ARETTA

ARETTA
MAKE OVER


__ADS_3

Jejaknya jangan lupa yaaπŸ™


Author akan makin semangat, kalau banyak like, komen, dan vote yang tertinggal di karya ini😍😍😍


Selamat membaca


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Aretta sedah kembali dengan senyumnya. Hari pernikahanpun sudah didepan mata. Leo yang saat itu masih berada di kota kelahirannya, merencanakan suatu hal untuk gadis pujaannya itu.


"Lo siap-siap ya?" Ucap Leo dari seberang telefon.


"Emang mau kemana?" Tanya Aretta.


"Nanti juga lo tau! Gue jemput tiga puluh menit lagi." Leo langsung menutup sambungan telefonnya.


Aretta masih kebingungan menatap layar ponsel yang diputuskan secara sepihak.


"Sikap anehnya kambuh lagi!" Aretta menggelengkan kepala. Ia pun segera melakukan yang diminta Leo. Bersiap-siap tanpa tahu akan kemana tujuannya. Namun yang pasti, Leo tidak pernah main-main dengan ucapannya.


Seperti biasa Aretta berdandan senatural mungkin. Tanpa make-up yang berlebihan dan pakaian yang sesederhana mungkin, serta tidak lupa dengan sepatu kets yang selalu dipakainya dalam acara santai.


Leopun datang dengan menggunakan motor seperti biasa, karena ini adalah hari libur nasional, jadi Leo masih punya waktu untuk dihabiskannya dengan Aretta. Sebelum nantinya akan kembali lagi bekerja di kota C.


"Hai!" Leo melambaikan tangannya pada Aretta tanpa turun dari motor.


"Hai! Kok, pakaian lo kaya gini? Katanya mau pergi?" Aretta keheranan saat melihat Leo masih dengan pakaian santainya. Celana pendek selutut, kaos putih polos dan tidak lupa topi hitam yang menempel dikepalanya menggantikan helm.


"Ayo buruan!" Leo tidak menjawab pertanyaan Aretta.


Aretta pun akhirnya menyerah dengan pertanyaannya, ia hanya menurut saja kepada Leo. Meski tidak tau akan dibawa kemana.


Tidak banyak pertanyaan selama perjalanan. Leo hanya fokus menyetir, sedangkan Aretta sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia menebak-nebak, kemana Leo akan membawanya kali ini. Namun tidak menemukan jawaban yang pasti. Hingga motor yang ditumpangi mereka berhenti dihalaman sebuah rumah yang cukup besar.


"Ini dimana, Leo?" Aretta turun dari motor dan masih kebingungan.


"Rumah orang tua gue. Ayo!" Leo menggandeng tangan Aretta tanpa minta ijin terlebih dulu.


"Tunggu!" Aretta menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Kenapa lo nggak bilang sih mau bawa gue kesini? Tau gitu, gue dandan lebih baik lagi!"


"Dimata gue, lo nggak pernah terlihat buruk. Ayo cepet, udah ditungguin!" Leo menyeret paksa tangan Aretta.


Aretta pun akhirnya mengalah, mengikuti kemauan Leo. Meski dalam hatinya, dag dig dug tidak karuan.


"Hai kak, ini Arettanya!" Leo mendekatkan Aretta pada seorang perempuan cantik yang usianya beberapa tahun lebih tua darinya.


"Hai! Kenalin, saya Lea. Kakaknya Leo!" Wanita itu mengulurkan tangannya pada Aretta.


"Aretta, kak!" Jawab Aretta menerima uluran tangan Lea.


"Ikut kakak yuk!" Lea menggandeng tangan Aretta menuju ruangan yang tidak jauh dari ruang tamu, tempat mereka tadi bertemu.


"Duduk disini ya!" Lea mendudukan Aretta pada sebuah kursi yang menghadap cermin besar, dengan berbagai produk kosmetik dihadapannya.


"Aku mau diapain, kak?" Tanya Aretta yang mulai kebingungan.


"Mau di make over! Leo yang minta! Mumpung kakak lagi disini, katanya." Lea terlihat sibuk menyiapkan beberapa alat make up yang akan dipakainya.


"Sorry ya, Aretta. Kemaren pas acara lamaran, kakak nggak bisa ikut. Soalnya suami kakak ada acara juga!" Lea mulai memoles wajah Aretta.


"Nggak pa-pa kok, kak!" Aretta mulai pasrah dengan tindakan Lea yang mulai merias wajahnya.


Entah apa yang ada dipikiran Leo, hingga membuat kakaknya harus me make over Aretta. Pria itu benar-benar susah ditebak.


Sedangkan di sudut lain, Leo sedang memanaskan mobilnya. Yang hanya ia pakai untuk pulang pergi dari kota B ke kota C. Sampai saat ini, Aretta belum mengetahui tentang keadaan itu. Yang Aretta tahu, Leo hanya punya satu motor yang selalu dipakai berkendara kemanapun.


Mungkin, Aretta baru mengetahuinya saat acara lamaran kemaren. Itupun karena Karin mendesak ingin mengetahui sebetapa mapannya Leo. Makanya, orang tua Leo membocorkan materi yang sudah dikumpulkan anaknya.


Padahal selama ini, Leo bersikeras untuk menyembunyikan kemapanannya pada siapapun. Ia tidak mau sampai nantinya, banyak perempuan yang mendekatinya tidak tulus. Dan hanya memandang materi dan rupa semata.


"Tumben dipanasin mobilnya? Mau kemana gitu?" Ucap Ibu Leo yang baru datang dari pasar.


"Mau ajak Aretta jalan-jalan! Tuh, sekarang juga lagi didandanin sama kak Lea!" Ucap Leo dengan entengnya.


"Emang Aretta ada disini?" Tanya ibu tidak percaya.

__ADS_1


"Iya!"


"Kamu ini ya, ada calon menantu, ibu nggak dikasih tau!" Ucap ibu Leo mencubit lembut lengan anaknya.


"Hehehehe!" Leo hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya.


Ibu Leo pun bergegas menemui Aretta di ruangan kak Lea. Disana Aretta tengah dipoles dengan berbagai kosmetik yang akan merubah penampilannya.


Kak Lea sudah menempelkan jari telunjuk dibibirnya saat ibu memasuki ruangannya. Mengisyaratkan agar ibu tidak mengganggu fokus kak Lea.


Meski sedikit kecewa, akhirnya ibu mengerti dan membiarkan Kak Lea menyelesaikan tugasnya.


"Sudah selesai! Sekarang, kamu ganti baju dulu ya?" Ucap kak Lea.


"Kok, pake ganti baju segala, kak?" Aretta semakin keheranan. Meski tatapannya masih lekat pada cermin yang ada didepannya. Pantulan dari cermin tersebut sungguh luar biasa. Bahkan, ia sampai pangling melihat dirinya sendiri.


"Udah, nggak usah banyak tanya! Nih! Leo yang pilihin sendiri." Lea memberikan tas yang berisikan pakaian yang akan dikenakan Aretta.


Lagi-lagi, Aretta hanya pasrah menerima tas yang disodorkan kak Lea. Karena menolakpun, akan percuma.


Aretta sudah berganti pakaian sesuai dengan yang ada pada isi tas yang diberikan kak Lea tadi. Ia memberanikan diri keluar dari ruang ganti untuk menemui kak Lea yang sudah menunggu.


"Ya Tuhan, cantik banget kamu! Pantes saja Leo sampai tergila-gila!" Ucap kak Lea.


"Tapi aku malu kak! Aku nggak biasa dandan kaya gini!" Ucap Aretta menundukkan wajahnya.


"Udah, ayo!" Kak Lea menggandeng tangan Aretta menuju ruang tamu. Disana sudah ada Leo dan kedua orang tuanya yang sudah menunggu.


Sesaat hening ketika Aretta telah berdiri dihadapan mereka. Bagaimana tidak, dengan gaun berwarna hitam tanpa lengan, rambut yang ditata serapih mungkin, dan polesan make-up dari kak Lea, membuat kecantikan Aretta kian terpancar.


Lagi-lagi, Leo dibuat tidak berkutik dengan pemandangan yang ada dihadapannya.


"Wah, cantiknya calon menantu ibu!" Ucap ibu leo mendekat pada Aretta dan memeluk gadis itu.


"Makasih, bu!" Aretta semakin menahan malu.


"Tugas kakak udah selesai ya? Sekarang giliran kamu!" Kak Lea mendekat pada Leo yang masih duduk terpaku.


"Eh, iya. Aku sama Aretta pergi dulu ya! Daaagh!" Leo dan Aretta akhirnya pergi meninggalkan rumah orang tuanya. Tentu saja setelah berpamitan.

__ADS_1


Sedangkan kedua orang tua Leo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang sudah dimabuk cinta.


__ADS_2