ARETTA

ARETTA
KERJA SAMA


__ADS_3

"Lo kenal sama dia?" Tanya Bony pada Aretta.


"Ya." Jawab Aretta.


"Dia orang yang bikin keributan di pesta pernikahan kita kan, sayang?" Tanya Leo.


"Ya, benar." Jawab Aretta.


"Lalu, siapa dia?" Tanya Bony masih sangat penasaran.


"Dia, . . dia. . . dia Nino, mantan pacarku, Yank."


"What???!!!" Bony dan Leo sampai terkejut mendengar jawaban Aretta.


Keduanya saling tatap penuh arti mendengar jawaban Aretta.


"Oke, gue ngerti sekarang!" Ucap Bony.


"Apa?!" Tanya Leo.


"Sekarang kita harus pulang, besok gue urus semuanya! Gue pastikan, kurang dari dua hari, lo bisa keluar dari sini!" Jawab Bony penuh percaya diri.


"Lo yakin, Bon?" Tanya Leo.


"Gue yakin! Lo tenang aja!"


Akhirnya Aretta dan Leo mempercayai ucapan Bony.


"Aku pulang dulu, Yank. Kamu jaga diri baik-baik!" Ucap Aretta yang kemudian memeluk erat Leo.


"Kamu juga jaga diri, ya? Jangan sampai sakit lagi!" Ucap Leo mengecup hampir semua bagian wajah Aretta, mulai dari kening, pipi, hingga bibir.


Bony dan Aretta pun akhirnya pergi meninggalkan Leo yang kembali masuk kedalam sel tahanan.


Bony kemudian mengantarkan Aretta sampai depan rumah.


"Kayanya kita harus mengatur rencana deh, Bon!" Ucap Aretta saat mobil sudah berhenti didepan rumahnya.


"Rencana?" Tanya Bony keheranan.


"Iya. Gue tau betul sikap Nino. Besok gue akan ke kantor lo untuk menemui Nino. Dan lo, selama gue mengobrol dengan Nino, lo harus secepat mungkin mencari bukti-bukti yang mungkin ada di ruangan Nino." Ucap Aretta menjelaskan.


"Oke, gue ngerti! Tapi, besok gue nggak bisa jemput lo!"


"Nggak pa-pa, gue bisa pesen taksi online. Lo tinggal kirim aja alamat kantor lo!"


"Oke, nanti gue kirimin alamatnya!"


"Gue masuk dulu, makasih udah baik sama Leo, Bon!"


"Leo udah gue anggep kaya sodara sendiri. Jadi, lo tenang aja ya?"


"Ya udah, gue masuk dulu!" Ucap Aretta keluar dari mobil Bony dan segera memasuki rumahnya.


Dilihatnya Bi Surti yang tengah menonton televisi sendirian.


"Belum tidur, Bi?" Tanya Aretta.


"Eh, Mbak. Udah pulang? Belum ngantuk, Mbak." Ucap Bi Surti.


"Iya, Bi. Cape banget!"

__ADS_1


"Mau Bibi buatin minuman atau makanan?" Tanya Bi Surti.


"Nggak usah, Bi. Aku mau langsung istirahat aja!" Ucap Aretta yang segera berlalu menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Aretta langsung mengganti pakaiannya dan segera membaringkan dirinya di tempat tidur.


Karena lelah, tidak berapa lama kemudian ia langsung terlelap.


***


Hari sudah pagi, Aretta segera membersihkan diri dan berpakaian rapi untuk melancarkan rencana yang telah disusunnya dengan Bony.


Ia tidak mau sampai ada kegagalan kali ini. Semua dilakukannya demi Leo, sang suami.


Aretta menuruni tangga dan duduk di meja makan dengan wajah yang terlihat lebih segar dari sebelumnya.


Bi Surti yang melihatnya, merasa sedikit lega.


"Sarapan, Mbak!" Ucap Bi Surti menyiapkan sarapan di meja makan.


"Iya, Bi. Bibi temenin aku sarapan, ya?" Pinta Aretta.


"Iya, Mbak!" Jawab Bi Surti yang langsung menyetujui permintaan Aretta.


Mereka berduapun akhirnya menyantap sarapan dengan lahap. Bi Surti yang awalnya ragu, akhirnya bisa juga makan dengan lahap.


"Oh ya, Bi. Hari ini aku mau ke kantornya Leo, ya?" Ucap Aretta.


"Ada apa, Mbak?" Tanya Bi Surti.


"Mau ada perlu dulu!" Jawab Aretta.


Merekapun melanjutkan sarapannya. Setelah selesai, Bi Surti segera membereskan meja makan. Sedangkan Aretta memesan taksi online untuk mengantarnya menuju kantor Leo, yang alamatnya sudah dikirim oleh Bony.


Mobilpun melaju menyusuri jalanan kota, melewati banyak gedung tinggi. Hingga mobil yang ditumpangi Aretta berhenti disebuah perusahaan besar.


"Ini benar alamatnya, Pak?" Tanya Aretta pada supir taksi tersebut.


"Iya, Mbak." Jawab supir taksi tersebut.


Akhirnya Aretta pun turun dan memberanikan diri memasuki kantor besar tersebut.


Ia pun kemudian meminta kepada resepsionis untuk memanggilkan Nino dan memintanya bertemu di Loby.


Tak berapa lama, Nino pun menemui Aretta yang sudah menunggunya di Loby.


"Hai!" Sapa Aretta meski canggung.


"Hai!" Balas Nino.


"Sibuk ya?" Tanya Aretta.


"E, . enggak kok. Mau ngobrol dimana?"


"Disini aja, nggak pa-pa."


"Gimana, kalau ke kantin aja? Biar sambil minum gitu!" Ucap Nino.


Aretta pun akhirnya menyetujui keinginan Nino. Mereka akhirnya menuju kantin yang letaknya tidak jauh dari sana.


Setelah memesan minuman dingin dan makanan ringan, mereka berduapun memilih tempat duduk.

__ADS_1


"Gue nggak nyangka, akhirnya kita bisa ketemu!" Ucap Nino membuka pembicaraan.


"Iya, Nino." Jawab Aretta singkat.


"Kamu banyak berubah, makin cantik! Andai dulu aku nggak pergi! Pasti sekarang, kita sudah bersatu!" Ucap Nino mencoba merayu Aretta.


"Kamu juga banyak berubah, Nino! Kamu yang sekarang nggak seperti kamu yang dulu!"


"Tapi cintaku nggak pernah berubah buat kamu, Re!"


"Bahkan cintamu itu sampai tega menghancurkan cintaku!"


"Maksudnya?" Tanya Nino.


"Nggak usah pura-pura lagi, Nino! Aku sudah tau semuanya. Kamu kan, yang menjebak Leo hingga sekarang Leo masuk penjara?" Ucap Aretta yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Maksud kamu apa? Aku sama sekali nggak ngerti!" Nino masih mengelak.


"Aku sudah punya bukti yang semuanya mengarah sama kamu! Jadi, bersiaplah untuk menggantikan Leo sebentar lagi didalam penjara!" Ucap Aretta.


"Hahahahaha! Kamu bahkan sepintar itu, Aretta!"


"Maksudnya?"


"Kamu bahkan mengetahui semuanya, sebelum aku memberitahumu. Aku bisa saja mengeluarkan Leo dari penjara! Tapi dengan satu syarat!"


"Apa?"


"Tinggalkan Leo dan jadilah istriku!" Ucap Nino penuh percaya diri.


Plak!


Satu tamparan, Aretta layangkan kepada Nino. Ia sudah tidak bisa lagi memendam kekesalannya kepada pria yang ada dihadapannya.


"Jadi bener dugaanku selama ini? Kamu yang sudah dengan sengaja memfitnah Leo!"


"Tentu saja, siapa lagi?" Ucap Nino tersenyum getir.


"Dasar psycho!!!" Ucap Aretta hendak meninggalkan Nino.


Tapi tangannya ditarik dengan cepat oleh Nino, hingga ia menghentikan langkahnya.


"Aku mohon, pikirkan baik-baik tawaranku! Tinggalkan Leo dan menikahlah denganku, Aretta. Lupakan kesalahanku dimasa lalu. Mari kita mulai lagi semuanya dari awal!" Ucap Nino memohon.


"Lepasin aku, Nino!" Ucap Aretta yang tangannya masih dipegang erat oleh Nino.


"Nggak akan, sebelum kamu jawab iya dulu!"


"Dasar cowok kurang ajar!" Ucap Bony yang tiba-tiba datang dan segera melepaskan tangan Aretta dari cengkraman Nino.


Bony pun segera membawa Aretta ke tempat yang aman dari jangkauan Nino.


"Lo nggak pa-pa?" Tanya Bony setelah mereka berada jauh dari Nino.


"Nggak pa-pa. Gue udah dapetin yang kita butuhin!" Ucap Aretta memperlihatkan rekaman pembicaraannya dengan Nino yang diambilnya melalui ponsel miliknya.


"Gue juga udah dapet!" Jawab Bony memperlihatkan berkas yang disembunyikannya dibalik kemejanya.


***


Jangan lupa jejak like, komen dan vote nya ya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


Semoga kalian bahagia selalu๐Ÿค—


__ADS_2