Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Kedatangan wanita itu


__ADS_3

Sean masih saja tak bisa percaya begitu saja, di tambah pria itu yang menjadi dokter menangani Fani selama ini menyebutkan anak yang di kandung Fani adalah anak pria itu.


Sean berasumsi mungkin saaat di rumah sakit jiwa, Fani pun melakukan hal kotor dengan dokter tersebut. Kalau tidak, ngapain pria itu repot-repot mengaku sebagai ayahnya bayi yang di kandung Fani.


''Gila ya lo Fani, gak nyangka sekali gue. Lo berani seperti itu dengan dokter gadungan itu.'' tuduh Sean sangat tak berperasaan.


''Lo dulu sok polos dan menolak keinginan gue, sementara kini Lo malah hamil dengan tuh laki sialann . Benar-benar ya Lo Fani, heh gue gak nyangka Cuihhh, dasar Fani Lo perempuan sok lugu.'' umpat Sean kini dia benci terhadap Fani


***


Dua bulan kemudian...


''Mas Dokter, saya ingin pulang ke rumah Mama.'' pinta Fani di suatu hari.


''Em, memang sudah tidak ada yang di rasa lagi Nona?'' tanya Raffi memastikan


Fani pun menggeleng, ''Sudah tidak ada kok mas Raffi , oh ya kok mas masih sebut aku Nona sih. Bukan kah kita telah menikah ya, tapi aku rasa kita bagai orang asing mas.'' ujar Fani mengatakan yang ada di hatinya yang dia rasakan.


''Ooh soal itu, iya saya belum terbiasa dan menurut saya sih tidak masalah kan bila menyebut mu seperti itu.'' ucap Raffi


'' HM ya tidak masalah juga sih, gimana mas dokter aku mau pulang sudah boleh kan? aku sudah baik kok'' pinta Fani lagi


''Ya baiklah , tapi bila kau mengalami sakit lagi apapun ituu maka kamu harus kembali ke sini.'' jelas Raffi.


''Tapi mas dokter, aku sebenarnya aku merasa bosan di sini. Aku ingin sama Mama.'' ujar Fani dengan suara lirih.


''Begitu ya, bukankah di sini banyak perawat yang selalu menemani mu kan?'' tanya Raffi

__ADS_1


''Ya itu memang benar, hanya saja aku tidak betah di sini. Aku takut,''


''Takut kenapa?''


''Kemarin ada yang datang ke kamar aku lalu dia itu rambutnya berantakan dan dia membawa bayi yang berlumuran darah, dia- dia seperti ingin membunuh bayi yang dia bawa di hadapan ku, hiksss aku takut bila dia juga akan melukai anak ku.'' ucap Fani menjelaskan kejadian beberapa hari lalu, Fani sempat melihat ada yang mengendap masuk dan orang itu membawa entah bayi beneran entah boneka hanya saja dengan membawa pisau


''Apa? Ada orang yang datang ke sini?'' jelas Raffi dia terkejut karena baru mendengar hal ini Sebelumnya dia tak mendengar kabar apapun dari staf rumah sakit ini. Tapi barusan Fani mengatakan semua itu.


''Iya makanya aku takut Mas dokter, aku tidak mau di sini lagi. Kita pulang saja ya ke rumah Mama.'' kekeh Fani.


''Hm ki-kita?'' sedikit ambigu di telinga Raffi saat Fani berucap kita pulang.


'Kenapa jadi panjang begini urusannya' batin Raffi.


''Mas, mas dokter kenapa diam?'' ucap Fani kembali dengan menatap wajah Raffi


***


Di lain tempat, seorang wanita cantik dan mempunyai karir yang cemerlang, dia sedang di Bandara.


Lalu tangannya memegang sebuah ponsel dan dia menghubungi satu nomor yang itu adalah nomor suaminya.


Tutt


Tuutt..


Cukup lama orang yang tertera nama suami mengangkat telpon darinya.

__ADS_1


''Ayo angkat, kenapa lama sekali sih angkat telpon dari ku'' gumam si wanita cantik ini dengan masih mengubungi nomor sang suami.


Hingga akhirnya..


[Ya hallo.] terdapat nada dingin seperti biasanya di telinga si wanita


[Hallo sayang, tolong jemput aku ya!] ucapnya Manja dengan meminta di jemput.


[Jemput? apa maksudmu?] tanya seorang pria tidak mengerti.


[Ihh kamu dasar ya, ya pokoknya kamu jemput aku di bandara. Aku pulang ke Indonesia sekarang. Dan saat ini aku sedang di bandara. Jangan lama!] kembali ucap wanita itu dan menjelaskan sekarang dirinya tengah menunggu di bandara.


[A-apa? jadi maksudnya kamu pulang ke Indonesia, hari ini?] si pria pun terkejut dengan kepulangan wanita itu Secara tiba-tiba.


[Ya benar, aku pulang karena aku akan menetap kembali di Indonesia, juga aku merasa kita harus menjalani hubungan ini lagi, aku merindukan mu!] ucap wanita.


[Heh, rindu? kemana selama ini dirimu, lalu sekarang bilang rindu sangat Munafik!] umpat si pria


[Sudahlah jangan berdebat, cepat jemput sayang!]


Tutt


Panggilan di putus dari sang wanita..


''Kenapa dia pulang secara tiba-tiba begini, kenapa tidak pas saat saya kemarin kemarin memintanya pulang. Kenapa?'' bentak si pria.


*Siapakah wanita itu .. ?

__ADS_1


dan siapa pria tersebut*.. ?


__ADS_2