
Pembacanya ada terus tiap hari. Tapi Like, komen sama vote nya sedikitπ£
Budayakan Like, komen dan vote dulu sebelum membaca yaπ
Selamat membacaπ€π€ππ
πππππππ
Aretta dan Leo sudah selesai makan, mereka berdua memutuskan untuk bersantai dengan menonton televisi. Karena ini adalah hari libur, jadi Leo masih bebas beraktifitas dirumah.
"Sayang, apakah gue bisa minta sesuatu?" Tanya Leo yang sudah meletakkan kepalanya dipangkuan Aretta.
"Minta apa?" Aretta masih fokus pada acara kartun kesukaannya.
"Bisakah gue mandapat ucapan sayang dari lo?" Tanya Leo lagi.
"Maksudnya?" Tanya Aretta beralih menatap Leo.
"Gue pengen dipanggil 'sayang' dan jangan ada kata 'gue' dan 'lo' lagi!" Ucap Leo beralih mengalihkan wajahnya pada bagian perut Aretta dan memeluk pinggang Aretta.
"Iya sayang!" Ucap Aretta membelai lembut kepala Leo dengan mata yang tetap fokus pada layar televisi dihadapannya.
Aretta langsung meng-iyakan keinginan Leo. Karena sebenarnya, ia pun sudah menyadari itu dan berniat untuk memanggil Leo dengan panggilan yang lebih sopan.
Tak berapa lama, datanglah Bi Surti yang membawakan nampan berisikan buah-buahan dan dua gelas air putih.
"Maaf ganggu mbak, mas!" Ucap Bi Surti sopan.
"Nggak pa-pa, Bi."
"Ini saya bawain buah-buahan buat cemilan sambil nonton TV!" Ucap Bi Surti meletakkan nampan yang dibawanya di meja depan Aretta.
Bi Surti sampai tersipu malu sendiri saat melihat Leo yang tengah berbaring dipangkuan Aretta sambil memeluk perut istrinya itu.
"Manis sekali kelakuan pengantin baru yang satu ini!" Batin Bi Surti.
"Makasih ya, bi!" Ucap Aretta pada Bi Surti yang segera berlalu meninggalkan kedua pengantin yang tengah menikmati masa indah diawal pernikahan.
Rupanya sang asisten rumah tangga mengerti betul kebutuhan majikannya, meski tanpa diminta sekalipun.
Bahkan Leo tidak merubah posisinya sedikitpun saat Bi Surti datang. Ia seakan tidak mempedulikan kedatangan Bi Surti yang sampai tersipu malu melihat tingkahnya.
"Yank, ada buah. Mau nggak?" Tanya Aretta membelai lembut kepala Leo.
"Aku maunya kamu, sayang!" Ucap Leo tanpa sedikitpun bergeming dari posisinya.
Aretta merasa geli mendengar ucapan Leo yang berganti sebutan menjadi 'aku' 'kamu'. Kata-kata itu masih terasa asing ditelinganya. Terlebih lagi pribadinya yang mempunyai sikap cuek. Tapi bagaimanapun juga, ia harus membiasakan diri dengan itu semua.
"Aku disini, sayang! Nggak bosen apa meluk dari tadi?" Tanya Aretta.
__ADS_1
"Aku nggak pernah bosen sama kamu, sayang!" Leo bahkan mengeratkan pelukannya.
"Tapi aku pengen makan buah, sayanh. Dan untuk meraihnya, sangatlah susah. Bisakah bangun dulu sebentar saja?" Ucap Aretta yang mengucapkannya dengan nada selembut mungkin. Ia tidak mau sampai Leo nantinya tersinggung, dan kembali menghukumnya dengan aktivitas ranjang.
Leo pun akhirnya beranjak dari pangkuan Aretta dan duduk disamping Aretta.
Sedangkan Aretta mengambil buah yang ada dihadapannya dan langsung menyantapnya tanpa komando.
"Makan sendiri aja! Nggak sopan!" Ucap Leo yang sepertinya sengaja ditujukan pada Aretta.
"Katanya pengen lebih manis ngomongnya, sekarang dia sendiri yang mulai ngomong ketus!" Batin Aretta.
Aretta pun menyodorkan piring yang ada dihadapannya kehadapan Leo.
"Aaaaa!" Ucap Leo yang sudah membuka mulutnya lebar.
Aretta pun mengerti keinginan suaminya. Ia memasukan buah kedalam mulut Leo.
"Kenapa manja banget pas udah nikah sih?" Tanya Aretta.
"Kenapa, emang nggak boleh manja sama istri sendiri?" Leo balik bertanya.
"Tersinggungan pula!"
"Kayaknya ada yang pengen dihukum lagi!" Ucap Leo yang sudah meregangkan lengannya.
"Salah ngomong lagi deh, gue!" Aretta kembali membatin.
"Eh sayang, kamu nggak mau ngajak aku buat jalan-jalan gitu? Nonton misalnya!" Ucap Aretta mengalihkan perhatian.
"Jalan-jalannya dikamar aja!" Jawab Leo yang hendak menggendong Aretta.
"Eh, mau ngapain?" Tanya Aretta.
"Mau ngapain lagi?" Jawab Leo yang sudah menggendong Aretta.
"Eh, malu. Takut diliat Bi Surti!" Ucap Aretta yang masih mencoba mengalihkan perhatian Leo.
Tapi sang suami tidak sedikitpun mendengarkan ocehan istrinya. Leo segera membawa Aretta menuju kamarnya yang berada di lantai atas.
Aretta pun hanya bisa pasrah mendapati perlakuan Leo. Ia akhirnya mengalungkan tangannya pada leher Leo dengan kepala yang tidak berani menatap wajah Leo.
Sementara itu, ekspresi berbeda menghiasi raut wajah Leo. Ia malah tersenyum puas penuh kemenangan.
"Dasar pengantin baru! Pengennya mesraaa terus tiap hari. Eh, ngomong-ngomong pengantin baru, aku jadi inget jaman dulu pas baru nikah sama si bapaknya anak-anak. Hihi." Gumam Bi Surti yang tidak sengaja melihat tingkah kedua majikannya itu.
Leo sudah membaringkan Aretta pada tempat tidur, namun posisinya belum berubah sedikitpun. Aretta yang masih mengalungkan tangannya di leher Leo, membuat wajah Leo berjarak dekat dengan wajah Aretta.
Merekapun bertatapan cukup lama. Dengan jantung milik keduanya yang berdegup tak kalah cepat.
__ADS_1
"Sayang, apakah kamu bisa mengajakku berkeliling kota ini sebentar saja?" Tanya Aretta yang masih berusaha mengalihkan perhatian Leo. Ia masih berharap, aktivitas ranjangnya tidak akan berlanjut.
Cup!
Leo justru mencium singkat bibir Aretta. Yang empunya bibir hanya bisa terkejut.
"Nanti aja jalan-jalannya! Gue masih kangen sama lo!" Jawab Leo.
Namun kata-kata Leo tersebut berhasil membuat Aretta melepaskan tangannya yang sedari tadi melingkari leher Leo.
"Kenapa?" Tanya Leo yang menyadari perubahan sikap istrinya.
"Tadi katanya harus pake panggilan sayang. Sekarang malah sendirinya yang mulai ngomong lo gue lagi!" Jawab Aretta yang sudah mulai memasang wajah kesal.
"Hahahaha!" Leo sampai menjatuhkan dirinya diatas kasur karena tingkah lucu istrinya.
"Nggak lucu!" Ucap Aretta kesal.
"Sorry, sayang!" Aku lupa!" Ucap Leo yang sudah bisa mengontrol dirinya.
Kriiing
Tiba-tiba ponsel Leo berbunyi, tanda telefon masuk. Leo pun akhirnya mengangkat panggilan telefonnya meski awalnya merasa kesal.
"Hallo!" Sapa Leo setelah menekan tombol hijau.
"Hai brooo! Apa kabar? Udah sampai kota C belum lo?" Ucap si penelpon dari seberang.
"Udah, kenapa emangnya?" Tanya Leo tidak bersemangat.
"Boleh dong, kapan-kapan gue maen ke rumah lo?"
"Boleh, tapi tidak sekarang. Gue lagi diluar!" Jawab Leo yang sengaja berbohong.
Aretta mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Leo.
"Oke deh, bro. Gue tutup dulu ya teleponnya. Mau ada tamu soalnya. Bye!" Si penelpon pria tersebut memutus panggilan teleponnya dari seberang.
"Ganggu aja!" Ucap Leo kesal.
"Siapa?" Tanya Aretta.
"Manajer baru! Nggak penting!" Jawab Leo yang sudah merubah posisinya menjadi diatas tubuh Aretta.
"Eh, kenapa?" Tanya Aretta yang lagi-lagi terkejut dengan sikap suaminya. Ia belum terbiasa dengan semua ini.
"Apalagi?" Ucap Leo yang sudah menatap tajam wajah Aretta. Ia menyelipkan rambut yang menutupi wajah Aretta kebelakang telinga Aretta.
Dan pertempuran ranjangpun kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Sepertinya kedua pengantin baru tersebut tidak pernah merasa bosan dengan aktivitas yang satu ini.
__ADS_1