Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Cici mulai jatuh cinta..


__ADS_3

Setelah kepergian para rentenir sialan itu Mami Sarah pun kini tengah merenung bingung ia memikirkan yang baru saja terjadi.


''Sial, ini apa maksudnya ? Kapan saya meminjam pada rentenir sialan itu.'' ujar Sarah dengan keadaan kacau


''Tapi di sana, saya melihat jelas itu memang tanda tangan dari saya. Tidak, saya tak merasa meminjam ataupun menanda tangani apapun.'' kekeh Sarah ia tak merasa.


Kemudian Mami Sarah berpikir mereka itu sedang menggertak nya agar mau memberikan uang dan juga mereka penipu dengan membawa berkas palsu itu iya begitu pikirnya Sarah.


''Di saat seperti ini, saya ingat kamu Reno. Kapan kau kembali dari kota xx?'' Mami Sarah rindu sama Reno rupanya.


Tanpa Sarah tahu kini Pria benalu itu sedang asyiknya tidur sana sini bersama para wanitanya di tempat jauh sana.


**


Jantungnya Seseorang ini tiba-tiba menjadi deg-degan saat ia duduk di dekat seorang pria, yang sebelumnya tidak seperti ini perasaannya..


Diam-diam ia menengokan kepalanya pada pria di sampingnya.


Lagi saat melihat wajahnya deg-degan itu terasa begitu cepat. Wanita tadi tersenyum pada pria itu mereka sekarang tengah menjenguk Fani sahabat keduanya.


''Bang gimana sekarang keadaan Fani ?'' tanya Rasya Kepada Raffi Dokter sekaligus kakak Rasya.


''Sekarang sudah lebih baik, dia tidak sehisteris dulu lagi kalau bertemu dengan orang.'' jelas Raffi


''Ohh ya syukurlah Kak, aku ikut senang mendengarnya . Tolong Kak sembukan Fani ya.'' timpal Cici dengan meminta pada Rasya.


''Ya tentu saja karena itu adalah tugas saya, namun semuanya balik lagi pada Fani dan Tuhan , Fani juga harus semangat untuk sembuh.'' kata Raffi.


Cici mengangguk lalu di rasa ada tangan seseorang yang tiba-tiba menyentuh tangan nya, dan itu adalah Rasya. ''Saya yakin Fani akan pulih kembali, dia akan bersama-sama kita lagi ya. Dan kita doakan kesembuhan untuk Fani.'' ucap Rasya sambil tersenyum kepada Cici dan tangannya itu juga masih berada di tangan Cici menggenggamnya.


Kini Cici mengangguk namun dengan menyembunyikan senyumnya, hal itu jadi menambah curiga untuk Raffi yang barusan melihat semuanya.


Hmm sepertinya mereka akhir-akhir ini semakin dekat saja, dan ya tadi itu aku melihat kayaknya ada rasa-rasa antara keduanya.. Raffi bermonolog dalam hati begitu melihat interaksi antara adiknya dengan sahabat Pasien nya.


Karena hari sudah mau malam Cici pun akan pulang tentu di antar oleh Rasya, juga Rasya ini kadang merasa tak masalah dia mengantarkan Cici untuk pulang bersama malah Rasya sendiri yang selalu menawarkan untuk mengantar Cici..


''Sya, makasih ya kamu selalu antar aku pulang.'' ucap Cici dengan tersenyum

__ADS_1


'Iya ci sama-sama.'' balas Rasya


''Mau mampir dulu?'' Cici menawarkan


''Memang boleh ?'' sahut Rasya mengagetkan Cici , wanita itu sampai diam di tempat karena biasanya Rasya tak pernah mau bila di ajak mampir ke dalam rumah. Tapi hari ini Rasya jadi mau 'Oh apa ini mimpi ?'


''Ehh malah bengong, boleh tidak nih katanya suruh mampir.'' ujar Rasya lagi dan itu artinya Cici memang tak salah dengar.


Cici pun mengangguk ''Iya boleh dong ayo'' sahut Cici lalu mereka pun masuk ke dalam rumah orang tua Cici tentunya.


Rasya di persilahkan duduk dulu oleh Cici di sofa ruang tamu. ''Gak apa-apa kan aku tinggal dulu ke kamar ?'' ucap Cici yang mau membersihkan diri dulu atau menyimpan tas mungkin juga bergantian pakaian.


Rasya mengangguk boleh ''Gak apa.'' katanya


Sementara Cici berlalu , setelah itu datang lah Mama Cici menemui Rasya. ''Ehh ada tamu rupanya ?'' ujar Mama Cici menyapa Rasya ramah..


''Hm iya Tante,'' begitu jawab Rasya masih kaku.


''Ini siapa teman Cici ? atau ... '' Mamanya sengaja menggantungkan ucapannya


''Ohh teman, saya pikir kamu ini pacarnya,'' celetuk Mama Cici


''Ehh--'' Rasya terkejut


''Ya wajar tidak saya berpikir kesana, sebab saya sering loh melihat mobil kamu ini mengantarkan anak saya pulang.'' terang Mama Cici mengungkapkan.


''Ooohh itu ya Tan..'' Rasya tak bisa menjawab dia rasanya mati kutu.


''Tapi Nak, saya senang loh kamu akhirnya mau mampir juga ke rumah, kan saya jadi bisa tahu wajah orang yang suka mengantarkan anak saya ini.'' kekeh Mama Cici dengan raut wajah senang begitu yang Rasya tangkap.


''Iya maaf Tan, saya juga baru mampir nya sekarang ini..Dan saya tak ada niat jahat pada Cici karena kemarin-kemarin saya tak mampir, ya maksudnya bukan berarti saya tidak bertanggung jawab.'' kata Rasya


Kini membuat Mama Cici diam 'Ehh saya tak pikir ke sana kok.' batin Mama Cici


''Iya Nak, saya itu sebenarnya takut saja anak saya ini terjerumus yang tidak-tidak begitu Nak.'' ucapnya Mama Cici kembali


''Ohh iya itu hal yang wajar Tan.'' karena pikir Rasya semua orang tua akan berpikir ke sana.

__ADS_1


''Iya makanya itu Nak, sekarang Tante senang karena rupanya anak Tante di antar ini oleh pria masih muda mapan dan Tampan seperti mu, tadinya Tante pikir Cici itu suka di antar oleh Om Om.. Ya Tante takut Cici seperti itu salah pergaulan.'' celetukan Mama Cici membuat Rasya kaget sekaligus ingin tertawa ''Bisanya Tante ini menganggap ku, Om Om..'' batin Rasya merasa lucu.


*


''Ci, apa saya ini sudah seperti Om Om ?'' iseng Rasya bertanya pada Cici


''Hah maksudnya ?'' Cici baru kembali tapi sudah di buat bingung dengan pertanyaan Rasya.


''Iya,. saya yang sering mengantarkan kamu pulang dengan memakai mobil dan tentu karena saya tak pernah mampir ke dalam rumah kamu, apa saya terlihat seperti Om Om hidung belang ?'' jelas Rasya tapi dia menahan tawa sebisa mungkin.


''Oohh soal itu...'' Cici tak bisa menjawab tapi Cici kesal pada satu orang ''Apa yang mengatakan ini Mama?'' tebak Cici ia menatap Rasya.


Dan Rasya menjawab lewat senyuman tanpa mau membalas dengan perkataan.


'Mamaa......' jerit batin Cici kesal marah pada sang Mama, ingin Cici diam saja tak usah bicara yang aneh-aneh dengan calon mantunya ini. Ehh..


**


Mami Sarah bagai tersambar petir di siang bolong Ketika dia mendapatkan kabar bahwa pengacaranya kabur dengan membawa uang dari setengah harta nya yang seharusnya di gunakan untuk jaminan pembebasan Sean.


Tapi sialnya malah di bawa kabur oleh pengacara gadungan itu,


Mami Sarah marah besar dia pun merasa setress dengan memikirkan hal ini. Hidupnya jadi kacau saat keluarga Fani hadir di kehidupan Sean anaknya.


Dalam keadaan seperti ini otak Mami Sarah tetap saja bisa menyalahkan orang lain.


Dalam mengamuk membanting semua barang di rumahnya untuk melampiaskan amarahnya karena dia sudah di tipu oleh pengacara sialan itu.


Tiba-tiba segerombolan rentenir kemarin datang lagi tentu itu semakin membuat Mami Sarah murka dan ia tak terima bila rumahnya di ambil juga Sekuat tenaga Mami Sarah tak akan menyerahkan harta satu-satunya ini.


Tapi karena penolakan dan berontak kan nya membuat Mami Sarah meregang nyawa di tangan para rentenir itu..


Kenapa bisa?


Dan apa yang terjadi?


Simak di bab selanjutnya, part menegangkan?!😱

__ADS_1


__ADS_2