
TERUS LIKE, KOMEN, DAN VOTE YANG BANYAK YAAA😍😍😍
KARENA VOTE TIDAK SEMAHAL OTAK AUTHOR YANG HARUS MENGARANG CERITA
🤗🤗🤗
💖💖💖💖💖💖💖
Pagi itu, Bony terlihat sibuk mondar mandir mencoba mencari pentunjuk tentang orang yang memfitnah Leo. Ia bahkan sudah mengantongi nama-nama orang yang dicurigainya belakangan ini.
Satu per satu telah diselidikinya. Namun ia harus memastikan dulu sebelum ia mengambil tindakan.
Didatanginya ruang pemantau CCTV yang berada dibagian keamanan. Untungnya, ia kenal dengan pegawai yang ada disana, jadi ia tidak harus repot-repot untuk membujuk.
"Hai, Pak!" Ucap Bony menyapa petugas yang ada disana saat karyawan yang lain belum sampai di kantor.
"Hai, pak Bony! Tumben pagi-pagi sekali!" Jawab petugas tersebut.
"Saya butuh bantuan nih, Pak!" Ucap Bony.
"Bantuan apa Pak Bony?" Tanya petugas tersebut.
Bony pun membisikkan beberapa hal pada petugas tersebut, hingga si petugas mengajak Bony menuju ruang pemantauan CCTV.
Dilihatnya dengan teliti oleh Bony, siapa saja orang yang keluar masuk kedalam ruangan Leo. Hingga matanya tertuju pada sosok manajer baru yang gerak-geriknya mencurigakan.
"Tunggu dulu, Pak! Saya harus merekam bagian yang ini dulu!" Ucap Bony mengeluarkan ponselnya dan merekam bagian yang dikiranya penting.
"Terimakasih banyak, Pak! Saya berhutang pada bapak dalam hal ini!" Ucap Bony setelah dirasanya cukup penyelidikan terhadap CCTV.
"Tolong jangan bilang pada siapapun, Pak! Posisi saya bisa terancam karena hal ini!" Ucap petugas tersebut.
"Bapak tenang aja! Saya nggak akan biarkan itu terjadi!" Jawab Bony yang segera meninggalkan tempat rahasia tersebut.
Ia segera menuju ruangannya sebelum karyawan yang lain mengetahui gerak geriknya.
"Gue nggak nyangka! Apa sebenarnya yang ada dipikiran manajer baru itu?" Bony berkata sendiri saat berada diruangannya.
"Gue harus kasih tau Leo!" Gumam Bony lagi.
Bony pun berencana untuk mengajak Aretta menemui Leo sepulang kerjanya. Ia kemudian menelfon Aretta untuk memberitahunya terlebih dahulu.
"Halo, Aretta!" Ucap Bony begitu telefon sudah tersambung.
" Iya, Bon!" Jawab Aretta yang masih terdengar lemah.
"Nanti sore gue berencana untuk menemui Leo. Lo mau ikut?" Tanya Bony.
__ADS_1
"Iya, gue mau ikut!" Jawab Aretta bersemangat.
"Ya udah, nanti gue jemput ke rumah lo jam tiga."
"Oke!"
Telefonpun terputus. Bony melanjutkan pekerjaannya. Ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan agar bisa pulang lebih awal.
***
Sementara di kediaman Aretta.
"Bi, Bi Surti!" Ucap Aretta yang tengah menuruni tangga.
"Iya, Mbak. Lho, kok, Mbak Aretta turun? Istirahat lagi aja, Mbak. Nanti biar saya yang bawain keperluan Mbak Aretta keatas!" Jawab Bi Surti.
"Nggak pa-pa, Bi! Oh ya, Bi. Bantuin aku masakin makanan kesukaannya Leo ya? Nanti sore aku mau jengukin Leo!" Ucap Aretta bersemangat, meskipun kondisinya masih terlihat lemah.
"Biar saya saja yang siapin, Mbak! Mbak Aretta istirahat lagi aja!" Ucap Bi Surti.
"Nggak pa-pa, Bi!" Ucap Aretta yang mulai memegangi kepalanya.
"Tuh kan, Mbak Aretta masih lemes. Udah istirahat aja! Bibi anterin ke kamar ya?" Ucap Bi Surti yang akhirnya dituruti Aretta.
Bi Surti pun membantu Aretta menaiki tangga, dan membaringkannya ke tempat tidur.
Bi Surti sangat merasa khawatir dengan keadaan majikan perempuannya. Ia pun kembali menuju dapur setelah membawa Aretta ke kamar. Memasak menu makanan kesukaan untuk majikan laki-lakinya.
***
Bony pun datang tidak berapa lama kemudian. Ia masuk menemui Aretta yang sudah menunggu di ruang tamu, setelah Bi Surti membukakan pintu.
"Lo kenapa? Sakit?" Tanya Leo yang melihat Aretta tengah bersandar di kursi dengan kondisi tidak seperti biasa.
"Gue nggak pa-pa, Bon! Ayo kita berangkat!" Jawab Aretta.
"Aretta kenapa, Bi?" Tanya Bony pada Bi Surti.
"Anu, Mas. Mbak Aretta nggak tidur semalaman, jadi tadi pagi hampir mau pingsan. Tapi Bibi sudah panggilkan dokter, kok!" Jawab Bi Surti yang awalnya ragu.
"Ya Ampun, Re! Lo sampai segitunya. Lo harus jaga diri lo, ya? Masalah Leo, serahin sama gue! Gue janji, Leo nggak akan lama ditahan!" Ucap Bony meyakinkan Aretta.
"Thank's, Bon!" Ucap Aretta.
"Lo yakin, mau ikut ke kantor polisi sekarang?" Tanya Bony.
"Gue yakin, Bon! Gue juga harus tau keadaan Leo. Gue nggak mau ngebiarin dia lewatin ini sendirian!"
__ADS_1
"Oke, kita berangkat sekarang!" Ucap Bony membawakan rantang yang ada dihadapan Aretta.
Mereka berduapun akhirnya menuju kantor polisi, tempat dimana Leo ditahan.
Bony melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak ada percakapan selama perjalanan. Bony lebih fokus terhadap jalanan yang ada dihadapannya. Sedangkan Aretta berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Ia berusaha sebisa mungkin, agar tidak ada air mata dihadapan Leo nanti.
Mobil yang ditumpangi Bony dan Aretta telah terparkir di tempatnya. Mereka berduapun masuk dan meminta ijin terlebih dulu kepada petugas yang berjaga.
Ditemuinya Leo yang baru dikeluarkan dari dalam sel. Aretta tak bisa menahan dirinya untuk memeluk Leo. Perasaan yang sudah diatur sedemikian rupa agar tidak menangis dihadapan Leo, tak bisa dihindarkan.
Bony yang menyadari hal itu, mengerti betul akan perasaan keduanya.
"Kamu baik-baik aja, Yank?" Tanya Aretta yang memegangi pipi Leo.
"Aku baik-baik aja disini. Semuanya sangat baik! Jangan khawatir ya!" Ucap Leo meyakinkan istrinya.
"Aku kanget banget, Yank!"
"Aku lebih kangen!" Ucap Leo yang mencium kening Aretta.
"Oh, ya. Aku bawain makanan kesukaan kamu. Nanti dimakan ya?" Ucap Aretta memberikan rantang yang sedari tadi dibawanya.
"Waaah, ini mah bukan dimakan lagi! Pasti langsung habis dalam sekejap!" Ucap Leo tersenyum.
"Istri lo bohong tuh! Tadi pagi dia hampir pingsan, karena nggak tidur semalaman. Bi Surti yang bilang." Bony menimpali.
"Apa bener itu sayang?" Tanya Leo.
Aretta pun hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan Leo.
Leo pun akhirnya memeluk erat tubuh Aretta. Ia menyadari, walau bagaimanapun juga, itu semua terjadi karena dirinya.
"Ada hal penting yang harus lo ketahui, Le!" Ucap Bony.
"Apaan?" Tanya Leo.
Bony pun mengeluarkan ponselnya dan memberikan rekaman yang CCTV yang diperolehnya dari petugas keamanan kantor.
"Gila, nih orang! Berani banget dia masuk ke ruangan gue?!" Ucap Leo yang mulai meninggi.
"Gue juga nggak habis pikir. Tapi gue akan selidiki lebih lanjut tentang dia!" Ucap Bony.
Aretta yang melihat rekaman CCTV tersebut juga tidak kalah terkejut. Ia bahkan sampai tidak bisa berkata apapun dihadapan kedua pria yang ada dihadapannya.
"Apa dia kerja di tempat kalian?" Tanya Aretta.
Leo dan Bony pun melihat kearah Aretta secara bersamaan.
__ADS_1
"Lo kenal?" Tanya Bony penasaran.
Aretta hanya diam mendengar pertanyaan Bony. Pikirannya semakin kacau, mengetahui keadaan yang sebenarnya.