Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Raffi memutuskan bercerai.


__ADS_3

Keputusan Dokter Raffi untuk menceraikan sang istri memang itu sudah bulat dia pikirkan dari jauh-jauh hari, namun baru kali ini saja dia mampu mengatakan nya langsung pada istrinya Laura.


''Aku sudah sangat bulat dengan keputusan ku untuk berpisah ini. Aku tak tahan lagi dengan sikapnya yang semena-mena kepada ku yang jelas adalah suaminya.'' ucap Raffi berbicara sendiri.


Laura istrinya dokter Raffi dia tak terima akan keinginan Raffi yang akan menceraikan nya. Dan tidak pernah sekalipun Laura berpikir Raffi akan melakukan ini, menceraikan nya.


''Raffi kamu tidak bisa semudah itu untuk melakukan bercerai dengan ku, dan harusnya aku lah yang memintanya meminta berpisah itu harusnya aku bukan kamu Raffi.''


Lihat saja Raffi, kau tak akan bisa menceraikan ku semudah itu. Tak akan bisa.'' lanjutnya.


Laura langsung pergi ke rumah mertuanya dia akan mengadu semua ini perbuatan Raffi padanya ini.


Tidak akan Laura relakan semudah itu Raffi mencapai keinginan nya ini.


Bibi pun membuka pintu ketika ada yang memencet bel rumah tadi, dan saat di buka rupanya yang datang adalah Laura istri dari Raffi.


''Nona muda, Anda sudah kembali non ?'' tanya bibi terkejut


'Ya bi, dimana Mami ada di rumah kan?'' tanya balik Laura dengan menunjukkan gaya orang kaya.

__ADS_1


''Oh ibu ada Nona, silahkan masuk. Biar bibi panggilkan ibu dulu .''


''Hmm cepat bi, jangan lama.'' kata Laura


Bibi mengangguk dan berlalu..


''Lau, kamu sudah pulang. Kapan ?'' tanya Mami Raffi langsung menyapa Laura menantunya.


''Mami ... Iya mi, Laura pulang barusan.'' jawabnya memeluk tubuh Mami.


''Apa mendadak kepulangan mu ini? Karena Raffi gak mengatakan nya pada Mami ?'' Mami sedikit kaget tiba-tiba saja Laura yang susah untuk di suruh pulang. Tapi hari ini, dia muncul secara tiba-tiba begini.


Laura akan mengikuti permainan Raffi yang ingin mencarikan nya dengan menjadikan ini suatu peluru untuk Raffi sendiri, dengan menyebut semua ini adalah salah dari Raffi.


''Apa Lau, Raffi selingkuh ? Yang benar kamu, tapi Mami gak melihat dia seperti itu Lau. Mungkin kamu salah kali.'' Mami tak percaya bahkan tak menyangka karena yang Mami tahu Raffi ini selalu sibuk dengan pekerjaan dan itu semua agar dia lupa dengan keadaannya yang memang punya istri tapi serasa tak punya.


''Benar Mami, Laura gak bohong bahkan dia sudah mengatakannya ingin mencarikan aku Mami hikss, jahat dia Mami.'' Laura menyebutkan soal perceraian.


''Apa? Cerai? Ya Tuhan Raffi, apa ini. Apa maksudnya ?'' Mami ini tak pernah mengajarkan soal perpisahan makanya dia sangat shock.

__ADS_1


***


Di lain tempat, seorang ibu pun juga kini dia merasa shock, saat Fani anaknya bilang kalau dia punya suami dan itu adalah Dokter Raffi.


Jelas hal itu membuat Mama Rina kebingungan. ''Kata siapa nak ? Raffi suami mu?'' tanya Mama hati-hati


''Loh memang Mama sudah lupa ya, kan mas dokter Raffi sendiri ma. Yang bilang sama Fani kalau ini kan anaknya dia , jiga mas dokter menyebutkan kita sudah menikah namun Fani mengalami kecelakaan, tapi kok Mama kaya terkejut begitu ma?'' tanya Fani menatap bingung.


''Em, gak ada sayang. Tadi Mama memang sempat terkejut karena akhirnya kamu ingat juga.'' ucap Mama coba tersenyum dan mengerti, mungkin ini untuk kebaikan dan kondisinya Fani bila dia tahu kalau Ayah dari bayi yang sedang dia kandung ini adalah orang jahat, mungkin Fani akan histeris lagi.


''Ya ma, terus sekarang mas dokter kemana ?'' tanya Fani


''Mungkin ada urusan penting lagi di rumah sakit.'' jawab Mama asal dan untuk menenangkan Fani saja.


''Ma, Fani kan sudah sembuh. Tapi kenapa ya Ma, mas dokter tidak pernah mau tidur satu tempat dengan Fani. Ya maksudnya bukan untuk itu, tapi ya sekedar menemani kenapa ya Ma ? Ah ya dan juga kadang aku merasa tidak kenal dengan dia, aku merasa kamu jauh dan entah kenapa malah muncul sosok bayangan orang yang tak jelas wajahnya malah yang selalu muncul dalam ingatan Fani, itu kenapa ya ma ? Apa Mama tahu, ma?'' tanya Fani panjang lebar.


Seketika Mama langsung diam membekas di tempat, saat mendengar pertanyaan dari Fani ini.


Apa anakku mengingat soal si bajingan itu.. ucap batin Mama.

__ADS_1


__ADS_2