ARETTA

ARETTA
PERPISAHAN


__ADS_3

Jangan lupa like, komen dan vote yang banyak ya😍😍😍


Percayalah, author nulisnya sambil ngerasain nggak enak badan.


Semoga kalian selalu dalam lindungan-NYA


💖💖💖💖💖💖💖


Hari sudah pagi, saatnya Aretta bergegas bangun dari tidurnya. Kembali memulai aktifitas kerja dihari terakhirnya.


Segera ia singkirkan tangan Leo yang masih melingkar pada perutnya. Namun, semakin ia mencoba menyingkirkan tangan Leo, semakin kuat juga Leo mengencangkan pelukannya.


"Leo!" Bisik Aretta yang masih berusaha melepaskan pelukan Leo.


"Hmm!" Jawab Leo yang masih memejamkan matanya.


"Gue mau mandi!"


"Kenapa emang? Mau dimandiin?" Tanya Leo tanpa bergeming.


"Tangan lo pindahin dulu! Gue nggak bisa gerak."


"Gue masih kangen!" Ucap Leo yang semakin tidak mau melepas Aretta.


"Huh! Kalau lo gini terus, gimana gue mau kerja?"


"Nggak usah kerja!"


"Oke, berarti gue nggak jadi resign ya?"


"Kok gitu?" Leo langsung membuka matanya mendengar pernyataan Aretta.


"Ini hari terakhir gue kerja. Jadi gue harus pamitan sama rekan-rekan yang lain. Nanti pulang kerja, gue langsung beresin barang-barang gue disini. Biar sore kita langsung berangkat ke kota C." Aretta menjelaskan.


"Ya udah sana berangkat! Tapi, jangan lama-lama, ya?" Leo mulai melepaskan pelukannya.


"Iya. Paling juga tengah hari udah pulang!"


"Ya udah, nanti sambil nunggu lo kerja, gue main kerumah ortu gue ya?"


"Iya." Ucap Aretta bergegas menuju kamar mandi, sementara Leo kembali terlelap.


Saat itu mereka memang memutuskan untuk menginap dikosan Aretta, sepulang dari kota A. Setelah perdebatan yang lumayan lama tentu saja. Leo juga sudah minta cuti satu hari dari tempat kerjanya.


***


Di kantor, Aretta terlihat sibuk mengajarkan karyawan baru yang akan menggantikan posisinya sebagai pemegang administrasi. Tentu saja tidak mudah, terlebih lagi hanya dengan waktu setengah hari. Ia juga harus membereskan barang-barangnya disela mengajari karyawan baru.


"Gue bakal kangen banget deh sama lo, Re!" Ucap Della dari meja kerjanya.

__ADS_1


"Gue juga, Del!" Jawab Aretta.


"Emang, lo nggak bisa tetap kerja disini ya?"


"Nggak bisa, Del! Leo nggak ijinin gue kerja. Lagian, kasian dia jauh dari gue. Nggak ada yang urusin."


"Cieee yang nggak tega jauhan sama suaminya!" Goda rekan kerja yang lain.


"Apaan sih kalian!" Aretta tersipu malu menjawabnya.


"Eh, Re! Ngomong-ngomong, udah lo ajarin apa tuh anak baru? Cepet tanggep nggak dia?" Tanya Della yang mulai memantau dari belakang sang karyawan baru.


"Cepet kok, Del! Bentaran lagi juga bakal lebih pinter dari gue. Lo tenang aja!" Ucap Aretta menepuk bahu Della.


"Ya udah, lo urus ya? Gue mau meeting dulu bentar! Kalau ada apa-apa, lo handle dulu!" Ucap Della yang sudah membawa setumpuk berkas ditangannya.


"Siap, bos!!!" Ucap Aretta dengan sikap hormat.


Aretta pun kembali mengajarkan karyawan baru dengan berbagai tugas yang biasa ia tangani. Untungnya, si karyawan baru dengan sigap menangkap materi yang Aretta sampaikan. Jadi tidak perlu waktu lama bagi Aretta untuk mengajarkannya.


Aretta mulai mengedarkan pandangannya disetiap sudut tempat kerjanya. Tempat untuknya mengisi setiap detik waktunya selama beberapa tahun belakangan. Dengan berbagai suka duka yang menghiasi setiap harinya. Hingga pandangannya tertuju pada sebuah meja kerja yang masih kosong.


Dion, sosok yang selama ini sudah dengan tulus berkorban banyak untuknya. Namun, tak pernah bisa sedikitpun Aretta membalasnya dengan perasaan yang diharapkan oleh Dion.


"Andai lo masih ada, Yon! Gue juga bakal pamitan sama lo! Semoga lo bahagia disana!" Gumam Aretta.


"Nggak, gue nggak pa-pa kok, Lan!" Jawab Aretta menyeka kedua pipinya.


"Oh, iya. Ini ada kenang-kenangan dari kita semua. Semoga lo suka ya?" Ucap Lana memberikan sebuah kotak berwarna merah marun kepada Aretta.


"Ya Ampun, kalian sampai segitunya sama gue! Makasih banyak ya?" Ucap Aretta memeluk Lana yang disaksikan rekan kerja yang lain.


"Jangan lupain gue ya, Re!" Ucap Lana setelah melepas pelukan Aretta.


"Nggak akan, Lan! Gue nggak akan lupain kalian semua. Kalian semua terlalu baik untuk dilupain!"


Della pun datang setelah beberapa lama meninggalkan divisinya. Ia melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Tapi bukannya menghentikan, ia justru mendukung rekan-rekannya yang sedang mengadakan acara perpisahan untuk Aretta.


"Oke, karena menjelang waktu istirahat tinggal setengah jam lagi, dan karena kita juga lagi nggak banyak kerjaan, gue putusin untuk memberikan waktu buat kalian menikmati masa terakhir bersama Aretta." Ucap Della yang disambut baik oleh rekan yang lain.


"Makasih, Del!" Ucap Aretta.


"Nah, sekarang, silahkan Aretta mengucapkan salam perpisahan pada kami semua!" Lanjut Della.


"Baik! Sebelumnya, gue ucapkan terimakasih banyak atas kebaikan kalian sama gue selama bekerja disini. Mohon maaf apabila selama gue disini, banyak banget kesalahan gue yang sengaja maupun yang tidak sengaja. Gue harap, kita masih bisa menjadi teman baik, walaupun tidak bertemu lagi nantinya. Sekali lagi, gue ucapkan terimakasih!" Ucap Aretta.


Sontak saja ucapan Aretta tersebut, disambut haru oleh rekan-rekannya. Bahkan, satu persatu rekannya mulai menyalami Aretta dan mengucapkan salam perpisahan.


Karena sejatinya, seorang perempuan akan mengikuti kemana suaminya akan memintanya. Tentu saja, selama itu masih dalam arah kebaikan.

__ADS_1


Bel tanda istirahatpun sudah dibunyikan. Kini Aretta benar-benar harus meninggalkan tempat kerjanya untuk selamanya.


"Gue anter lo ke kosan ya?" Ucap Della.


"Nggak usah, Del! Leo udah jemput gue didepan."


"Kalau gitu, gue anter sampe depan!"


"Ya udah, ayo!" Ucap Aretta seraya menggandeng lengan sahabatnya itu.


Sampai digerbang depan, mereka sudah mendapati Leo yang sedang bersandar didepan mobilnya.


"Hai, sayang! Lama banget sih?" Ucap Leo yang sudah merentangkan tangannya untuk mendapatkan pelukan dari Aretta.


Aretta pun membalas pelukan Leo tanpa mempedulikan Della yang masih ada dibelakangnya.


"Iya, tadi ada acara perpisahan kecil-kecilan dulu!" Jawab Aretta yang membiarkan lengan Leo yang melingkar dipundaknya.


"Pasti gara-gara lo ya, Del!" Leo asal nuduh.


"Ya ampun, Le! Cuma telat keluar lima menit doang juga! Jalan kaki dari dalem kesini juga udah lima menit kali!" Ucap Della membela diri.


"Ya udah, Del. Gue pamit ya!" Ucap Aretta memegang tangan Della.


"Berarti lo abis beresin barang dikosan, langsung berangkat? Nggak bisa ketemu lagi dong, kita?" Ucap Della sedih.


"Tepatnya sekarang langsung berangkat! Soalnya, tadi gue udah beresin semua barang lo sayang. Jadi, lo nggak harus repot lagi!" Ucap Leo mengusap lembut kepala Aretta.


"Oh ya?" Tanya Aretta antusias.


"Iya! Udah, ayo berangkat!" Ucap Leo membukakan pintu mobil untuk Aretta.


"Gue pergi dulu ya, Del!" Ucap Aretta memeluk sahabatnya.


"Lo ati-ati ya? Jaga diri baik-baik! Jangan lupa kabarin gue!"


"Pasti, Del!"


Aretta pun memasuki mobil yang disusul oleh Leo. Sementara Della masih berdiri ditempatnya memandangi mobil yang belum melaju.


"Cepet punya anak ya kalian!" Ucap Della yang membungkuk dari jendela mobil.


"Kalau itu sih pasti!" Jawab Leo yang disambut dengan cubitan diperutnya oleh Aretta.


Hingga mobilpun melaju meninggalkan tempat kerja Aretta.


"Sampai jumpa Della! Sampai jumpa kota B!"


Gumam Aretta.

__ADS_1


__ADS_2