
''Serahkan rumah ini atau kami melakukan hal yang tidak terduga.'' para suruhan rentenir itu memberikan dua pilihan untuk Sarah.
''Heh, jangan harap ya saya akan memberikan rumah ini. Sudahlah sebaiknya kalian pergi dari sini saya tidak butuh pengemis Seperti kalian ini. Cepat pergi ... !!'' Sarah berteriak marah dia mulai frustasi.
''Baiklah bila ini yang anda inginkan Nyonya, cepat bawa semua barang di dalam rumah iini.!'' seseorang memerintahkan paada rentenir temannya untuk mengangkut semua barang milik Sarah.
''Heiii ... jangan berani kalian masuk selangkah pun kedalam rumah saya, tidak akan saya ijinkan kalian masuk bahkan mengambil harta saya !'' Sareh menegaskan dan menghalangi mereka semua masuk ke rumahnya harta satu-satunya ini.
''Cepat masuk ke dalam jangan hiraukan omongan wanita ini, ingat bos meminta kita untuk menghasilkan hari ini.'' ucap si ketua itu
Tubuh Sarah pun di banting oleh ketua tadi hingga anak-anak yang lain segera masuk lalu mereka mengambil semua yang berharga.
''Stop! Jangan berani membawa harta-harta saya, berhenti ... Kembalikan heii kau,'' Sarah menahan tubuh orang yang mengangkut barang di rumahnya.
''Diam kau , salah mu sendiri yang belum juga membayar hutang mu 10 M itu, maka sekarang biarkan kami membawa semua barang berharga ini.'' ketua itu pun berteriak pada Sarah.
Bagaimana Mami Sarah membayar hutang yang di sebutkan pria sialan ini, semua aset dan hartanya sudah di berikan setengahnya pada si pengacara gadungan itu sedangkan harta yang setengah lagi sudah di bawa kabur oleh Reno. Akhirnya Mami Sarah mengetahui juga perbuatan Reno.
''Beri saya waktu untuk membayar hutang, asalkan jangan mengambil harta saya ini.'' pinta Sarah negosiasi.
''Tidak bisa Nyonya ini sudah terlambat, bos kami akan memarahi kami bila gagal lagi'' sahut para preman suruhan rentenir.
''Jangan berani bawa semua barang-barang ku ini milik ku sialan, tidak akan aku biarkan kalian menghancurkan hidupku juga mengambil harta ku.'' Sarah pun melawan para preman itu dengan melemparkan segala barang yang di dekat nya seperti vas bunga atau gelas.
__ADS_1
Dan hal itu membuat mereka lelah juga kesal secara bersamaan.
''Kita habisi saja wanita ini.'' ucap preman sudah tidak tahan dengan tindakan Sarah.
''Ya kita habisi dia, sangat merepotkan.'' tambah yang lain.
Akhirnya tanpa perasaan ke Enam Preman itu perlahan mendekati Sarah.
''Bos bagaimana kalau kita nikmati saja dulu tubuhnya wanita ini seperti enak.'' ide gila preman satu.
''Hahh ya, Lo ada benarnya sayang nih barang bagus gak kita cicipi hahaaa'' tambah preman ketua.
''Hehh tidak, jangan! Mau apa kalian hah? ''
''Jangan berani mendekat ya.''
Hingga akhirnya para laki-laki jahanam itu memaksa Mami Sarah untuk melayani mereka secara bergantian.
Mami Sarah tak menyangka hidupnya akan seperti ini,.
''Arggghh to-long ....'' Mami Sarah sudah melemah hidupnya tak lama lagi.
''Tidak ... Ahhhh ... Jangan.!!'' mohon mami Sarah sudah begitu menderita.
__ADS_1
namun enam pria itu tak mendengarkan teriakan jeritan Sarah, itu mereka anggap sebagai semangat nya mereka untuk melakukan penyerbuan dengan membabi buta.
Mami Sarah di tarik ke sini lalu di angkat ke sana, dan di buat seperti itu lalu di suruh kaya gini oleh enam pria itu.
''Arggghh tidak ... Jangan .!!'' mata itu sudah tak mampu lagi untuk melihat dunia dengan jelas.
Mata Mama Sarah sudah akan terpejam untuk selamanya nyawanya ini sudah berada di tenggorokan.
Lalu tiba-tiba bayangan seorang gadis menari-nari di kepala Mami Sarah.
*Fani ... apa kau juga seperti Nak?
Kau merasakan yang sedang ku alami saat ini, kau tersiksa kau menjerit memohon tapi tak di dengarkan oleh Sean nak?
Fani to-long maafkan saya, sungguh saya sangat menyesal Fani..
Maafkan perkataan saya dan perlakuan Sean kepadamu..
Ahhhh, Fani saya min-ta ma-af*..
Hingga akhirnya mata wanita itu pun tertutup setengah rapat melotot tidak terpejam tidak.
Mami Sarah sudah meninggal dunia di tangan enam preman ini.
__ADS_1
Karma itu ada, dan sudah di bayar tunai dengan yang di alami oleh Mami Sarah sekarang. .
'