
Seorang pria, menepuk pundak Fani, saat Steffani mau menaiki motornya tadi.
Fani pun tak jadi naik, karena merasakan ada yang menepuk pundaknya tadi itu, Fani menyimpan helm lalu menoleh ke arah orang tersebut, siapa itu?
Saat sudah di lihat, Fani melebarkan matanya dan tersenyum lebar.
Orang itu pun balas tersenyum pada Fani, dan menyapa
''Hai, Fan.!' begitu sapanya .
''Rasya, kamu!''
''Benar Fan, ini aku !''
''Rasya, ini beneran kamu? kamu udah kembali ?'' Fani senang campur terkejut dengan kedatangan tiba-tiba sahabat pria nya ini.
''Benar, Steffani. Ini Aku,!'' tegasnya Rasya.
''Aaaa..! Sya, kok gak ngabarin dulu gitu kepulangan mu, ihh'' Fani heboh
''Sorry, kan buat kejutan.'' balas Rasya.
''Dasar ya kamu.''
''Kamu mau kemana?'' Rasya bertanya
''Ini aku mau berangkat ngampus'' jawab Fani.
''Oh, ke kampus, oh ya, gimana kalau aku anterin saja kamu sekarang'' tawar Rasya
Fani langsung diam beberapa saat, pasalnya dirinya tak pernah pergi di antar oleh siapapun, kecuali saat itu dirinya yang kedapatan motor mogok, barulah dia mau di ajak oleh Sean, Fani tak pernah mau merepotkan siapapun dan sekarang, Rasya menawarkan untuk mengantar nya juga, Fani bingung sendiri,.
__ADS_1
''Kenapa diam, Ayo aku antar!'' kata Rasya lagi.
''Tapi .. ''
''Sudah Ayo, Fan. Kita sudah lama loh tidak bertemu dan berbincang, kamu kaya sama yang tidak di kenal saja Fan, kamu tuh kaya ketakutan gitu.'' ledek Rasya
Fani hanya tersenyum saja.
Dan jadilah kini mereka berada di atas mobil nya Rasya, Fani pun jadinya di antarkan oleh Rasya.
Rasya, Tiga Tahun umurnya lebih tua dari Steffani, dan Rasya ini sudah selesai dengan study nya, Lalu saat sesudah lulus kuliah.Rasya pun melanjutkan perusahaan sang Ayah yang tempatnya di kota yang berbeda dengan kampung tempat tinggal Fani.
Dulu, saat SMA, mereka berdua berteman sangat akrab bahkan sangat dekat, Rasya dulu juga pernah tinggal di dekat rumah dengan rumah Fani, makanya mereka akrab. Tapi saat kuliah mereka berpisah, tidak kuliah di tempat yang sama, juga ditambah saat Rasya pergi untuk melanjutkan bisnis orang tuanya, mereka berdua pun benar-benar berpisah.
''Fan aku lupa belum tanya kabar mu,'' ucap Rasya
''Aku baik Sya, kamu sendiri gimana?'' tanya balik Fani, menanyakan kabar nya Rasya.
Memang, saat itu saat sesudah Rasya lulus SMA dan Rasya pergi bersama orang tuanya, Mereka jadi loss kontak. Dan sayangnya Rasya tak tahu Fani melanjutkan kuliah nya dimana.
''Di universitas Gunadarma'' jawab Fani
''Gunadarma. Oh ... rupanya kau jadi juga Fan, masuk di fakultas itu, kau hebat Fan.'' Rasya merasa bangga, dan dari dulu memang sepertinya Fani pernah bilang ingin masuk ke fakultas itu, sampai akhirnya benar saja Fani bisa di Gunadarma.
''Iya Sya, aku bisa di terima di sana itu karena beasiswa ku, bukan karena mampu.'' namun rupanya Fani justru merendah
''Fan, bukan seperti itu maksudku, kamu hebat itu ya Karena kecerdasan mu, aku justru bangga padamu, Fanni.'' Rasya menatap wajah Fani dan ia menunjukkan keseriusan dalam perkataan nya barusan.
''Kamu bisa aja ah Sya.''
Mobil pun sudah sampai di kampus. Fani dan Rasya ikut turun.
__ADS_1
''Makasih ya Sya, sudah anterin aku pulang.'' ujar Fani
Rasya mengangguk, ''Sama-sama, dan aku juga terima kasih loh, kamu sudah mau aku antar.'' balas Rasya yang lebih merasa senang.
Fani tersenyum. ''Yasudah aku masuk ya!'' pamit Fani
''Ok, tapi tunggu dulu Fan.''
''Ya kenapa ?''
''Boleh ya, nanti pulangnya aku ****** lagi ''
Fani diam sebentar kemudian ia mengangguk mengiyakan.
''Yasudah, aku juga mau pergi lagi.''
''Iya.'' sahut Fani.
Rasya masuk lagi ke dalam mobil, dan berlalu . Fani melambaikan tangan nya pada Rasya .
Namun, tanpa keduanya sadari, rupanya sedari tadi itu. ada yang melihat interaksi mereka. lebih tepatnya ada dua orang yang dari tadi melihat Fani dan Rasya, dari turun mobil dan ngobrol bentar..
''Bro, lihat deh, itu cewek kok sepertinya Pernah gue lihat.'' ucap orang itu sambil nunjuk pada arah Fani tadi. Sebelum pria yang bersama Fani pergi.
''Itu ... Itu kan seperti cewek yang semalam ya?'' sahut satu orang lagi, begitu ikut melihat, dan ia menebak.
''Ha ,,. iyaa benar itu sepertinya adik tiri si Sean.'' tambah yang tadi membenarkan.
Satu orang temannya mengangguk,
''Kalau begitu ayo kita beritahu si Sean, tadi adik tirinya itu di antar cowok ''
__ADS_1
''Iya ayo ayo!''