ''Ini rumah siapa? kan aku mintanya ingin ke rumah aku sama Mama, aku kan ingin ketemu Mama?'' ujar Fani kebingungan menatap rumah besar ini .


''Em Nona, sekarang ini rumahmu dengan Mama kamu.''


''Apa? kenapa bisa?'' Fani pun shock


''Ya karena ibumu sudah menikah kembali, dan ini rumah suami nya atau ayah tiri mu.''


Sebelumnya Mama Rina dan Rasya telah menceritakan semuanya dari awal bagaimana kehidupan Fani serta keluarganya.


''Be-benarkah Mama sudah me-menikah lagi? kenapa aku tak ingat.'' Fani semakin bingung


''Ya sudah, dan pernikahan terjadi saat Anda masih di tempat kemarin Nona.'' alibi dokter Raffi.


''Jadi apa maksudnya, Mama gak ajak aku untuk hadir di acara pernikahan itu ?''


''Gak bukan seperti itu, saat itu keadaan sedang tak memungkinkan untuk mu hadir, tapi saat itu kamu sudah menyetujui dan mengijinkan ibumu menikah lagi kok'' itu semua agar Fani percaya.


''Ohh begitu yah '' walaupun bingung tapi Fani mencoba memahami nya.


''Iya ayo masuk, Mama mu sudah menunggu kepulangan mu'' ucap Raffi


''Ya baikk mas dokter, tapi Mama tahu aku akan pulang ya?''


''Ya tahu aku sudah memberi tahunya ''


''Ohh'' Fani mengangguk.

__ADS_1


Sesudah sampai di depan pintu dokter Raffi pun memencet bel rumah besar ini.


Ting Tong


Mama yang tengah menyiapkan puding kesukaan sang anak yang akan pulang pun mendengar bunyi bel rumah.


''Ah apa itu Fani yang datang.'' gumam Mama


''Bu, biar saya buka ya'' ucap bibi


''Iya bi.''


Ceklekkkkkkk


pintu sudah terbuka lebar.


Bibi langsung menganga dan dia sangat terkejut juga senang.


''Non .... Non Fani, akhirnya Non pulang. Alhamdulillah.'' sungguh bibi senang luar biasa


''Bu ... Non Fani pulang Bu, si Non sudah kembali'' bibi berteriak heboh memanggil Mama Rina.


Bibi memeluk Fani senang.


''Iya aku- aku baik '' Fani sedikit lupa dengan wanita baya ini yang katanya bibi.


Lalu dengan tergopoh-gopoh Mama datang dari arah dapur. ''Mana anak Mama, mana bi. Fani mana?''


'Fani, sayang ku. Anak Mama sudah sampai kamu nak?'' kini gantian Mama yang heboh lalu memeluk Fani dengan perasaan senang luar biasa.


''Iya Ma Fani pulang.'' balas mengusap punggung Mama dalam pelukannya Mama.


''Ayo masuk sayang, dokter. Ayo silahkan masuk.'' ajak Mama juga pada Raffi.


Sesudah duduk.


Dan bibi membawa air untuk Fani dan dokter Raffi.


''Makasih bi.'' ucap Raffi


''Iya diminum Nak dokter''


''Iya.''

__ADS_1


''Dokter, apa anak saya sudah sembuh total?'' tanya Mama sambil mendekap tangan Fani.


''Semuanya sudah membaik Bu, dan Fani pun sebaiknya memang tinggal di rumah saja karena Sepertinya tak akan lama lagi, dia akan melahirkan karena kini usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke sembilan.'' jelas dokter Raffi.


''Ohh iya benar dok.'' balas Mama kini ingat bahwa anaknya kan sedang mengandung.


''iya, Bu. Makanya saat Nons Fani bilang ingin pulang tentu saya langsung ijinkan sebab ini juga terbaik untuk kondisinya'' kata Raffi.


''Baik terima kasih ya Dok, saya benar-benar berhutang banyak sama dokter. Sudah mau merawat bahkan kini menyembuhkan Fani anak saya. Sungguh saya begitu berterima kasih banyak.'' Mama sangat berucap tulus


''Sama-sama Bu, ini memang tugas saya dan saya sendiri merasakan senang karena saya bisa membantu Ibu serta Fani.'' balas dokter.


Saat sedang berbincang, ponsel dokter Raffi ini berdering.


''Dok itu ponselnya Bunyi, barangkali penting'' ucap Mama karena Raffi tak menjawab.


''Permisi sebentar ya Bu, saya angkat dulu.''


''Iya.''


Sesudah menerima telepon dari seseorang itu, kini dokter Raffi pun berpamitan.


''Permisi Bu, Sepertinya saya harus pamit pulang sekarang.'' kata Raffi


''Loh kenapa cepat-cepat nak dokter, padahal saya sudah siapkan makan'' ucap Mama


''Iya maafkan saya Bu. Mungkin lain kali saja ya Bu, ini saya juga harus pergi dulu soalnya''


''Oh ada keperluan lagi Nak''


''Benar, saya harus menjemput seseorang dulu ke bandara'' beritahu Raffi.


''Ah ya baiklah. Dan sekali lagi terima kasih nak dokter''


'Baik Bu, dan saya juga minta maaf harus pulang sekarang, insyaallah lain kali saya berkunjung lagi ke sini.''


''Baiklah lain kali jangan menolak ajakan makam bareng di sini ya Nak'' pinta Mama sambil tertawa


''Iya iya Bu, baiklah saya pamit Bu. permisi.''


''Iya nak hati-hati''


''Ya .''

__ADS_1


Dokter Raffi pun melanjutkan lagi perjalanan nya menuju bandara karena ada yang harus dia jemput di sana, dan menunggu nya sedari tadi.?!


__ADS_2