
Mila Sudah bersiap akan pulang kampung. Sementara itu Sean juga sedang menatap pada perawat nya yang lagi beres-beres. Sean Sebenarnya merasa tidak ingin Mila pulang, tapi dia sadar dia bukan siapa-siapa Mila Sean tak ada hal untuk melarang kepergian Mila.
Mila menghampiri Sean sambil menenteng tas nya yang akan di bawa pulang. ''Tuan saya pulang sekarang.'' pamitnya pada Sean
Sean melihat pada ras besar punya Mila Sean jadi memicingkan mata, ''Bawa apa itu kamu ?'' tanya Sean dengan suaranya yang selalu terdengar dingin
''Oh ini , ini pakaian saya Tuan.'' jawabnya Mila memberitahu .
''Kenapa banyak banget yang kamu bawa Mila? Apa semuanya itu kamu bawa pulang ? Dan apa kamu berniat gak akan kesini lagi?'' kini Sean jadi berpikir kemana-mana dan menebak Seperti itu terhadap Mila si perawat.
''E-eh bukan seperti itu Tuan, sebenarnya gak semua saya bawa kok. Hanya sedikit, dan ini karena tas nya saja yang besar, isinya mah cuma beberapa pakaian.'' jawab Mila
Hah ... Sean cukup lega mendengar itu, ''Mila, kau akan kembali lagi kan untuk mengurus ku?'' tanya Sean terdengar seperti putus asa.
Mila pun tersenyum, ''Insyaallah Tuan, saya akan kesini lagi.'' kata Mila
''Ya itu harus Mila, ingat Mila kalau kau gak balik lagi maka siap-siaplah kau harus membayar hutang mu itu dua kali lipat.'' tegas Sean mengingatkan tentang surat kontrak yang sudah Mila tanda tangani kemarin.
''Baik Tuan, saya mengerti dan pasti akan kembali.'' jawab Mila dia juga mikir dari mana bisa membayar hutang-hutangnya pada Sean.
''Yasudah Tuan, saya permisi.'' Mila pun sudah akan melangkah pergi dia sudah berbalik badan untuk menuju pintu depan.
''M-mila.'' Sean memanggil wanita itu
''Ya Tuan?'' Mila berbalik lagi menatap pada Sean
Sean memberikan senyuman terakhirnya, ''Cepat kembali Mila, gue butuh Lo.'' ucap nya sangat mantap
''Baik Tuan, segera saya akan kembali, setelah urusan saya di kampung beres.'' ujar Mila
''Baiklah Mila, hati-hati.''
''Iya Tuan, permisi.'' kini Mila Sudah benar-benar pergi dan meninggalkan Sean.
''Semoga beneran kau akan kembali lagi Mila.'' gumamnya Sean.
Kini Sean pun di urus ooleh Bibi yang bekerja di kediaman Papi Yoga selama Mila pergi.
Bibi dapat melihat bahwa anak majikannya ini sepertinya menyukai gadis itu yang suka merawat si tuan muda ini.
__ADS_1
''Den mari Bibi antarkan ke kamar.' ucap bibi
'Iya bi.'' balas Sean
**
Seorang gadis manis dan kini jadi semakin cantik karena dia hidup di kota sehingga membuat kulitnya menjadi putih bersih.
Gadis tersebut itu pun turun dari mobil travel yang sebelumnya sudah Sean pesankan khusus untuk kepulangan Mila.
Sesudah turun dari mobil, kini Mila harus berjalan menuju rumahnya yang berada di pedalaman. Mila terus berjalan dengan menenteng tas yang berisi bajunya juga hadiah oleh-oleh untuk sang adik.
Saat berjalan Mila selalu di pandangi oleh para pemuda yang kebetulan melihat dia melewati rumah nya si pemuda itu. Mereka nampak terkesima dengan Mila. Yang kini jadi terlihat cantik pangling.
Gadis manis itu pun kini sudah sampai di halaman rumah nya, rumah yang memiliki masa indah masa lalu penuh kenangan semasa kecilnya.
''Assalamualaikum Ibu, bapak.'' ucapnya sambil mengetuk pintu rumah.
''Waalaikum salam, Nak. Kamu sudah datang ayo masuk Nak.'' jawab sang Ibu menyambut kedatangan Mila.
''Iya Bu, Ibu apa kabarnya?'' Mila menyalami tangan sang ibu lalu Ibunya memeluk Mila
''Mila juga baik Bu, oh ya bapak dan Kiki mana Bu ?'' tanya Mila dengan menanyakan bapaknya juga adiknya.
''Adik mu sepertinya lagi main Nak, kalau bapak mu biasalah dia mil.'' ucap ibu dengan sedikit enggan menyebutkan suaminya sedang apa. ibu Mila jadi nampak sedih dan murung.
''Bu apa bapak masih sama seperti dulu, suka mancing dan main judi?'' Mila ikut sedih pastinya.
Ibu pun mengangguk pelan sebagai jawaban. ''Ya Allah pak, kenapa gak berubah juga. Bu yang sabar.'' Mila memeluk ibunya lagi.
''Iya Nak, ibu begitu bangga dan senang mendapatkan anak seperti mu.''
''ibu ....''
''ayo sayang duduk dulu biar ibu ambilkan minum ya.''
''Bu nanti Mila bisa ambil sendiri.''
''Gak apa sayang ibu senang kamu pulang.'' ibu berlalu
__ADS_1
Ibu pun kembali lagi dengan bawa air minum untuk Mila. ''Ini Mil, minum lah.''
''Makasih ya Bu.''
''Kamu tadi pulang naik apa Mil ?''
''Itu Bu aku kesini pulang dengan baik mobil travel Bu .'' jawab Mila
''Oh tumben Mil, gak naik bus?'' ucap ibu
''Gak Bu, karena ini sudah di pesankan oleh majikannya Mila Bu.''
''Begitu ya, syukurlah Mil. Bos mu itu sangat baik, ibu bahagia mendengar nya, eh iya kamu sudah bilang pada bos mu?''
''Bilang gimana Bu, kalau aku pulang Sudah minta ijin .'' ucap Mila
''Iya itu bagus tapi kamu sudah bilang kalau kamu gak akan kembali lagi ke kota Mil, kamu bakal tinggal di kampung sini lagi Mil.''
''Bu maksudnya ibu gimana ?'' Mila kebingungan
''Apa Bapak mu gak bilang Mil, kalau ibu nyuruh pulang ya karena kamu ingin bapak mu jodohkan begitu Mil, dan Sudah jelas kamu gak perlu ke kota lagi.'' ucap ibunya
Deg
''A-apa bu ini gimana Bu ? Mila gak tahu apa-apa Bu,'' Mila shock
''Bapak mu gak bilang kamu pulang karena mau di jodohkan Mil ?'' memang kemarin bapak Mila yang menelpon dan hanya menyuruh pulang karena ada hal serius dan penting. Bapaknya tidak mengatakan apa-apa hanya menyebut Mila hanya Secepatnya pulang. Tapi rupanya Mila justru akan dijodohkan.
''Aku baru tahu Bu, kalau aku akan di jodohkan Bapak gak ada bilang apa-apa di telpon.'' lirih Mila kini dia mendadak jadi lemas.
''Bapak mu itu, ternyata sengaja berbohong Mil, bapak mu bilang pada ibu, kalau katanya kamu sudah bersedia untuk di nikahkan dengan si juragan bebek.'' ucap Ibu
''J-juragan bebek Bu, a-apa maksudnya Pak Endang ?'' tebak Mila
''Benar nak.''
Jddduuarrr, rupanya Mila di jodohkan dengan pria yang sudah tua, yang umurnya sebanding sama bapaknya Mila.
Mila langsung terduduk lemas....
__ADS_1
''Mil.'' Ibunya kaget dan kasihan.