ARETTA

ARETTA
APEL BERGANTIAN


__ADS_3

Malam minggu kembali datang, itu artinya akan menjadi malam yang indah bagi setiap anak muda. Tapi tidak dengan Aretta.


Disaat teman-temannya antusias menyambut malam minggu, dengan berpenampilan sebaik mungkin, demi menyambut lawan jenis yang akan mengunjungi. Aretta justru sama sekali tidak memikirkannya.


"Lo nggak siap-siap, Re ?" Tanya Della yang saat itu sudah memakai pakaian terbaiknya.


"Siap-siap tidur maksud lo ?" Aretta balik bertanya.


"Ini malam minggu, Aretta ! Lo dandan dikit, kenapa ?" Ucap Della yang merasa kesal dengan sikap cuek temannya itu.


Bagaimana tidak, disaat teman-teman yang lain berpakaian rapi, berdandan dan memakai wewangian yang bisa memikat lawan jenis, Aretta justru tidak peduli sama sekali. Aretta malah memakai pakaian tidur bergambarkan boneka panda, tidak lupa dengan rambutnya yang diikat satu ditengah.


"Bodo amat ! Mau malam minggu kek, malam jumat kek, malam senen kek, gue nggak peduli !" Aretta berucap dengan entengnya.


"Ya Tuhaan, apa yang ada dipikiran lo sebenarnya ?" Della sampai menghela napas melihat tingkah cuek sahabatnya itu.


"Hahaha ! Udah ah, gue mau masuk dulu. Lebih seru maen game daripada pacaran !" Aretta hendak membuka pintu kamarnya, namun terhenti saat menyadari ada motor yang berhenti tepat didepan kamarnya.


"Hai !" Ucap pria tersebut melambaikan tangannya pada Aretta.


Aretta sudah memasang wajah garangnya melihat kedatangan tamunya.


"Ngapain lo kesini ?"


"Galak amat, belum juga turun dari motor !" Ucap pria tersebut yang tak lain adalah Dion.


"Nggak usah turun dari motor ! Balik lagi lu sana !" Aretta mengusir Dion.


"Jangan gitu dong, Ree ! Dion udah jauh-jauh kesini tuh demi lo !" Della berusaha menengahi.


"Ganggu orang aja !" Aretta akhirnya duduk di teras kamar kosnya.


"Eh, gue bawain martabak nih ! Lo makan ya ?" Dion menyodorkan plastik yang berisikan martabak pada Aretta.


"Buat lo, Del ! Bagi buat yang lain juga !" Aretta mengambil plastik dari Dion dan memberikan pada Della.


"Sabar, Dion. Sabar !" Dion membatin.


"Ada apa lo kesini ?" Aretta masih memasang wajah garangnya.


"Suruh duduk dulu kenapa, Re ? Kasih minum kek ! Tamu kok digalakin mulu. Ntar kapok lho tamunya." Della mencoba mencairkan suasana.


"Diem lo, Del ! Lagian, bagus kalo dia kapok. Gue nggak usah repot-repot ngusir !"


Della yang mengetahui tingkah Aretta yang semakin garang, segera menghindarinya. Ia tau betul jika sahabatnya itu benar-benar sedang marah.


"Gue kesini cuma pengen ngomong sama lo ! Ada yang mau gue sampein !" Ucap Dion setelah duduk disamping Aretta.


"Ngomong langsung ke inti, nggak usah basa-basi !" Aretta masih menanggapi dingin.


"Gue sayang sama lo. Gue pengen kita jadian !" Ucap Dion yang menuruti Aretta bicara langsung ke inti.


Aretta yang mendengar ucapan Dion, langsung mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Gede juga nyali lo !" Ucap Aretta dalam hati.


"Sorry, tapi gue belum bisa membuka hati gue buat siapapun !" Akhirnya suara Aretta melunak.


Aretta sadar betul, kalau untuk menolak perasaan seorang pria, harus dengan cara sesopan mungkin. Meski sebetapapun ia tidak menyukainya.


"Gue akan bersabar sampai hati lo terbuka. Dan ijinkan gue untuk tetap menunggunya !" Dion masih berusaha meyakinkan.


"Tapi gue minta maaf Yon, gue bener-bener nggak bisa ngebiarin lo nunggu ! Lebih baik lo cari cewek lain. Diluar sana masih banyak cewek yang bersedia nerima lo !"


"Tapi gue maunya lo ! Gue mau ngelakuin apapun yang lo suruh. Asalkan gue bisa jadi pacar lo !" Dion tetap pada pendiriannya.


"Tapi gue nggak bisa Yon, bener-bener nggak bisa. Gue harap lo ngerti !" Aretta mencoba memberi pengertian pada Dion.


"Baiklah, gue nggak bisa maksa lo ! Tapi, lo harus tau. Kapanpun lo butuh gue, gue akan selalu ada buat lo !"


"Thanks, Yon !"


"Gue pergi dulu ! Jaga diri lo baik-baik !" Ucap Dion segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Aretta masih belum beranjak dari tempat duduknya.


"Apa gue nggak salah denger barusan ?" Ucap Della yang mendengarkan dari dalam kamarnya.


"Lo nguping ya ?" Tanya Aretta.


"Sedikit ! Sorry deh. Soalnya kalian bicaranya keras banget, sampe kedengeran dari dalam kamar gue !" Della membela diri.


"Dasar tukang nguping !" Ucap Aretta kesal pada tingkah sahabatnya itu


"Gue juga nggak tau, Del ! Mungkin sampe ada cowok yang bener-bener bisa buat gue bertekuk lutut sama dia !"


"Dan gue akan tunggu saat itu terjadi !"


Belum lama Della berkata, tiba-tiba datanglah segerombolan motor menghampiri kosan Aretta. Sontak saja Aretta terkejut mengetahui hal itu, namun tidak dengan Della.


"Hai sayaaaang !" Ucap salah seorang dari segerombolan tersebut pada Della.


"Hai juga, sayaaang !" Della membalas sapaan tersebut.


Tentu saja Della membalasnya, karena itu adalah Bony yang membawa beberapa teman genk motornya.


"Hai sayang !" Salah seorang juga menyapa Aretta sama seperti Bony.


Aretta dibuat terkejut mengetahui pria yang menyapanya. Matanya dibuat membulat sempurna tak berkedip saat mengetahui pria yang tak asing baginya.


"Leo ? Bagaimana bisa dia ada disini ? Bukannya dia masih ada di kota C ?" Aretta bergumam dalam hatinya.


Leo pun bergegas melepas helmnya dan mendekati Aretta yang masih tertegun ditempatnya.


"Hai !" Ucap Leo saat telah berada dihadapan Aretta.


"Hai !" Aretta membalas sapaan Leo tanpa disadarinya.

__ADS_1


Leo mengibaskan tangannya didepan Aretta. Bagaimana tidak, gadis itu masih tak berkedip melihatnya.


"Lo kesambet ya ?" Tanya Leo.


"Eh, kenapa gue jadi diem gini sih ?" Ucap Aretta dalam hati.


Tak bisa dipungkiri, Aretta terkejut melihat kedatangan Leo. Ia sampai tidak bisa bergeming dari tempatnya.


Leo yang saat itu memakai celana jeans hitam, kaos putih dan jaket kulit berwarna hitam, serta rambutnya dengan model yang kekinian, semakin memperlihatkan wibawanya. Wajah tampan dan senyum manis bak pangeran dari negeri dongeng, seakan menghipnotis semua lawan jenis yang melihatnya. Tak terkecuali Aretta.


"Eh, e. . enggak kok. Siapa juga yang kesambet ?" Ucap Aretta terbata.


"Terus, kenapa lo diem aja ? Terpesona ya, liat gue ?" Leo berkata dengan sangat percaya diri.


"Narsis lo !"


"Gue suka liat lo kalau lagi marah gini. Gemes !" Ucap Leo mencubit lembut hidung Aretta.


"Apaan sih lo ?" Ucap Aretta menepis tangan Leo.


"Semakin berani aja nih, orang. Bahkan didepan temen-temennya juga, dia nggak malu buat godain gue !" Ucap Aretta dalam hati.


"Kok masih belum siap-siap ?" Tanya Leo kemudian.


"Siap-siap kemana maksud lo ? Siap-siap tidur ?" Ucap Aretta kembali dengan nada ketusnya.


"Kalau lo yang ngajakin mah, gue mau !"


"Maksud lo ?" Tanya Aretta yang mulai kebingungan.


"Ya, kalau lo yang ngajakin tidur gitu maksudnya." Leo mencoba menggoda Aretta.


"Dasar cowok gila !" Aretta masuk ke kamarnya dan hendak menutup pintu kamarnya, tapi seketika Leo dengan sigap menahannya.


"Gue kasih waktu lo lima menit buat ganti baju dan siap-siap ! Kalo lo belum juga keluar setelah lima menit, pintu kamar lo bakal gue dobrak !" Ucap Leo mengancam.


"Bodo amat !" Aretta tidak mau kalah.


"Oh, apa lo mau gue yang gantiin pakaian lo ?" Leo semakin mendekatkan tubuhnya pada Aretta.


Aretta yang menyadari hal itu, bergerak mundur, hingga tubuhnya terpojokkan di sudut dinding kamarnya.


"A. . apa mau lo ?" Ucap Aretta terbata dengan jantung yang berdebar tidak karuan.


"Sudahlah, pokoknya gue tunggu lo lima menit. Gue mau ajak lo jalan-jalan sama temen-temen gue. Sama Della juga !" Leo berlalu menutup pintu kamar aretta.


#Jangan lupa jejak like,


komen,


rate bintang 5,


dan vote juga yaa.

__ADS_1


Biar Author makin semangat up nya,😍😍😍


Terimakasih pembaca tercintaπŸ˜˜πŸ€—


__ADS_2