
Like dulu, komen dulu, vote harus!😍😍😍
Selamat membaca
💖💖💖💖💖💖💖
Seorang pria mendekat kepada kedua mempelai. Mengajak berjabat tangan seperti tamu yang lain. Namun Aretta masih juga menatap tajam tamunya yang tidak terdaftar dalam kategori tamu undangan.
"Selamat ya?" Ucap pria tersebut menjabat tangan Leo.
"Makasih." Ucap Leo yang tidak mengetahui perihal pria tersebut.
Kemudian pria tersebut beralih menghampiri Aretta yang masih tertegun menatapnya.
"Selamat ya, Aretta. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu. Saya ikut senang melihatmu." Pria tersebut tersenyum sinis.
"Terimakasih, Nino." Ucap Aretta berusaha menutupi perasaannya yang benar-benar campur aduk tidak karuan.
Perasaan terkejut sekaligus tidak menyangka, kalau mantan yang tidak pernah diundang, telah berani hadir diacara pernikahannya.
Nino masih memegang tangan Aretta. Acara bersalaman itu menjadi sangat lama, ketika mata Leo mulai menyelidik pada tangan pria asing yang masih menempel pada tangan istrinya.
"Ehem!" Leo berdehem.
Sontak Nino melepaskan tangannya yang masih menempel pada tangan Aretta.
"Sorry! Gue kesana dulu ya?" Ucap Nino berlalu meninggalkan kedua mempelai yang mulai merasa canggung. Terlebih lagi Leo, jiwa pencemburunya keluar begitu saja.
"Siapa dia?" Tanya Leo dengan ekspresi tidak suka.
"Oh, dia teman SD gue!" Jawab Aretta seadanya.
"Berani banget pegang-pegang tangan istri orang!" Leo masih menyimpan kekesalannya.
"Namanya juga salaman!"
"Salamannya nggak boleh lama-lama!"
Aretta hanya tersenyum sendiri melihat tingkah Leo. Meski hatinya sangat bahagia, dengan kecemburuan suaminya itu. Yang menandakan betapa perasaan cintanya sangat besar.
"Haaaaiiiiii!" Lala dan Tati datang langsung memeluk Aretta, tanpa bersalaman terlebih dulu dengan Leo.
Pertemuan kembali tiga sahabat yang sudah lama terpisahkan jarak. Mereka melepas kangen dengan saling memeluk satu sama lain.
"Gue kangen banget sama lo!" Ucap Lala melepaskan pelukannya.
"Tapi ngomong-ngomong, selamat ya! Ciee yang udah jadi istri!" Ucap Tati.
__ADS_1
"Makasih ya, kalian udah sempetin buat dateng! Eh kenalin, ini Leo suami gue!" Ucap Aretta yang mulai menyadari kalau suaminya diacuhkan.
"Hai, gue Lala dan ini Tati. Kita temannya Aretta dari kecil." Lala memperkenalkan dirinya dan juga Tati.
"Hai! Sepertinya kalian butuh waktu untuk mengobrol. Gue kesana dulu ya? Kalian ngobrol aja dulu disini!" Ucap Leo.
"Makasih banyak ya, Leo!" Aretta tersenyum bahagia melihat suaminya yang sangat pengertian itu.
Tiga sahabat itupun akhirnya mengobrol dikursi pelaminan, untungnya tidak banyak tamu yang datang. Jadi mereka bisa leluasa berada disinggasana mempelai tersebut.
Tidak lupa merekapun mengabadikan momen bersejarah tersebut dengan berfoto ria. Dari gaya formal sampai gaya nyeleneh ala mereka sendiri. Hingga mereka mulai kembali mengobrolkan beberapa hal lagi.
"Eh, La. Gue mau nanya deh!" Ucap Aretta sembari celingukan memastikan tidak ada yang menguping pembicaraan mereka.
"Apaan?" Lala mendekat pada Aretta.
"Nino kenapa bisa ada disini? Padahal gue nggak undang dia. Mana tadi salaman sama gue lama banget lagi!" Ucap Aretta setengah berbisik.
"Kok bisa?" Tati merasa ikut terkejut.
"Mana gue tau!" Jawab Aretta mengangkat bahunya.
"Sebenernya, kemaren Nino datang kerumah gue. Dia nggak sengaja lihat undangan dari lo. Gue juga nggak nyangka kalau dia akan datang kesini." Ucap Lala yang awalnya ragu.
"Huh! Bahkan tadi Leo sempet curiga! Untungnya gue bisa jawab dengan tepat!" Aretta menghela nafas.
"Ehem!" Leo berdehem.
"Eh, ada Leo!" Ucap Tati saat menyadari Leo sudah berdiri disamping Aretta.
"Kayanya lo lebih asyik ngobrol sama temen-temen lo, daripada sama gue?" Leo melingkarkan lengannya pada bahu Aretta.
Aretta hanya menepis lembut lengan Leo. Ia merasa tidak enak jika kemesraanny harus dilihat oleh banyak orang.
"Eh, kita kesana dulu ya?" Ucap Lala yang segera menarik lengan Tati menjauh dari singgasana pengantin.
"Pengantin prianya sudah mulai marah!" Lala berbisik pada Tati.
"Takut berubah jadi serigala!" Tati menimpali.
"Hahahaha!" Kedua gadis itupun terbahak dengan obrolan mereka sendiri.
Sementara di kursi pengantin.
"Masih mau ngobrol sama temen-temen lo?" Tanya Leo yang sudah duduk dikursi.
"Eh, enggak kok. Namanya juga baru ketemu lagi. Jadi wajar lah, kalo melepas kangen sebentar." Jawab Aretta dengan ringan.
__ADS_1
"Emang sama gue nggak kangen?" Leo mulai mendekatkan wajahnya.
"Jaga sikap lo Leo! Setidaknya jangan disini! Malu diliatin banyak orang!" Aretta memundurkan wajahnya.
"Bararti kalau nggak banyak orang, boleh?" Leo kembali dengan senyum nakalnya.
"Eh, kenapa jadi begini?" Gumam Aretta.
"Tapi gue lagi dateng bulan!" Jawab Aretta cepat.
"Emangnya mau ngapain? Otak lo mesum!" Leo mencubit hidung Aretta.
Sementara Aretta hanya menahan malu. Mukanya mulai memerah karena ucapan Leo.
Sepasang mata yang sedari tadi mengawasi, mulai mengeluarkan ekspresi tidak sukanya melihat sepasang pengantin baru yang sedang berbahagia.
"Cih, apa-apaan mereka! Nggak tau malu! Bermesraan didepan orang banyak!" Nino mengumpat kesal.
"Apa maksud lo?" Tanya Tati yang yang tidak sengaja mendengar Nino.
"Bukan urusan lo!" Nino hanya menjawab singkat.
"Jelas itu urusan gue! Karena yang lo bicarakan itu temen gue!"
"Males debat sama lo! Pergi sana!" Dengan santainya Nino berucap.
"Hei, hello! Gue disini tamu undangan, jadi gue berhak ada disini. Nah, Lo? Diundang aja kagak, tapi berani ada disini! Lo itu tamu yang tidak diharapkan!" Tati masih melampiaskan kekesalannya pada Nino.
Lala yang mengetahui keributan yang dibuat oleh sahabatnya itu, segera bertindak cepat melerai. Ia tidak mau sampai acara pernikahan Aretta rusak karena tingkah sahabatnya yang mudah terpancing.
"Udah, Tat! Malu diliatin orang!" Lala mencoba menenangkan Tati yang sudah tersulut amarah.
"Biarin aja! Biar orang-orang tau siapa dia!" Ucap Tati menunjuk pada Nino.
"Ingat, ini acara Aretta! Lo mau ngerusak acara sahabat lo sendiri?" Lala masih setengah berbisik, agar tidak banyak orang yang mendengarnya.
"Kali ini gue lepasin lo! Tapi lain kali, jangan harap!" Ucap Tati meninggalkan Nino yang masih duduk dengan santainya.
Sementara itu, beberapa orang sudah menyaksikan adu mulut yang terjadi di acara pernikahan Aretta. Hingga membuat kedua mempelai melirik kearah keributan tersebut.
Aretta mencari tau dengan mengedarkan pandangannya ke arah sumber keributan tersebut. Disana ia melihat Tati yang meninggalkan Nino setelah meluapkan kekesalannya. Diliriknya Nino dengan tatapan kesal, karena telah menyulut amarah sahabatnya. Namun itu tidak membuat Nino bergeming dari duduknya.
Nino malah menatap Aretta dengan senyum licik yang mengembang dibibirnya. Matanya menatap tajam kearah Aretta dari kejauhan. Nino bahkan merasakan kekesalan Aretta yang terlihat dari raut wajahnya.
Nino pun mendekat pada singgasana pengantin, ia berpamitan pada Leo dan Aretta setelah menjabat tangan keduanya.
"Semoga lo bahagia! Nomor gue masih yang dulu!" Nino membisikkan kalimat terakhirnya pada Aretta. Untungnya saat itu Leo tengah sibuk dengan tamu yang ada dibelakang Nino.
__ADS_1