ARETTA

ARETTA
LAMARAN


__ADS_3

Aretta dan Leo pergi dengan menggunakan mobil pribadi Leo. Ini adalah kali pertama, Aretta pergi tanpa menggunakan motor dengan Leo. Tidak ada obrolan sejak mereka pergi meninggalkan rumah orang tua Leo.


Aretta masih sibuk menebak-nebak, kemana Leo akan membawanya kali ini. Ia akhirnya memberanikan diri untuk menanyakannya


"Kita mau kemana, Leo?" Ucap Aretta yang berhasil memecah keheningan diantara mereka.


"Nanti juga lo tau!" Ucap Leo tersenyum sinis memandang Aretta.


"Kambuh lagi kan penyakitnya? Selalu saja tidak bisa ditebak. Dan bahkan, gue selalu nurut aja sama kemauan dia. Ah Leo, gue bener-bener sudah jatuh cinta." Gumam Aretta.


"Kenapa lo senyum-senyum sendiri? Terpesona liat gue?" Leo dengan penuh percaya diri berucap.


"Kalau gue harus jujur, lo itu ganteng banget hari ini! Bahkan, gue rela memandangi lo seharian penuh. Tapi itu pasti akan bikin lo makin terbang!" Gumam Aretta lagi.


Bagaimana tidak, saat itu Leo menggunakan kaos panjang berwarna putih dengan kerah yang menutupi leher, dan jaket kulit yang selalu ia kenakan, serta tidak lupa celana formal yang belum pernah dilihat Aretta. Membuat penampilannya semakin menawan.


Mobil berhenti ditepi jalan yang tidak terlalu ramai.


"Eh, kenapa berhenti? Apa sudah sampai?" Tanya Aretta yang mulai kebingungan.


"Udah sadar sekarang?" Tanya Leo.


"Maksud lo?"


"Lagian dari tadi ditanya diem mulu!" Leo menatap tajam Aretta.


"Eh, berarti ini belum sampe ya? Ayo jalan lagi, gue laper!" Aretta mengalihkan pembicaraan. Sepertinya, ia tau yang akan terjadi jika Leo terus menatapnya.


Leo pun kembali melajukan mobilnya, menuju tempat yang masih menjadi misteri untuk Aretta. Hingga tak berapa lama, mobil mereka berhenti disebuah bukit dengan pemandangan pegunungan yang mengitarinya.


"Ayo!" Ucap Leo setelah membukakan pintu disamping Aretta.


Leo mengulurkan tangannya yang segera disambut Aretta. Mereka berjalan bergandengan menuju sebuah tempat yang sudah disiapkan Leo.


Disana sudah terdapat meja dan sepasang kursi yang menghadap pada pemandangan indah yang membentang sejauh mata memandang. Tak lupa, musik akustik yang sudah dipesanpun mulai dinyanyikan. Suasana romantis kian kental, saat Leo sudah mulai memasangkan jaket yang dipakenya pada Aretta.


"Biar nggak kedinginan!" Ucap Leo yang kembali mengambil posisi duduk didepan Aretta.


Aretta hanya tersenyum mendapati dirinya diperlakukan sebegitu istimewanya oleh Leo.


Bahkan, hawa dingin yang menerpanya sudah tidak dirasakannya lagi.


Saat itu Leo memang memilih sebuah cafe di daerah perbukitan. Ia sengaja memesan tempat di luar bangunan cafe, dan tidak lupa meminta musik akustik juga dimainkan dekat dengannya. Itu semua dilakukan untuk melancarkan aksinya.


"Lo makan dulu ya?" Ucap Leo saat pelayan sudah meletakan beberapa hidangan dihadapannya.


"Aretta pun tidak menolak. Ia segera melahap beberapa makanan yang disukainya, tanpa memikirkan rasa canggung yang sedari tadi mulai menghampirinya.


Para pemain akustik masih mengiringi mereka. Lagu yang dipilihpun merupakan lagu-lagu romantis yang semakin menghangatkan suasana.


"Lo tunggu disini ya?" Ucap Leo setelah Aretta selesai makan.


"Lo mau kemana?"


"Sebentar doang!" Leopun bergegas mendekati vokalis dan membisikkan sesuatu yang tidak bisa didengar Aretta.

__ADS_1


Kini, Leo sudah memegang kendali mikrofon. Ia berdiri diantara pemain akustik.


"Lagu ini untuk gadis cantik yang ada disana!" Leo menunjuk kearah Aretta.


Ia pun akhirnya menyanyikan sebuah lagu milik Yovie and the Nuno.


***Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Akulah yang terbaik untukmu

__ADS_1


O-o-o-o-o-o-oh ...


Sumber:Β Musixmatch


Penulis lagu: Yovie Widianto


Lirik Janji Suci Β© Pt. Sony Music Entertainment Indonesia******


Tepuk tanganpun ramai terdengar saat Leo menyelesaikan lagunya. Ia kemudian mendekati Aretta yang masih duduk dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya.


Leo kemudian berlutut dihadapan Aretta, ia mengeluarkan kotak kecil dari dalam saku celananya, membuka kotak tersebut yang berisikan cincin emas putih dan menyodorkannya pada Aretta.


"Menikahlah denganku, Aretta!" Ucap Leo yang tidak menghiraukan mata pengunjung yang lain sudah mengarah kepadanya.


Aretta merapatkan kedua telapak tangannya, ia benar-benar terkejut melihat tingkah Leo yang tidak seperti biasanya.


"Ya Leo!" Ucap Aretta pada akhirnya setelah beberapa saat tidak menjawab.


Leo pun memasangkan cincin pada jari manis Aretta. Kini dua jari manis Aretta sudah terpasang cincin dari Leo. Satu, saat acara lamaran dirumah Aretta. Dan satu lagi, saat Leo melamarnya secara pribadi saat ini.


Leo pun mencium kening Aretta dan kembali duduk berhadapan dengannya.


"Makasih ya!" Ucap Leo memegang tangan Aretta.


"Untuk apa?" Aretta balik bertanya.


"Lo udah nerima gue!"


"Harusnya lo nggak usah seperti ini. Kan, keluarga lo udah ngelamar gue minggu kemaren, dan gue udah setuju. Bahkan pernikahan kitapun sudah tinggal menghitung hari. Jadi, bagaimana gue bisa nolak?" Ucap Aretta menjelaskan.


"Gue nggak mau sampai lo berpikir, gue nggak mengistimewakan lo. Karena tidak melamar lo secara pribadi." Leo masih mengusap lembut tangan Aretta.


"Huh! Bagi gue, dengan lo berani membawa keluarga lo buat ketemu ayah aja, udah bikin gue bahagia banget. Itu artinya, lo bertanggung jawab akan perasaan lo." Ucap Aretta setelah menarik napas panjang.


"Lo itu spesial! Makanya, gue rela lakuin apa aja buat lo!" Masih menatap tajam Aretta.


"Kalau gue minta lo buat lompat dari tebing, lo mau?"


"Gue akan lakuin, kalau itu bisa bikin lo bahagia!" Leo hampir saja bangun dari duduknya.


"Jangan lakuin itu! Gue cuma bercanda!" Aretta menahan Leo dengan menggenggam erat tangan Leo.


Leo pun mengurungkan niatnya. Ia kembali duduk dan memandangi gadisnya.


"Gue cuma bercanda Leo! Lo jangan lakuin ya! Emang lo nggak mau, duduk bersanding sama gue dipelaminan nanti?" Aretta mulai menggoda.


"Udah berani ya sekarang?" Leo mencubit lembut hidung Aretta.


"Tapi, makasih banyak ya, Leo! Lo udah berkorban banyak buat gue. Lo bahkan rela lakuin apa aja buat gue."


"Gue sayang banget sama lo!" Ucap Leo mencium lembut tangan Aretta yang sedari tadi digenggamnya.


Malam itu akan menjadi malam yang panjang untuk dua sejoli yang sedang dimabuk cinta. Mereka bahkan tidak mempedulikan tatapan orang lain yang sudah banyak tertuju padanya


LIKE, KOMEN DAN VOTE YANG BANYAK YA😍😍😍😍

__ADS_1


BANTU SEMANGATIN AUTHOR


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2