
Kini, semuanya sudah terkapar tak berdaya di ranjang kamar itu, Mereka sampai ketiduran sebenar untuk menetralkan rasa capek setelah bercinta dan sebenarnya mereka harus pulang lagi kerumahnya mereka.
Sebagai anak yang baik bagi orang tuanya. mereka tak akan pernah bermalam di luar rumah, tentu itu hanya sebagai topeng saja. karena sebenarnya mereka sangat buas di atas ranjang..
Kini waktu menunjukkan pukul tiga, mereka bangun dan bersiap akan pulang.
''Se, gue tadi denger deh, kalau gak salah kayaknya Lo sebutin nama cewek Se.'' Ucap Yuda berbicara pada Sean dan menatap Sean penuh tanya penuh menyelidik
''Cewek, siapa?'' tanya balik Sean yang tak mengingat atau belum ingat.
''Siapa ya tadi Lo sebutin nama tuh cewek, sial gue lupa'' kata Yuda yang sayangnya dia lupa lagi namanya
''Ah Lo ini bicara yang jelas,! tuh cewek namanya Fanya'' kata Rian menyahut.
''Emang Fanya'' ulang Yuda Sepertinya bukan itu
''Bukan Fanya, dodol. Tapi Fani'' sekarang Doni menyahut dan membenarkan
''Ah iya bener tuh kayaknya Lo tadi sebut tuh cewek, Fani siapa Bro?'' tanya Yuda sangat penasaran
'Fani, kok mereka bisa dengar?' tanya batin Sean
'Apa iya tadi gue sebut namanya?'
'Tapi gue gak ingat ah, Lalu kenapa mereka bisa sebut si Fani?'
''Woii, malah bengong Lo Se, siapa tuh Fani, pacar Lo ya?'' tanya Rian menebak
''Ah mungkin calon bini-nya hahaa'' ledek Doni tertawa
''Sialan Lo, gak ada, gue gak sebut nama itu'' Sean mengelak
''Lo pikir kita budeg apa? jelas gue denger Sean, denger denger jelas, Lo nyebutin nama cewek, dan namanya Fani'' kata Doni menegaskan saat menyebut nama wanita itu, yang jelas dengar nama Fani lah yang Sean sebut saat bermain tadi .
''Gak lah, otak kalian itu lagi bermasalah.''
Sean pun segera beranjak sudah mau kembali pulang ke rumahnya, dan tak lupa sebelum pulang dia harus membersihkan tubuhnya dulu.
''Gue duluan '' pamitnya begitu saja , membiarkan Tiga temannya masih dalam bertanya-tanya nya itu
*
Steffani sedang bersiap untuk pergi kuliah hari ini. "Ma, lagi apa?" Fani menghampiri Mama Rina yang di dapur
__ADS_1
"Ini , Mama buatkan susu untukmu" beritahu Mama
"Susu Ma untukku ?" ulang Fani memastikan
"Iya, nih minum" kata Mama dan memberikan gelas berisi susu untuk Fani
Fani masih bergeming tak menerima "Kenapa, ini cepat minum" kata Mama Rina lagi
"Ma, gak mau ah, Fani kan sudah besar ma, masa minum susu sih." tolak Fani bibirnya langsung manyun kedua tangannya ia silangkan di depan dada
"Gak apa-apa Nak, walaupun sudah besar juga, ini akan menguatkan tulang tulang kamu " ucap Mama Rina
"Bosen Ma." tolak Fani lagi yang sebenarnya sudah sering di suruh minum susu begini, yang kata Mama nya agar berat badan Fani bertambah .
"Sedikit saja nih minum"
"Ya deh, baiklah.."
Lalu Fani berpamitan pada Mama Rina dan ia segera pergi ke kampus nya dengan mengendarai motor miliknya,
Tapi, rupanya di tengah jalan mendadak motornya ini malah mogok, "Aduhh kenapa harus mogok sih" keluh Fani
"Bisa telat dong kalau begini" katanya lagi
"Gimana aku ke kampus ini" Fani pun memilih duduk di atas motornya yang ia standar kan. sambil berharap Ada yang di kenal atau ada kendaraan umum yang Lewat.
Di lain tempat, lebih tepatnya di dalam mobil,
seorang pria lagi senyum-senyum gak jelas, ia mengingat kebodohannya sendiri, yang bisa-bisanya tak sadar memanggil nama wanita itu saat dia making love dengan cewek semalam yang di sewa nya.
"Gila, emang sudah gila gue ini, bisa bisanya ya, gue sebut si Fani"
"Gila Lo Se, Lo sampai ngebayangin si Fani yang lagi main, Ahhh gila." umpat nya
Sean Mulai fokus menyetir kendaraannya , namun saat di perjalanan dia melihat ada seseorang berdiam di atas motornya mungkin mogok pikir Sean,
Benar, pria itu Rupanya adalah Sean yang mau ke kampus juga. Sean melihat sebentar pada orang yang lagi di atas motor, ia melajukan mobilnya dengan pelan saat melewati, tapi saat di lihat lagi dari kaca spion, Sean pun mengerem mendadak .
Sean menatap wanita yang tadi ada di pikirannya.
Sean mengucek matanya , takutnya dia berhalusinasi lagi.
Tapi
__ADS_1
"Dia? Kayak si Fani" tebak Sean dan Sean segera memundurkan lagi kendaraannya sekarang Sean bisa jelas melihat siapa orang yang berada di atas motor itu. untuk memastikan benar tidak nya!
Karena orang itu juga menengok pada mobilnya jadi Sean bisa dengan jelas melihat wajah Fani, "Iya itu dia. apa Motornya mogok?" bertanya-tanya
Sean pun keluar, dan menghampiri Fani.
"Hai" sapanya
"Eh.!" Fani kaget karena rupanya mobil yang berhenti itu adalah Sean .
"Kenapa dengan motormu?" tanya Sean
"Em itu kak, motorku mogok'' jawab Fani memberitahu
"Oh mogok ya, kamu mau ke kampus? tanya Sean kembali
Fani mengangguk sebagai jawaban
"Motormu mogok, kamu ikut saja dengan saya pakai mobil saya, kita pergi ke kampus bareng." ajak Sean
Sekarang Fani bingung, tidak ikut dia akan sangat terlambat, kalau ikut, Fani juga takut di sangka sengaja mendekati Sean .
"Hei, malah bengong, ayo cepat naik. nih nanti kita telat" ajak Sean membuyarkan lamunan Fani
Fani melihat jam lagi, benar juga waktu sudah mepet. "Tapi kak motorku?" Fani memikirkan motornya
"Gampang, nanti gue bilang pak sopir, suruh angkut ke bengkel" kata Sean enteng
"Apa bisa begitu kak?"
"Ya bisa dong Fani, Lo lupa siapa gue?"
"Ah ya, baiklah kak"
"Ayo."
"iya."
Sean membukakan pintu depan untuk Fani masuk mobilnya. Fani pun masuk "Terima kasih" ucap Fani
"Ya!" Sean menyahut , dan ikut masuk lalu ia melajukan lagi mobilnya dan mereka berdua pergi ke kampus sama-sama di atas mobil yang sama...
Mereka ini memang satu kampus yang sama itu sudah lama dong, tapi entahlah kenapa bisa Sean baru melihat wajah Fani baru sekarang, mungkin ini sudah di atur. karena Rupanya Fani tak lama lagi akan menjadi calon adik tirinya... . .
__ADS_1