
Hari bahagia Fani akhirnya terjadi juga hari ini. Kemarin dari pihak nya Raffi sudah datang ke kediaman Mama Rina yaitu rumah Papi Yoga.
Dan kemarin juga telah di adakan kesepakatan bahwa pernikahan akan di langsungkan pada besoknya yaitu sekarang.
Fani sudah di rias oleh team W O. Fani nampak cantik walau dia sudah memiliki anak. Namum masih terlihat seperti gadis yang masih sendiri. Alias belum memiliki anak.
Si kecil Afika juga sudah di rias tentu ikut dalam kebahagiaan sang Mama.
''Mama ... Mama ... '' Afika memanggil Fani dengan setengah berlari masuk ke kamar pengantin.
''Eh eh sayang Afika. Jangan lari-lari nak, nanti jatuh.'' Fani mengingatkan sang Putri
''Mama ... Fika cudah cantik kan , Mama?'' tanyanya sambil bersolek ke kiri dan kanan.
Tapi Fani membalas dengan menggeleng dan ekspresi wajah yang mengatakan tidak.
Fika langsung cemberut, ''Mama , apa Fika tidak cantik Mama ?'' ucapnya murung
Kemudian Fani tak tahan akhirnya Fani tersenyum lalu memegang pundak sang putri. ''Kata siapa tidak cantik? Dengar, anak Mama putra raja Mama ini selalu .... Cantik.'' puji Fani dan memang begitu adanya bukan hanya untuk menyenangkan sang anak. Fika ini memang cantik sekali kulit yang putih mulus dan ada ke bule-bule an nya. Mirip sekali dengan Sean.
''Jadi Fika, cantik kan Mama?'' si kecil masih saja bertanya
''Iya sayang iya. Kamu begitu cantik,''
''Cepelti Mama kan ma?'' tanyanya
''Hm, iya SEPERTI Mama.'' angguk Fani
''Mama, ini kok bunga nya wangi cekali cih ma.'' Fika terkekeh saat mencium aroma bunga melati yang melekat di tubuh si pengantin ini.
__ADS_1
''Iya kamu benar sayang, bunga ini memang wangi.'' balas Fani
**
Bila di kediaman Papi Yoga tengah melangsungkan acara pernikahan yang begitu penuh dengan kebahagiaan. Beda hal yang dengan apartemen Sean.
Dia sedang menahan sesak di dadanya. Akibat mendengar pernikahan Fani akan di langsungkan hari ini.
Sean tidak terima. Sebab harusnya dia yang kini menikah sama Fani. Sean masih belum bisa melupakan Fani semudah itu. Di tambah ada anak di antara mereka.
Sean tidak mau Anaknya jatuh dengan pria lain , dia ingin sekali merebut Afika. Tapi Sean sendiri sekarang tidak berdaya dia saja hidup sekarang di bantu oleh perawat nya.
''Mila, bawa aku ke depan cermin.'' pinta Sean pada Mila si perawat masih bersegel.
''Baik tuan muda.'' patuh Mila lalu mendorong Sean yang duduk di kursi roda.
''Lihat lah dirimu Sean, kau tidak lagi sempurna. Kau begitu cacat tak berdaya. Lihat wajahmu Sean kau tak lagi Tampan. Kau begitu hina Sean sekarang. Kau bo-doh Sean, kau sudah tidak berguna. Kau pengecut . Lalu sekarang kau bermimpi ingin mendapatkan Fani hah? Kemarin saja saat kau masih memiliki segalanya Fani dia, tidak mau dengan mu. Lalu sekarang kau masih mau merebut nya lagi Iya? Kau begitu bo-doh. Dia tak mungkin mau dengan mu, tidak Sean Lo Sudah cacat sekarang Sean .... Bahkan anak mu juga mungkin kini akan membencimu di tambah kau begitu mengerikan Sean .... Terkutuk kamu Sean, Lo sudah hancur.'' Sean berteriak sendiri dengan mengata-ngatai dirinya sendiri, Sean mengamuk dia kesal pada dirinya juga pada nasibnya dan di tambah ini hari pernikahan orang yang dia cintai tapi dirinya malah tidak berdaya seperti ini.
Mila, perawat nya dia hanya bisa menutup mata dan menahan rasa takut nya. Karena pasien yang dia jaga dan majikan nya ini orang yang pemarah mudah tersinggung dan juga suka bermulut pedas alias menyakiti lewat kata-kata. Mila Sebenarnya merasa kasihan pada Sean, yang mengharapkan Anaknya juga wanita bernama Fani.
Kembali ke kediaman Papi Yoga.
"Saya terima nikahnya dan Kawinnya Steffani flower Michelin Dengan Emas Kawin seberat 422023.000 Di bayar tunai!" dalam satu tarikan nafas Raffi sudah menyebutkan ijab Kabul nya.
''Sahh .... ''
Semua Serentak mengucapkan sah dan rasa syukur.
Kini sudah sah Fani menjadi istrinya dokter Raffi..
__ADS_1
''Fani ...., Selamat sayang!'' dengan heboh Cici datang dan di dampingi Rasya yang kini menjadi pacarnya
''Ci ... Terima kasih, ya ci.'' balas Fani dan saling berpelukan
''Kakak ipar, selamat ya!'' kini gantian Rasya yang mengucapkan selamat pada dua mempelai
''Iya Sya, makasih . Kapan dong kalian nyusul?'' tanya Fani
''Kapan tuh yank?'' sahut Cici dengan menggoda Rasya
''Doa kan saja, eh ya aku gak nyangka loh Fani . Kamu sekarang malah jadi kakak ipar ku ya.'' ucap Rasya
''Iya Sya, aku juga sama gak nyangka kamu kini bisa sama Cici.'' balas Fani
''Hahaaa, ah iya bener juga kamu Fan.'' Cici dan Rasya tertawa di ikuti Raffi dan Fani.
''Fa-Fani .... '' Tertawa nya mereka terhenti karena mendengar suara pria yang memanggil Fani. Mereka semua langsung menoleh pada orang itu.
''Fa-fani, maaf!''
''Fan, so-sorry!''
''Fani Tolong maafkan aku!''
''Si-siapa kalian?'' Fani sedikit ketakutan lagi, Raffi segera menenangkan sang istri.
''Fani, tolong maafkan kami Fani .... ''
''Iya Fanni maaf,'' Mereka langsung bersujud di kaki Steffani.
__ADS_1