ARETTA

ARETTA
KOTA C


__ADS_3

LIKE, KOMEN DAN VOTE DULU SEBELUM MEMBACA. KARENA VOTE ITU GRATIS 😍


SELAMAT MEMBACA😍😍


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Mobil yang dikendarai Leo sudah melaju dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan, tak henti Leo memegangi tangan Aretta yang tengah tertidur pulas. Tak ada penolakan dari Aretta, ia hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya itu.


Leo pun tetap fokus pada jalanan yang ada dihadapannya. Dengan sesekali mata yang mencuri pandang pada Aretta. Senyum kemenanganpun mengembang dibibir Leo.


Leo sudah memarkirkan mobilnya pada sebuah tempat yang cukup besar. Terlihat banyak kaum wanita yang mondar mandir didalamnya.


"Sayang, bangun!" Ucap Leo lembut sembari memegang pipi Aretta yang masih terlelap.


"Kita dimana?" Tanya Aretta membuka matanya pelan.


"Ayo turun dulu!" Ajak Leo mengusap kepala Aretta.


"Kita dimana, Leo?" Tanya Aretta lagi.


Tidak ada jawaban dari Leo, ia malah menuruni mobilnya dan membukakan pintu pada samping Aretta.


"Ayo!" Ajak Leo saat pintu mobil sudah terbuka.


Akhirnya meski dalam keadaan setengah sadar, Aretta mengikuti Leo yang masih mengeratkan tangannya pada tangan Aretta.


"Selamat sore, pak! Ada yang bisa kami bantu?" Ucap pelayan yang ada didalam tempat tersebut ramah, saat melihat Leo dan Aretta masuk.


"Sore. Oh ya, mbak. Saya mau istri saya ini dibuat secantik mungkin. Lakukan semua perawatan terbaik di salon ini!"


Salon. Ya, Leo membawa Aretta ke salon. Entah apa yang ada dibenak Leo saat itu. Belum juga sampai pada tempat tujuan, namun sudah membawa Aretta untuk memasuki salon kecantikan khusus wanita.


"Baik, pak. Akan kami lakukan sesuai permintaan bapak." Pelayan tersebut masih dengan sikap ramahnya.


"Leo, lo apa-apaan sih? Kenapa harus ke salon segala?!" Tanya Aretta sedikit berbisik pada Leo.


"Udah nurut aja! Gue tunggu disini!" Jawab Leo mengambil posisi duduk disebuah sofa panjang yang ada di ruangan tersebut.


"Mari ikut saya, mbak!" Ucap pelayan tersebut pada Aretta.


Aretta pun akhirnya pasrah mengikuti pelayan tersebut dan mulai dengan perawatan. Mulai dari perawatan tubuh, kuku, wajah hingga rambut. Semua dilakukan Aretta sesuai permintaan Leo.


Aretta juga tidak mengerti, kenapa Leo mengajaknya ke salon. Dan memintanya untuk melakukan perawatan dari ujung kuku sampai ujung rambut.


"Tumben banget Leo ngajak gue ke salon? Ada apa ya? Tapi, bodo amat lah! Jadi seger juga badan gue udah perawatan! Pertama kalinya pula ini!" Batin Aretta saat pelayan salon sudah memulai melakukan perawatan tubuhnya.


Tanpa disadari, karena masih lelah menempuh perjalanan jauh, Aretta kembali tertidur saat tubuhnya sedang dipijit oleh pelayan salon.


Sementara itu di ruang tunggu.

__ADS_1


"Mba, saya boleh minta tolong?" Pinta Leo pada pegawai salon yang menyambutnya kedatangannya tadi.


"Iya pa, ada yang bisa saya bantu?" Ucap pegawai tersebut.


"Tolong berikan ini pada istri saya, dan minta dia agar memakainya!" Ucap Leo memberikan sebuah paper bag pada pegawai tadi.


"Baik pak, akan saya berikan pada istri bapak!" Ucap pegawai tersebut dan berlalu meninggalkan Leo.


Rupanya Leo menyempatkan diri untuk membelikan sebuah pakaian di butik yang ada disamping salon tersebut, sewaktu Aretta memasuki salon.


Sementara di ruangan Aretta.


"Bu, saya diminta suami ibu untuk memberikan ini. Suami ibu juga meminta ibu untuk memakainya!" Ucap pegawai tadi pada Aretta yang tengah melakukan perawatan rambut.


"Oh iya, terimakasih ya!" Jawab Aretta.


Aretta pun membiarkan paperbag dari Leo. Ia juga cukup penasaran dengan isinya.


"Sudah selesai bu!" Ucap pelayan salon yang tengah melakukan perawatan rambut terhadapnya.


"Oh iya, terimakasih!" Jawab Aretta.


Ia pun penasaran pada isi paper bag dari suaminya. Segera ia buka, dan alangkah terkejutnya ia saat mengetahui isi dari paper bag teesebut.


"Gaun? sepatu? Apa yang ada dipikiran lo sebenernya Leo? Belum selesai kah semua acara penyambutan gue di kota ini?" Batin Aretta.


"Leo!" Ucap Aretta yang tengah mendapati suaminya tertidur di sofa panjang yang ada di ruang tunggu.


Tak ada sahutan dari yang empunya nama. Aretta pun kembali melancarkan aksinya untuk membangunkan Leo.


"Leo!" Ucap Aretta lagi. Kali ini dengan mencubit pipi Leo.


Sontak saja Leo terbangun dari tidurnya, karena merasakan sakit pada bagian pipinya.


"Lo nggak bisa apa, bangunin suami dengan lembut?" Ucap Leo setengah kesal.


"Ya sorry! Lagian, gue bangunin pake cara halus, nggak mau bangun!" Jawab Aretta yang sudah duduk disamping Leo.


Leo pun masih memegangi pipinya yang kemerahan akibat dicubit Aretta.


"Masih sakit?" Tanya Aretta yang merasa kasian pada suaminya.


"Menurut lo?" Leo balik bertanya.


"Mana yang sakit? Sini, gue liat!" Ucap Aretta mengusap lembut pipi Leo.


"Udah mendingan?" Tanya Aretta lagi.


"Belum." Jawab Leo singkat.

__ADS_1


"Manja banget!" Ucap Aretta masih mengusap pipi Leo.


"Manja juga sama istri sendiri ini!"


"Nanti aja manjanya, kalo udah nyampe rumah!"


"Bener ya? Lo bakal manjain gue kalo udah nyampe rumah?" Ucap Leo memegang tangan Aretta yang tengah mengusap pipinya.


Aretta pun terjebak sendiri dengan pernyatannya. Ia bahkan sampai tersipu mendengar ucapan Leo.


"Gue tagih ucapan lo setelah sampe rumah!" Leo memegang dagu Aretta agar pandangan mereka bertemu.


"Oh ya, abis ini kita mau kemana lagi?" Tanya Aretta mengalihkan perhatian.


"Mau pulang lah! Mau kemana lagi emangnya?"


"Ya udah ayo! Gue laper!"


Leo hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Ia pun pergi ke kasir dan membayar semua biaya perawatan Aretta.


Setelah selesai, Leo mengajak Aretta untuk keluar salon.


"Tunggu! Sepertinya ada yang kurang." Ucap Leo saat memperhatikan gaun yang dikenakan Aretta.


"Kurang apalagi. . . ?" Tanya Aretta setengah kesal.


Leo pun melepaskan jaketnya dan memasangkannya pada Aretta. Ia tidak mau sampai bagian tubuh istrinya banyak dilihat orang. Apalagi, saat itu Aretta memakai gaun selutut dengan bahu terbuka. Untung saja, itu adalah salon khusus perempuan. Jadi, tidak banyak pria yang berada disana. Dan kebetulannya lagi, Leo adalah satu-satunya pria itu.


"Kalau gini kan, cakep!" Ucap Leo saat telah selesai memasangkan jaketnya pada Aretta.


"Repot banget!" Ucap Aretta berjalan mendahului Leo menuju mobil.


Leo pun menyusul Aretta dan menyalakan alarm pada mobilnya. Ia juga membukakan pintu untuk Aretta.


Kini Aretta dan Leo sudah berada didalam mobil.


"Langsung pulang kan?" Tanya Leo lagi.


"Iya, emang mau kemana lagi?" Jawab Aretta.


"Jadi nggak sabar pengen dimanjain sama istri?" Ucap Leo.


"Apa?!" Ucap Aretta.


"Lo sendiri yang bilang tadi!" Jawab Leo yang segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tidak ada percakapan selama perjalanan. Keduanya fokus pada pikiran masing-masing.


Leo yang lebih fokus menyetir, sedangkan Aretta lebih sering menatap kearah samping jendela mobil.

__ADS_1


__ADS_2