Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Fani menghindari Sean


__ADS_3

Setelah panggilan terputus, Oh lebih tepatnya Sean matikan sepihak.


Sean menatap Fani lalu berkata ''Tadi Mami aku yang nelpon'' ujarnya memberi tahu Fani


''Oh iya'' balas Fani kembali menunduk dan dalam hati bicara 'Aku kan gak tanya'


''Oh ya Fan, gimana tadi seru gak film nya?'' tanya Sean


''Iya seru kok kak.'' jawab Fani


''Fani, thanks ya, kamu sudah mau temani kakak yang lagi sedih, kakak sekarang jadi senang lagi'' Benar tadi itu Sean beralasan, dia baru di putusin pacarnya, Sean lagi sedih. Jadi Sean minta di hibur dengan di temani Fani ke bioskop, makanya Fani mau pergi keluar.


''Iya kak, dan syukurlah kalau kakak sudah tak sedih lagi.'' seru Fani, Fani sudah mulai terbiasa mengobrol dengan Sean Sekarang ini..


Mami Sarah tak bisa terlalu jelas melihat wajah si perempuan yang sedang bersama anaknya ini. Karena di perempuan itu lebih sering menunduk.


Mami Sarah kesal karena anaknya berbohong, sang Mami segera menghampiri anaknya yang sedang makan.


''Sean..'' Mami memanggil dengan nada tinggi.


Sean pun menoleh ia bulatkan matanya karena kaget dengan kedatangan sang Mami tiba-tiba. ''Ma-mami?'' gumam Sean .


''Bagus ya kamu, sudah berani bohong heh?'' sang Mami menatap tajam.


''Mi ... ''


''Apa? kaget kamu lihat Mami ada disini ? Mami sedari tadi loh lihat kamu , tapi kamu kenapa harus bohong pada Mami, apa, karena perempuan ini?'' tuduh sang Mami. Mami Sarah menatap penampilan pertemuan yang sedang makan dengan anaknya.


'Pakaian nya kumel begitu, pasti dari keluarga miskin itu' dalam hati Mami Sarah.


'Sial, kenapa harus bertemu Mami.' omel hati Sean


''Siapa kamu?'' sekarang si Mami bertanya pada Fani dengan menatap garang


''S-saya Sa-saya.'' Fani jadi takut


''Ini teman Sean Mi, sudahlah jangan ikut campur '' tegas Sean.


''Tidak bisa. Mami harus tahu dengan teman temanmu, dan sepertinya dia tidak selevel dengan mu Se.'' ujar Mami menatap rendah pada Fani.


''Stop Mi, Sean bilang jangan lah ikut campur, Mau Sean berteman dengan siapapun itu bukan urusan Mami '' bentak Sean. Yang sudah merasa kesal dengan ulah Mami nya. Di tambah ini tempat umum


''Ohh sudah berani ya kamu kaya gitu sama orang tua, apa dia yang ngajarin kaya gitu'' menunjuk Fani


''Mi, stop.. jangah lagi bicara omong kosong ''


''Hei kau, dengar ya. Jangan bermimpi bisa mendekati anak saya, wanita rendah seperti mu itu tidak pantas untuk anak saya '' si Mami masih kukuh menyudutkan Fani.


''Maaf Bu, tolong jangan asal bicara, Saya tak ada niatan mau merebutnya dari Anda, dan saya tegaskan ya disini, saya sadar kok, saya itu orang miskin. Tapi tolong jangan bicara yang tak ada tahu sebenarnya.. Tolong jaga bicara Anda.'' Ucap Fani sambil berdiri. Lalu setelah itu Fani pergi begitu saja


''Fani, Fan. Tunggu ... '' Sean berteriak memanggil dan meminta Fani jangan pergi.


''Sudaj biarkan dia pergi memang sepantasnya seperti itu '' Mami pun mencekal lengan Sean agar tak mengikuti Fani

__ADS_1


''Mi, lepas, Fani, tunggu ... '' Sean melepaskan kasar lengannya dari tangan Mami yang menahannya dan ia berlari mengejar Steffani..


''Sean, mau kemana kamu, Se .. '' Mami pun berteriak memanggil anaknya yang memilih perempuan itu.


''Kurang ajar..'' Mami merasa kalah, ''Tunggu, siapa katanya nama wanita itu, Fani, Fani? Apa? apakah Fani, yang dulu di sebut Sean?.'' Mami Sarah tak menyangka kalau benar itu orang yang sama, Mami Sarah Tak akan pernah membiarkan anaknya dekat dengan perempuan yang bernama Fani itu. Perempuan yang sudah Mami bisa tebak dari Keluarga miskin..


''Fan, tunggu dong'' Sean menarik tangan Fani sehingga Fani menghentikan langkahnya.


''Kak, kenapa kakak malah ngejarr aku?'' tanya Fani bingung.


''Ya aku mau, dan kamu juga kenapa harus lari? Ada aku yang akan bela kamu'' kata Sean.


''Kakak tidak lihat memangnya, bagaimana Mami kakak itu menatap aku, Mami kakak tidak suka''


Sean membuang nafasnya kasar, Sean menjambak rambutnya kebelakang. ''Fan, atas nama Mami, aku minta maaf ya, tolong jangan di masukkan hati'' pinta Sean.


''Iya tidak apa kok, juga maaf tadi aku lancang sudah berkata seperti itu di depan Mami kakak, tapi sekarang sebaiknya kakak temui lagi Mami kakak, dan biarkan aku pulang'' ujar Fani


''Tidak Fani''


''Kenapa?''


''Kau berangkat bersamaku, maka aku juga yang akan mengantarkan mu pulang'' ujar Sean tegas


''Tapi kak, aku tidak mau, kesalahpahaman lagi seperti tadi.'' ujar Fani


''Tolong Fan, biarkan aku membawamu pulang lagi ya'' mohon Sean.


''Tapi, aku takut Mami nya kakak semakin salah paham''


''Ya baiklah'' Maka sekarang mereka pun pulang sama-sama lagi.


Besoknya..


Fani mulai menjaga jarak dari Sean..


Fani dia tidak mau ada berurusan dengan Mami nya pria itu, yang sudah jelas terlihat tak menyukainya.


Dan ya, Mami nya akan tambah benci padanya bila tahu, dia anak dari perempuan yang dinikahi oleh mantan suaminya..


Fani sudah punya anggapan seperti itu..


Fani bukan ingin menjelekkan ibu yang telah melahirkan Sean, tapi Fani dapat menebak karakter perempuan baya itu..


Jadi Fani memilih untuk menghindar dari Sean, toh selama ini juga mereka tak sedekat itu kan.


Sean baru bangun tidur, dan ia segera mandi karena ia akan ke kampus, sesudah selesai mandi. Sean turun ke bawah, dan rupanya Papi juga Mama Rina sedang sarapan.


''Pagi..'' Sean menyapa sambil ikut duduk bergabung dan mengambil sarapannya.


''Pagi Se''


''Pagi Nak''

__ADS_1


''Hari ini ke kampus Se?'' tanya sang Papi lalu mengunyah makanan nya.


''Iya, Pi, oh ya Tan, Fani mana?'' tanya Sean yang sedang memberikan selai di rotinya.


''Fani sudah berangkat tadi'' jawab Mama Rina.


''Oh gak sarapan dulu?''


''Bawa bekal kok'' beritahu Mama Rina lagi.


Sean hanya membalas mengangguk..


Di kampus pun, Sean mulai merasa aneh, karena seharian ini dirinya tak menemukan Fani..


''Kenapa Lo ?'' tanya Doni yang menatap aneh juga ingin tahu kenapa si ketua ini.


''Gue seharian ini gak lihat adik gue.'' kata Sean


''Hm, yang sudah punya adik gede.'' ejek Rian


''Ah berisik Lo.'' omel Sean


''Samperin dong ke kelas nya'' usul Yuda


''Gak ada, gue udah lihat ''


''Emang ada apa ? Lo nyariin tuh adik?'' tanya Rian


''Gak ada apa-apa sih, cuma tadi pagi juga gue gak lihat tuh anak di rumah '' jawab Sean


''Di rumah ? di rumah mana?'' Doni menyahut


''Ya rumah bokap lah.'' jawab Sean lempeng


''Maksudnya, jadi Lo berdua udah satu rumah ya?'' tebak Doni


''Hm'' angguk Sean


''Bro kok Lo gak Cerita ?'' ujar Yuda


''Ngapain gue ceritain ke Lo''


''Yaelah ya harus dong''


''Gak penting '' kekeh Sean


''Penting lah bro, kalau Lo cerita, sudah pasti kita bakal sering-sering main ke rumah Lo.''


''Mo ngapain Lo ?'' Sean menatap tajam Yuda


''Mau ngintipin adik tiri Lo, hahahaaa..'' kompak mereka bertiga berbicara kaya gitu, lalu tertawa terbahak..


''Sialan, awas aja Lo bertiga, kalau berani.''

__ADS_1


''Kenapa Se? Lo kaya cemburu gitu, kaya gak ikhlas ya, apa ... Lo mulai suka ya sama adik Lo ?'' tanya Doni niatnya menggoda Sean.


Sean langsung diam di tempat menatap lurus ke depan 'Suka? sama tuh anak, gak mungkin, tapi ..'


__ADS_2