Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)

Apa Salahku, Kak (Air Mata Steffani)
Raffi sudah bercerai dengan istrinya


__ADS_3

Mami dokter Raffi menemui sang anak yang sedang berada di dalam kamar nya .


''Raff , ini Mami.'' seru Mami mengetuk pintu


''Ya mi, masuklah.'' sahut Raffi


Mami membuka pintu z di lihatnya Raffi tengah berbaring namun belum memejamkan mata seperti nya.


''Mi, ada apa?''


''Ini Raff, kamu belum menjelaskan siapa perempuan itu Raf.'' ucap Mami


''Dia kan pasien aku mi,''


''Tapi Raff, apa yang kemarin kamu ceritakan pada Mami yang mulai kamu sukai itu dia bukan?'' mami begitu penasaran


''Oh itu iya bener mi, dia perempuan yang aku ceritakan dan dia yang kini sedang aku suka mi.''


''Raff tapi bukan kamu kan yang membuat dia hamil?'' Mami menunjukkan mimik wajah serius campur tegang takut saja jawaban Raffi iya .


''Ya Tuhan Mami, tidak bukan seperti itu. Anak yang di kandungnya bukan anak Raffi, apa Mami sudah tak mempercayai Raffi?'' sedikit kecewa Raffi dengan tanggapan Mami nya


''Gak begitu juga Raff, bukan Mami tak mempercayai mu tapi Raff asal kau tahu tadi itu wanita ini sendiri yang mengatakan nya pada Mami Raf kalau katanya itu adalah anak mu, lalu yang benar yang mana ini?'' kata Mami


''Mi, Raff terpaksa mengatakan itu padanya. Sebab saat dia mulai merasakan perutnya membesar itu dia menanyakan apakah dia tengah hamil, sedangkan yang dia ingat adalah dia belum menikah tapi tiba-tiba dia hamil , dan akhirnya dengan terpaksa mi. Aku harus melakukan ini, aku terpaksa menyebutkan itu anakku dan kami telah menikah.' jelas Raffi


''Raff, kau sadar dengan ucapan mu itu kan? Kau telah mengatakan hal yang besar Raffi.'' kata Mami

__ADS_1


''Ya mi, Raff sangat sadar dan sudah memikirkan ini sebelumnya. Juga Raff gak bisa melihat nya sedih kecewa apalagi saat itu dia tak mau menerima anaknya itu dia memukul perut dan ingin menyingkirkan anak yang tak berdosa ini, bagaimana mi. Raff gak bisa melihat itu semua sedangkan Mami tahu kan, aku sejak dulu menginginkan seorang anak.'' ucap Raffi


Mami mengangguk membenarkan soal itu, tapi takutnya ini menjadi masalah untuk sang anak. Dan tentu Mami mengerti akan hal yang Raffi bicarakan ini. Memang pernikahan Raffi dengan Laura ini sudah cukup lama sudah lima tahun, namun Raffi belum juga mempunyai seorang anak. Bagaimana punya, mereka saja lama bertemu hingga bertahun-tahun karena Laura selalu mengejar karir tanpa memperdulikan Raffi sebagai suaminya.


''Tapi Raff, rahasia kan ini dari siapapun Nak. Jangan sampai ada yang tahu apalagi oleh Laura, ini akan menjadi masalah untukmu nantinya. Berhati-hatilah Mami selalu mendoakan mu ya.'' Mami ini hidup dari keluarga berada tapi itu tak membuatnya menjadi orang yang sombong dan menilai dari materi, tidak Mami tak seperti itu.


''Baik mi, aku mengerti dan akan berhati-hati.''


Mami mengangguk..


Maka waktu tak terasa berlalu dengan cepat, kini sudah satu Minggu saja hari berlalu, dan sudah satu minggu ini Fani tinggal bersama dokter Raffi juga Mami nya .


Rasya adik Raffi merasa senang dan ikut bahagia karena Fani berada di rumah sang Mami dan ini bisa kemungkinan membuat Fani semakin cepat sembuh karena sang kakak akan melakukan pengobatan untuk Fani dengan sebaik mungkin sebab di lakukan di rumah.


Rasya kali ini dia hanya bisa menanyakan kabar Fani lewat ponsel saja, kebetulan dia sedang di luar kota masih ada pekerjaan dan belum bisa pulang menemui Fani.


''Mi, aku harus pergi sekarang ya dan tolong jaga Fani sebentar.'' pamit Raffi di suatu pagi.


''Kamu mau kemana memangnya Raff ?'' tanya Mami


''Mi, kan aku hari ini harus menghadiri sidang keputusan perceraian.'' Raff mengingatkan


''Ohh iya, aduh Mami sampai lupa ya Raff.. Yasudah kamu hati-hati di jalan, dan Mami do'akan semoga keputusan mu ini adalah untuk terbaik Nak.'' kini Mami mendukung apapun keputusan anaknya ini.


''Terima kasih ya, mi?'' Raffi memeluk sang Mami


Hingga pada akhirnya, keputusan hakim susah ada hasilnya yaitu Raffi telah sah bercerai dari Laura. Kini status mereka adalah menjadi mantan. Bukan lagi suami istri yang sah.

__ADS_1


Laura merasa tak terima dia protes dia marah dan ngamuk di ruang sidang.


''Tidak Raff, kau gak bisa semudah itu menceraikan saya ya.'' ucap Laura membentak


''Sorry Laura, ini keputusan ku sudah bulat. Dan aku harap kamu bisa menerima juga mengerti seperti duku aku yang selalu memahami mu saat aku meminta mu pulang tapi tau memilih tetap di luar negeri. Lalu kemarin-kemarin aku memahami mu tapi tidak dengan hari ini Laura.'' sindir Raffi


''Tidak Raff...


Enak saja, kau bisa semudah ini.. Tidak akan ku biarkan kau pergi Raff ... Kembali Raffi.'' Laura berteriak bagai orang gila.


Raffi keluar dari ruangan pengadilan dan tak pedulikan ocehan Laura itu.


Saat akan menuju tempat mobil nya yang terparkir, ponsel Raffi berbunyi dan itu mami nya menelpon. Raffi segera angkat panggilan itu.


[Halo mi, ada apa ?]


[Raff, kau pulang sekarang ini Fani dia --]


[Ada apa apa yang terjadi dengannya mi?] nada Raff cemas


Ahh tolong, uhhh ahh ini sakitt ... terdengar suara wanita menjerit


[Mi, Fani kenapa]


[Cepat lah pulang Raff dia sebentar lagi akan .... ]


[Ya Ok ok, mi. Raff pulang sekarang.]

__ADS_1


__ADS_2