
Sore itu Aretta memutuskan untuk pergi mengunjungi rumah orang tua Leo. Ia berniat menengok ibu Leo yang kurang baik. Ia juga membawakan beberapa buah tangan yang ia beli tadi selepas pulang bekerja.
Yank, ibu sakit. Tolong lo jengukin ya? Nanti gue kirim ojek yang juga tetangga gue. Lo tenang aja, dia cewek kok!
Bunyi pesan Leo yang masuk di ponsel Aretta.
Meskipun lelah karena baru pulang kerja, Aretta memutuskan untuk memenuhi keinginan Leo, menengok orang tuanya yang juga mertua Aretta.
Motor yang ditumpangi Aretta melaju dengan kecepatan sedang. Dengan pengendara yang sudah ditentukan Leo, yang akan mengantarkan ketempat tujuannya.
Tidak ada percakapan selama perjalanan. Selain karena lelah, Aretta juga merasa tidak harus kenal dengan pengendara pilihan Leo tersebut.
"Sudah sampai kak!" Ucap pengendara motor tersebut.
"Oh iya, ini!" Aretta mengeluarkan beberapa lembar uang sebagai ongkos jasa ojeknya.
"Nggak usah kak, saya sudah dibayar sama mas Leo!" Si ojek tersebut menolak halus pemberian Aretta.
"Oh gitu!" Aretta memasukkan kembali uangnya.
"Ini kartu nama saya, kak. Kalau kakak mau pulang, silahkan hubungi saya!"
"Oh iya, terimakasih ya?" Ucap Aretta pada ojek perempuan tersebut yang segera berlalu tidak lama kemudian.
"Huuuuh!" Aretta menarik nafas dalam saat hendak melangkahkan kaki memasuki rumah mertuanya.
Tok, tok, tok !
Aretta mengetuk pintu, yang tidak lama kemudian dibukakan oleh seorang perempuan cantik yang tidak asing baginya.
"Hai, kak Lea!" Sapa Aretta pada kakak iparnya.
"Eh, lo! Tumben berani kesini? Sama siapa lo?" Kak Lea langsung mencecar Aretta dengan beberapa pertanyaan.
"Tadi sama ojek, kak!" Aretta masih menjawab sopan.
"Oh!" Kak Lea masih berdiri di ambang pintu.
"Ibu ada, kak? Kata Leo, ibu sakit. Aku mau jenguk ibu!"
"Masuk!" Kak Lea akhirnya mempersilahkan Aretta masuk untuk menemui ibu yang sedang duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
"Selamat malam, bu!" Aretta duduk disamping ibu setelah terlebih dulu bersalaman dengannya.
"Eh, ada menantu ibu! Sama siapa kesini?" Tanya ibu mencium kedua pipi Aretta.
"Tadi dianter ojek, bu!" Aretta sedikit menjelaskan.
"Oh, kamu pasti belum makan, kan? Baru pulang kerja, ya?" Tanya ibu yang melihat Aretta masih berpakaian seragam kerja lengkap.
"Hehe, iya bu."
"Ya udah, ibu siapin dulu ya?" Ibu Leo hendak beranjak dari duduknya.
"Jangan, bu! Nanti aku ambil sendiri aja. Ibu kan lagi sakit?" Aretta menahan ibu.
"Jangan terlalu dimanja lah, bu! Nanti juga kalau dia lapar, ambil sendiri!" Kak Lea ikut nimbrung bersama ibu dan Aretta.
"Jaga bicaramu, Lea!" Ibu mulai tersulut amarahnya.
"Kak Lea benar, bu! Nanti aku ambil sendiri!" Aretta masih bersikap lembut meski hatinya menahan amarah. Namun demikian, ia tidak berniat membalas kak Lea. Karena bagaimanapun, kak Lea adalah kakak dari suaminya sendiri. Jadi bagaimanapun, Aretta akan berusaha mengalah.
"Ngomong-ngomong, ibu sakit apa? Udah berobat? Mau aku anterin berobat bu?" Tanya Aretta.
"Ya udah berobat lah, dianter sama gue kemaren. Orang anak ibu yang ada dirumah ini cuma gue? Ya sudah pasti semua hal yang menyangkut ibu, jadi tanggung jawab gue!!!" Kak Lea masih berkata sinis.
"Bukan begitu, bu! Aku cuma mau ngasih tau aja sama menantu ibu yang satu ini. Agar dia juga ikut merawat ibu! Bagaimanapun, ibu jugakan ibunya dia!!!" Lea menuding ke arah Aretta.
Sementara itu, Aretta hanya menunduk melihat kak Lea yang sudah menyalahkannya.
"Berhenti bicara, Lea! Masuk kekamarmu!!!" Ibu mengusir Lea dari ruang keluarga.
Sementara Lea pergi dengan tatapan kesal pada Aretta.
"Maafin Lea, ya Aretta!" Ucap ibu memegang tangan menantu barunya itu.
"Iya, bu. Nggak pa-pa kok!" Aretta memeluk ibu, menahan kesal pada kak Lea yang tidak bisa dibalaskannya.
"Kamu makan dulu gih, sana!" Ucap ibu setelah melepas pelukannya.
"Nanti aja, bu. Aku belum lapar. Apa ibu mau dibuatin bubur? Aku buatin ya?" Tanya Aretta antusias.
"Nggak usah, ibu sudah makan tadi."
__ADS_1
"Aretta nginep disini ya? Nanti tidurnya dikamar Leo! Besok pagi berangkatnya dianterin ojek." Ibu meminta Aretta dengan tatapan memelas.
"Tapi aku besok kerja, bu!"
"Kan udah ibu bilang, nanti dianterin ojek. Lagian, setelah menikah, kamu belum pernah sekalipun menginap disini. Mau ya?" Ibu sedikit memaksa.
"Gimana ini? Gue harus jawab apa? Satu sisi, gue nggak tega sama ibu Leo. Tapi disisi lain, gue males kalau harus tinggal serumah dengan kak Lea. Walau itu cuma sehari!" Gumam Aretta dalam hati.
"Mau ya?" Ibu kembali bertanya.
"Iya deh, bu!" Aretta akhirnya mengiyakan tawaran ibu mertuanya itu.
"Ibu anterin yuk ke kamar Leo?" Ibu beranjak bangun dari duduknya.
"Emang nggak pa-pa, bu? Ibu kan lagi sakit?" Tanya Aretta. Ia tidak mau sampai nantinya disalahkan lagi oleh kak Lea.
"Nggak pa-pa. Orang ibu cuma meriang biasa. Leo aja yang suka berlebihan!" Ucap ibu sudah berdiri menggandeng tangan Aretta, menuntunnya menuju kamar Leo yang letaknya bersebelahan dengan kamar kak Lea.
"Nanti ibu suruh Lea dulu buat beresin kamar kamu ya?" Ibu hendak mengetuk kamar Lea. Tapi yang punya kamar sudah terlebih dulu membuka pintu kamarnya.
"Mau apalagi bu? Mau buat menantu baru ibu ini seperti ratu? Semuanya harus aku yang kerjain?" Tanya Lea melingkarkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Sudah, bu. Aku beresin sendiri aja! Nggak pa-pa kok!" Aretta memegang lengan ibu, berusaha mereda amarah ibu karena mendengar ucapan kak Lea tersebut.
"Tuh, ibu denger sendiri, kan? Sudahlah, bu! Jangan terlalu memanjakan dia! Dia bukan anak kecil kok!" Lea menatap sinis kearah Aretta.
Aretta tidak menghiraukan ucapan kak Lea tersebut. Ia lebih memilih membereskan kamar Leo yang tidak terlalu berantakan. Hanya perlu merapikan sedikit saja, sudah selesai.
"Tuh, ibu liat kan? Menantu kesayangan ibu ini bukan anak kecil. Buktinya, dia bisa beresin kamar sendiri! Lagian, menantu itu harus rajin kalau tinggal dirumah mertua, bukan malah merepotkan mertuanya!" Lea kembali melemparkan sindirannya terhadap Aretta.
Aretta tidak membalas Lea sedikitpun. Bahkan sesekali ia hanya tersenyum melihat tingkah kakak iparnya itu.
"Padahal, waktu belum nikah, kak Lea baik banget sama gue! Kenapa sekarang jadi berubah gitu sih? Apa salah gue sama dia?!"
Aretta bergumam sendiri, mencoba menemukan jawaban dari pertanyaan yang ada dibenaknya.
"Cih, dasar anak manja!" Kak Lea kembali masuk kekamarnya, menutup pintu dengan keras. Menandakan kekesalan yang tidak diketahui penyebabnya.
Sementar itu, ibu hanya mengelus dada melihat tingkah anak perempuannya tersebut.
Like, komen dan vote yang banyak yaa😍😍
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya.
💖💖💖💖💖💖